Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TYPOLOGI KERUSAKAN MASONRY INFILLED FRAME Marwahyudi Marwahyudi
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 1, No 1 (2019): MoDuluS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v1i1.376

Abstract

Manusia membangan gedung dipergunakan untuk berteduh, istirahat, berinteraksi. Elemen-elemen gedung bergabung menyusun bangunan. Elemen saling mengikat satu dengan yang lainnya. Ikatan tersebut memperkuat banguanan dalam mererima gaya. Elemen bangunan terdiri dari pondasi, kolom, balok, dinding, atap, kuda-kuda, genting. Dinding batu bata tersusun dari elemen batu bata dan mortar yang bersifat homogen. Dinding mempunyai karateristik dalam menahan gaya, yaitu saling mendukung dan memperkuat dalam ikatan. Dinding rumah tinggal merupakan bagian yang menyokong bangunan sehingga menjadi elemen penting unyuk diteliti. Penelitian ini menganalisis typologi kerusakan yang terjadi pada dinding batu bata. Typologi kerusakan dianalisis dari hasil uji geser di laboratorium. Titik awal kontak pada daerah lebar dan panjang yang menahan dapat diamati dariprilaku uji geser. Jarak tepi sampai pada titik kontak awal disebut panjang kontak (Zw). Luas daerah kontak ditentukan oleh panjang kontak dan tebal panel dinding batu bata. Lebar strut’s (bw) dihasilkan dari metode matematis dengan parameter panjang kontak (panjang dan lebar panel batu bata). Lebar strut’s berpengaruh terhadap luas daerah kontak. Typologi, arah kerusakan diperoleh dari analisis benda uji dan validasi lapangan.
Desain Meja Polyxus Dengan Konsep Multifungsi Primus Riyadi; Heny TriHastuti Hasana; Marwahyudi Marwahyudi
JURNAL ASSOSIATIV Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Asosiatif
Publisher : Fakultas Sosial Humaniora dan Seni Usahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini bisa kita lihat bahwa semakin sempitnya lahan perkantoran dan meningkatnya jumlah kapasitas orang membuat aktivitas di dalam kantor menjadi padat. Setiap invididu tentu mempunyai aktivitas masing-masing, selain aktivitas individu yang berada di dalam kantor juga terdapat aktivitas kelompok. Rapat menjadi salah satu dari aktivitas kelompok yang berada di dalam kantor. Dengan keterbatasan ruang dan berbagai kegiatan individu dari setiap dosen maupun kegiatan kelompok membuat ruangan tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan rapat. Untuk menunjang berbagai kebutuhan kegiatan tersebut maka membutuhkan suatu furnitur yang bersifat multifungsi dan mudah untuk digunakan. Sebuah meja multifungsi yang bernama Polyxus yang mampu menjalankan dua aktivitas individu dan kelompok. Meja menggunakan multipleks sebagai bahan utama dengan finishing berupa HPL yang berwarna gelap dan terang. Meja dilengkapi dengan roda yang mampu dipindah-pindahkan sesusai keinginan pengguna, meja yang dilengkapi dengan pengait dibagian sisi bawahnya yang berfungsi untuk mengunci meja satu dengan yang lainnya ketika sedang digabungkan untuk digunakan rapat. Meja yang tidak luput dari tempat penyimpanan yang mana mempunyai penyimpanan besar pada bagian tengah meja berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk pengguna meja.