Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Cost and Time Control Using The Earned Value Concept (EVM) Method : Case Study of Ahmad Dahlan Hospital Development Project, Kediri Utari, Rini Pebri; Wahyudiono, Sandi; Amal, Andi Saiful; Ardian, Langgeng
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.8132

Abstract

Time delays and cost overruns are frequent problems in construction projects. To evaluate these issues, this study applies the Earned Value Management (EVM) method to assess cost and schedule performance in the Muhammadiyah Ahmad Dahlan Hospital project in Kediri. The analysis focuses on three key indicators—Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), and Actual Cost of Work Performed (ACWP)—evaluated during weeks 10, 17, and 32. Results show that in week 10, project performance indicated delays and cost overruns (CPI = 0.75; SPI = 0.97). In week 17, the schedule improved (SPI = 1.50) but cost performance remained inefficient (CPI = 0.996). By week 32, both indices were positive (CPI = 1.011; SPI = 1.03), showing that the project finished earlier and more efficiently. The Budget Estimate at Completion (BEAC) was IDR 57,919,253,725, with an estimated duration of 39.79 weeks, slightly faster than planned. This study contributes to enhancing project efficiency evaluation through periodic EVM analysis, providing insights for better cost and time control in construction management.
PENDAMPINGAN DESAIN DAN RENOVASI BANGUNAN ASRAMA PUTRA PONDOK PESANTREN SHIROTHUL FUQOHA GHONDANGLEGI MALANG Utari, Rini Pebri; Rommel, Erwin; Setyono, Ernawan; Samad, Abdul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26483

Abstract

Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Salah satu pondok pesantren di kabupaten Malang yaitu Pesantren Shirothul Fuqoha'. Pondok pesantren ini berdiri sejak tahun 1952 dibawah pengasuhan seorang ulama’ berasal dari kota jombang yaitu KH. Damiri, dengan jumlah santri /santriwati yang tinggal kurang lebih 30 orang. Seiring dengan perkembangan pesantren Shirotul Fuqoha’, kini telah memiliki lembaga pendidikan formal di pesantren dibawah naungan kemenag yaitu MTs Shirothul Fuqoha’ dan MA Shirothul Fuqoha’.Peningkatan jumlah santri di pondok Shirothul Fuqoha' ini, tentunya menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pembelajaran di pondok ini, namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah kurangnya kapasitas kamar di gedung asrama putra untuk para santri. Saat ini asrama putra miliki kamar yang berjumlah 30 ruang dengan jumlah santri perkamar 15-25 orang. Tidak sebandingnya jumlah kamar dengan peningkatan santri tiap tahunnya sehingga membuat para santri kurang nyaman berisitirahat, kurangnya ruang gerak sehingga kurang maksimalnya proses belajar mengajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, adapun rencana pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan proses investigas terhadap kelayakan konstruksi bagunan eksiting aula yang nantinya direncanakan sebagai bangunan baru asrama putra dengan jumlah tiga lantai, kemudian tim berencana akan membuatkan rencana desain Aula menjadi asrama putra 3 lantai dengan desain lengkap, mulai fasad, rencana dan detail struktur lengkap, dan gambar 3D serta melakukan perhitungan anggaran biaya (RAB) untuk menyelesaikan pembangunan asrama tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah diharapkannya pondok Shirothul Fuqoha' ini dapat segera merealisasikan pembanguan asrama putra sesuai kaidah desain yang benar, mutu konstruksi terencana dengan baik sehingga para santri dapat beristirahat dengan layak, memiliki cukup ruang gerak dan proses pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal.