Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM KOSAKATA BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN CERAMAH DI KELAS XI SMA: KAJIAN BIDANG FONOLOGI Milatul Hidayah; Fransiscus Xaverius Samingin; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kosakata bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, kata serapan tersebut tidak semua diserap secara penuh. Terdapat perubahan-perubahan yang terjadi sesuai sistem bahasa Indonesia. Kata-kata tersebut sudah bebas digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Akan tetapi, masyarakat belum menggunakannya secara benar. Penggunaan kosakata yang benar tersebut berkaitan dengan pembelajaran ceramah, siswa sebagai bagian dari masyarakat harus memilih diksi yang tepat dalam melakukan kegiatan ceramah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana proses perubahan lafal kata bahasa Arab yang diserap ke dalam kosakata bahasa Indonesia?, dan (2) bagaimana penerapan perubahan lafal kata bahasa Arab ke dalam kosakata bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA?. Tujuan penelitian ini yakni (1) menghasilkan deskripsi proses perubahan lafal kata bahasa Arab yang diserap ke dalam kosakata bahasa Indonesia, (2) memperoleh deskripsi penerapan perubahan lafal kata bahasa Arab ke dalam kosakata bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya ceramah. Jenis penelitian ini ialah kualitatif. Sumber data penelitian ini yakni novel 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Al Mahendra. Metode penyediaan data yang digunakan simak teknik catat. Metode analisis datanya ialah metode padan. Hasil penelitian ini terdiri atas: (1) penambahan bunyi (anaptiksis) yang terdiri dari dua jenis yaitu epentesis berjumlah 6 kata dan paragog berjumlah 4 kata, (2) modifikasi vokal terdiri dari apofoni berjumlah 7 kata, (3) zeroisasi terdiri dua jenis penemuan yaitu aferesis berjumlah 4 kata dan sinkop berjumlah 1 kata, (4) pengenduran bunyi berjumlah 3 kata, dan (5) adaptasi bunyi terdiri dari dua jenis yaitu pergantian konsonan ta’ marbuthah [ة] berjumlah 2 kata dan pergantian konsonan [ق] berjumlah 2 kata serta (6) penguatan bunyi berjumlah 1 kata. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar materi ceramah SMA kelas XI pada KD 3.6 Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah 4.6 Mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat. Hal tersebut juga terkait dengan pemilihan diksi yang tepat dan pelafalan yang tepat.Kata kunci: kosa kata bahasa Indonesia, kata serapan bahasa Arab, perubahan bunyi, ceramah
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA SPANDUK DI MAGELANG Inayatul Fatonah; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Tindak Tutur Ilokusi pada Spanduk di Magelang dilatarbelakangi oleh terdapatnya kata-kata yang menarik, yakni kata-kata yang mampu membangkitkan minat untuk membaca yang sering digunakan dalam spanduk-spanduk. Spanduk digunakan banyak orang sebagai salah satu media komunikasi, menyampaikan ide, mengungkapkan perasaan, membujuk, bahkan memprovokasi pembaca. Rumusan masalah penelitian ini adalah, 1) jenis tindak tutur ilokusi apa saja yang terdapat pada wacana spanduk di wilayah Magelang, 2) bagaimana maksud tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam wacana spanduk di wilayah Magelang. penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis wacana pada spanduk di wilayah Magelang, dan (2) mendeskripsikan maksud wacana pada spanduk di wilayah Magelang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak dan teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik sisip. Hasil analisis menemukan: (1) tindak tutur ilokusi asertif; memberitahukan dan menyatakan, (2) tindak tutur ilokusi direktif; memerintah, memohon, memberi nasihat, menyarankan, dan meminta, (3) tindak tutur ilokusi komisif; menjanjikan dan menawarkan, (4) tindak tutur ilokusi ekspresif; mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat, dan (5) tindak tutur ilokusi deklarasi; memberi nama.Kata Kunci: Tindak tutur ilokusi, spanduk Magelang, materi ajar. 
Karakter Tokoh Utama dalam Novel Guru, Hidupmu Hanya Untuk Kami karya Eidelweis Almira sebagai Materi Ajar Sastra di SMA Rizky Dian Safitri; Fransiscus Xaverius Samingin; Fifit Firmadani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi berbagai karakter tokoh utama yang terkandung dalam novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami karya Eidelweis Almira dan memperoleh materi ajar sastra yang dikembangkan dari hasil penelitian ini. Skripsi yang berjudul Karakter Tokoh Utama dalam Novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami Karya Eidelweis Almira sebagai Materi Ajar Sastra di SMA dilatar belakangi karena karakter tokoh utama dalam novel dapat digunakan sebagai materi sastra di SMA. Dipilihnya topik karakter tokoh utama dalam penelitian ini karena erat kaitannya dengan KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Selain itu, untuk mengaitkan kajian karakter tokoh utama dalam novel menjadi sebuah materi ajar sastra yang menarik dan menekankan nilai pendidikan karakter untuk siswa SMA. Tujuan penelitian ini adalah (1) Memperoleh deskripsi berbagai karakter tokoh utama  dalam novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kamisebagai materi ajar sastra di SMA (2) Memperoleh materi ajar sastra di SMA yang dikembangkan dari novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber datanya berasal dari novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami karya Eidelweis Almira. Objek datanya adalah pada karakter tokoh utama dalam novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami karya Eidelweis Almira. Wujud data dalam penelitian ini adalah kalimat yang menunjukan karakter tokoh utama dalam novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami karya Eidelweis Almira. Metode penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh simpulan tentang karakter tokoh utama dalam Novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami karya Eidelweis Almira. Pada penelitian ini menunjukkan dua karakter yang dimiliki oleh tokoh utama: (1) sanguinis, (2) phlagmatis. Peneliti telah menyusun materi ajar sesuai dengan silabus kurikulum 2013 bahasa Indonesia kelas XII. Materi ajar tersebut berbentuk brosur berisi tentang karakter tokoh utama dalam novel. Peneliti menggunakan Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan penelitian selanjutnya, dan dapat digunakan sebagai materi ajar sastra di SMA.Kata Kunci      :  Karakter tokoh utama dan novel Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami.
PENDEKATAN MIKROSTRUKTURAL DAN MAKROSTRUKTURAL PADA ALBUM LAGU “BEST OF THE BEST” KARYA EBIET G. ADE SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Khamimah Khamimah; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kohesi gramatikal dan leksikal, konteks situasi dan sosial budaya, serta bentuk bahan ajar kohesi gramatikal dan leksikal pada album lagu “Best of the Best” karya Ebiet G. Ade. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode simak dan teknik catat. Adapun metode analisis data yang digunakan menggunakan metode agih dan padan, serta teknik BUL (Bagi Unsur Langsung). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis mikrostruktural terdapat pengacuan, penyulihan, pelesapan, perangkaian, pengulangan, padan kata, lawan kata, sanding kata, dan kesepadanan. Adapun analisis makrostruktural pada album tersebut mengandung konteks situasi dan sosial budaya sebagai berikut: (1) Lirik lagu Untuk Kita Renungkan diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang terjadinya bencana berupa meletusnya gunung Galunggung di Tasikmalaya pada tahun 1982; (2) Lirik lagu Kupu-Kupu Kertas diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang adanya lokalisasi di daerah Kramat Tunggak yang mencapai puncak kejayaan dan menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara; (3) Lirik lagu Masih Ada Waktu diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang terjadinya kecelakaan Kereta Api di Bintaro tahun 1987 yang merenggut banyak korban Jiwa; (4) Lirik lagu Elegi Esok Pagi diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang pengalaman masa mudanya dulu yang mencintai seorang gadis; dan (5) Lirik lagu Nyanyian Rindu diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang kerinduan terhadap puteri kecilnya ketika Ebiet berada di pulau Bali dan jauh dari putrinya. Hasil analisis kohesi gramatikal dan leksikal digunakan sebagai bahan ajar kebahasaan di kelas XII SMA sesuai dengan Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar (KD) 3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah, dan KD 4.4. Menulis cerita sejarah pribadi dengan memerhatikan kebahasaan.Kata Kunci: Lirik Lagu, Kohesi, Konteks Situasi dan Sosial Budaya
JENIS-JENIS WACANA PADA ARTIKEL SURAT KABAR SUARA MERDEKA EDISI SEPTEMBER DAN OKTOBER 2018 SEBAGAI MATERI AJAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Putri Nugraheni Puspita; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini berfokus Jenis-jenis wacana pada Artikel Surat Kabar Suara Merdeka Edisi September dan Oktober 2018 Sebagai Materi Ajar di SMA. Rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: (1) Jenis wacana apa saja yang terdapat dalam surat kabar Suara Merdeka, (2) Bagaimana memformulasikan jenis-jenis wacana tersebut sebagai materi ajar di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan berbagai jenis-jenis wacana pada surat kabar Suara Merdeka, (2) memformulasikan jenis-jenis wacana dari Suara Merdeka sebagai materi ajar di SMA. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wacana, ciri-ciri wacana jenis-jenis wacana, dan materi ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskripsi analisis. Objek penelitian yang akan diteliti yaitu jenis-jenis wacana pada artikel surat kabar suara merdeka edisi September dan Oktober 2018 sebagai materi ajar di SMA. Teknik penyediaan menggunakan metode simak. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa dalam artikel Surat Kabar Suara Merdeka Edisi September dan Oktober 2018 terdapat jenis wacana sebagai berikut : (1) wacana narasi, (2) wacana deskripsi, (3) wacana eksposisi, dan (4) wacana argumentasi. Penelitian tentang jenis-jenis wacana dapat dijadikan materi ajar kelas X pada Kompetensi (KD) 3.3 mengidentifikasi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan atau tulis dan Kompetensi Dasar (3.4)  menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi.Kata kunci: wacana, ciri-ciri wacana, jenis-jenis wacana, Surat Kabar Suara Merdeka
KOMPOSITUM PADA NAMA-NAMA MINUMAN TRADISIONAL DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DI SMA Destiana Rizqi Fauzia; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsi tipe-tipe kompositum subordinatif substantif pada nama-nama minuman tradisional dan menghasilkan pengembangan bahan ajar melalui kompositum subordinatif substantif pada nama-nama minuman tradisonal. Objek dalam penelitian ini berupa nama-nama minuman tradisional. Penyediaan data menggunakan metode simak (observasi) dan cakap (wawancara). Analisis data menggunakan metode dari Sudaryanto yaitu agih dan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Penyajian hasil analisis dengan metode deskriptif formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa tipe-tipe kompositum subordinatif substantif yang baru sebanyak tiga belas tipe. Pada nama-nama minuman tradisional didominasi oleh tipe leksem a nama tempat leksem b sebanyak 10 nama dan leksem a sasaran perbuatan leksem b sebanyak 5 nama. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar di SMA berkaitan dengan teks laporan hasil observasi. Hal tersebut sesuai dengan silabus Kurikulum 2013 KD 3.2 menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi dan KD 4.2 mengonstruksi teks laporan dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan baik lisan maupun tulis. Tipe-tipe kompositum pada nama-nama minuman tradisional dapat digunakan sebagai bahan ajar saat pembelajaran materi teks laporan hasil observasi.Kata Kunci: kompositum, nama-nama minuman tradisional, leksem, bahan ajar, teks laporan hasil observasi.
Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA Haniatul Isnaeni; Fransiscus Xaverius Samingin; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kontak bahasa antara satu masyarakat di suatu daerah dengan masyarakat lain yang berpengaruh kepada bahasa yang digunakan. Hal tersebut mengakibatkann banyak bahasa yang menyerap dari bahasa negara satu dengan bahasa negara lainnya. Salah satu bahasa asing yang pernah berhubungan langsung dengan bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Tujuan penelitian ini ialah: (1) memperoleh deskripsi mengenai proses kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia; (2) memperoleh deskripsi mengenai perubahan makna pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia; (3) menghasilkan bahan ajar kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada teks laporan hasil observasi di SMA. Data yang digunakan adalah kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang proses penyerapan kata dan perubahan makna pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini ditemukan kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada buku mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK kelas X Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2016. Dilihat dari jenis proses penyerapan kata ditemukan ada 25 kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari; 7 data yang termasuk  ke dalam proses adopsi, 10 data yang termasuk ke dalam proses adaptasi, 8 data diluar proses adaptasi dan adopsi, dan tidak terjadi perubahan makna pada semua data yang ditemukan. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.Kata Kunci: kata serapan bahasa Arab, perubahan makna.
Pola Pikir Koplak dalam Novel Koplak karya Oka Rusmini dan Formulasinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Aprilia Dwi Sulistyaningsih; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi yang berjudul Pola Pikir Koplak dalam Novel Koplak karya Oka Rusmini dan Formulasinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA ini dilatarbelakangi oleh pola pikir yang dialami oleh tokoh utama. Pola pikir yang dialami oleh Koplak merupakan pola pikir yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya yaitu secara logis, realistis, dan kritis. Selain itu dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran tersebut disajikan secara karikatural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pola pikir Koplak tokoh utama dalam novel Koplak dan (2) memperoleh materi ajar tentang pola pikir tokoh utama dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori kategori wilayah pikir Sigmund Freud. Penyediaan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dengan menggunakan teknik kartu data sekunder berupa teks baik dalam kata, kalimat, dan paragraf. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik analisis yang disesuaikan dengan metode analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 57 data dari 6 pola pikir yang dialami oleh Koplak. Dari ke-6 pola pikir yang ditemukan ini terdiri dari 8 data pola pikir tidak logis, 3 data pola pikir tidak realistis, 14 data pola pikir logis, 22 data pola pikir realistis, 4 pola pikir berdasarkan suara hati, dan 6 data pola pikir berdasarkan ego ideal. Dari hasil penelitian ini yang berupa deskripsi pola pikir tokoh utama dapat dijadikan sebagai materi ajar apresiasi sastra yang meliputi novel, unsur intrinsik dan unsuk ekstrinsik novel, dan kategori wilayah pikir serta bentuk-bentuk pola pikir tokoh utama dalam novel yang disesuaikan dengan KD 3.9 di kelas XII SMA.Kata Kunci: Pola pikir, materi ajar, psikologi sastra
Jenis dan Makna Reduplikasi dalam Novel Distilasi Alkena Karya Wira Nagara dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Kebahasaan di SMA Febri Prasetya; Fransiscus Xaverius Samingin; Firstya Evi Dianastiti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Jenis dan Makna Reduplikasi dalam Novel Distilasi Alkena Karya Wira Nagara dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Kebahasaaan di SMA” dilatarbelakangi oleh penggunaan variasi reduplikasi yang terdapat dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi tentang jenis reduplikasi dalam novel Distilasi Alkena karya Wira Nagara, (2) memperoleh deskripsi tentang makna reduplikasi dalam novel Distilasi Alkena karya Wira Nagara, dan (3) menghasilkan bahan ajar pembelajaran reduplikasi di SMA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Distilasi Alkena. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yaitu metode simak. Teknik penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian ini menemukan adanya reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, reduplikasi yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Ditemukan juga makna reduplikasi, meliputi: makna banyak, makna berulang-ulang, makna tingkat yang paling tinggi yang dapat dicapai, makna terus-menerus, makna sangat, makna dalam keadaan, makna dengan mendadak, makna sering, makna setiap, makna sedikit, makna pada, dan makna bentuk dasar...nya. Hasil penelitian ini diwujudkan menjadi handout dalam Kompetensi Dasar 3.4 dan 4.4 kelas X SMA.Kata Kunci: bahan ajar, jenis reduplikasi, makna reduplikasi, novel
Citra Wanita dalam Kumpulan Cerpen Cinta Tak Pernah Menari Karya Asma Nadia sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Shafi Nurjanah; Fransiscus Xaverius Samingin; Fifit Firmadani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ini dilatarbelakangi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh wanita dalam kumpulan cerpen. Masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) citra wanita apa saja yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia ditinjau dari segi fisik, psikis, dan sosial dan (2) bagaimana bentuk materi ajar apresiasi sastra di SMA menggunakan citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi citra wanita yang ditinjau dari segi fisik, psikis, sosial dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia dan memperoleh materi ajar apresiasi sastra di SMA berdasarkan citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Objek penelitian citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia yang berupa dialog, kalimat dan narasi yang mengandung citra wanita. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode studi pustaka dengan teknik membaca, menandai, dan mengklasifikasi data, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskripstif analisis dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi-deskripsi tentang citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia yang ditinjau dari segi fisik, psikis, dan sosial. Citra wanita yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari ini yaitu wanita cantik, wanita dewasa, wanita feminin, wanita menjaga harga diri, wanita pekerja keras, wanita sederhana, wanita kuat, wanita rajin, wanita hebat, peran wanita dalam keluarga, dan peran wanita dalam masyarakat. Hasil penelitian kemuadian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar di SMA, kelas XI pada KD 3.9 dan 4.9.Kata kunci: citra wanita, kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari, materi pembelajaran sastra di SMA.