Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Plasenta Previa di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Dwi Saputri Mayang Sari; Yudi Budianto
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 21, No 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v21i3.1661

Abstract

Placenta previa is a one of the risks in pregnancy. The research objectives are the factors that influence the incidence of placenta previa in the City Hospital of Prabumulih in 2019. The research method is analytic, using the Cross Sectional approach. The population of this research was all of the maternity mothers in the midwifery room of the Prabumulih City which were 1712 people. The research sample is part of the population of 324 people. The research instrument was a checklist. The results of the study based on univariate analysis revealed that from 324 respondents there were 53 respondents (16.4%) who had placenta previa and 271 respondents (83.6%) who did not have placenta previa, there were 22 respondents (6.8%) who were diagnosed with multiple pregnancy and 302 respondents (93.2%) who were not diagnosed with multiple pregnancy, there were 51 respondents (15.7%) who had a history of curettage and 273 people (84.3%) who had no history of curettage, there were 21 respondents ( 6.5%) who had a tumor and 303 people (93.5%) who did not have a tumor. From the bivariate analysis it is Conclusion there is a significant relationship between multiple pregnancy with the incidence of placenta previa with a P value of 0.000 <α 0.05, there is a significant relationship between the history of curettage with the incidence of placenta previa with a value of P value 0,000 <0.05 and there is a significant relationship between the tumor and the incidence placenta previa with a P value of 0,000 <0.05
HUBUNGAN KEHAMILAN GANDA DAN KELAINAN LETAK JANIN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PRABUMULIH TAHUN 2019 Dwi Saputri Mayang Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Abdurrahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.66 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v9i2.114

Abstract

Early rupture of membranes (KPD) is defined as premature rupture of membranes. This can occur late in pregnancy or long before the time of delivery. Premature rupture of membranes is a complication associated with gestational pregnancy and has a major contribution to the perinatal mortality rate in infants who are preterm. The purpose of this study was to determine the relationship between multiple pregnancy and fetal abnormalities with the occurrence of premature rupture of membranes in the Prehumulih City General Hospital in 2019.This study uses an Analytical Survey using a Cross Sectional approach. The population of this study was mothers who gave birth in the pre-Sumatran city general hospital in 2019 totaling 1712 people. The number of samples in this study were 324 respondents. In the univariate analysis, it is known that of 324 respondents found that mothers who were diagnosed with multiple pregnancy were 163 respondents (50.3%) while mothers who were not diagnosed with multiple pregnancy were 161 respondents (49.7%) and mothers who were diagnosed with fetal abnormalities were 163 respondents ( 50.3%) while mothers who were not diagnosed with fetal abnormalities were 161 respondents (49.7%). Bivariate analysis shows multiple pregnancy has a significant relationship with the incidence of premature rupture of membranes (p value 0,000) and fetal abnormalities have a significant relationship with the incidence of premature rupture of membranes (p value 0,000). The conclusion of this study is that there is a relationship between multiple pregnancy and abnormalities in fetal location and the incidence of premature rupture of membranes in the Prehumulih City General Hospital in 2019. Ketuban Pecah Dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. Ketuban pecah dini merupakan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan kurang bulan dan mempunyai kontribusi yang besar pada angka kematian perinatal pada bayi yang kurang bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kehamilan ganda dan kelainan letak janin dengan kejadian ketuban pecah dini di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2019 berjumlah 1712 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 324 responden. Pada analisa univariat diketahui bahwa dari 324 responden didapatkan ibu yang didagnosa kehamilan ganda sebanyak 163 responden (50,3%) sedangkan ibu yang tidak didiagnosa kehamilan ganda sebanyak 161 responden (49,7%) dan ibu yang didagnosa kelainan letak janin sebanyak 163 responden (50,3%) sedangkan ibu yang tidak didiagnosa kelainan letak janin sebanyak 161 responden (49,7%). Analisa Bivariat menunjukkan kehamilan ganda mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian ketuban pecah dini (p value 0,000) dan kelainan letak janin mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian ketuban pecah dini (p value 0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara kehamilan ganda dan kelainan letak janin dengan kejadian ketuban pecah dini di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2019.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI BPM UMI KALSUM, SST, M.KES KELURAHAN SUNGAI MEDANG KOTA PRABUMULIH Dwi Saputri Mayang Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.219 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v11i1.139

Abstract

Early initiation of breastfeeding is an important step to facilitate the baby in starting the breastfeeding process. Newborn babies who are placed on the mother's chest or stomach, naturally can find their own source of breast milk (ASI) and suckle. The purpose of this study was to determine the relationship of factors related to the implementation of early breastfeeding initiation (IMD) at BPM Umi Kalsum, SST., M.Kes Sungai Medang Village Prabumulih City in 2021. This study used an Analytical Survey using a Cross Sectional approach. The population of this study were all mothers giving birth at BPM Umi Kalsum totaling 46 respondents. The number of samples in this study were 46 respondents. In the univariate analysis, it was found that from 46 respondents, 31 respondents (67.4%) had good knowledge and 15 respondents (32.6%), found that mothers with high risk parity were 27 respondents (58.7). %) and mothers with low risk parity as many as 19 respondents 41.3%) and it was found that mothers with higher education were 31 respondents (67.4%) and mothers with low education were 15 respondents (32.6%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and the implementation of IMD in infants (p value 0.000), there was a significant relationship between parity and the implementation of IMD in infants (p value 0.000) and there was a significant relationship between maternal education and the implementation of IMD in infants (p value 0.002). The conclusion of this study is that there is a correlation of factors related to the implementation of early breastfeeding initiation (IMD) at BPM Umi Kalsum, SST., M.Kes Sungai Medang Village, Prabumulih. Inisiasi Menyusui Dini adalah langkah penting untuk memudahkan bayi dalam memulai proses menyusui. Bayi baru lahir yang diletakkan pada dada atau perut sang ibu, secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu (ASI) dan menyusu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) di BPM Umi Kalsum, SST., M.Kes Kelurahan Sungai Medang Kota Prabumulih tahun 2021. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu melahirkan di BPM Umi Kalsum berjumlah 46 responden. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 46 responden. Pada analisa univariat diketahui dari 46 responden didapatkan bahwa ibu berpengetahuan baik sebanyak 31 responden (67,4%) dan ibu berpengetahuan kurang baik sebanyak 15 responden (32,6%), didapatkan bahwa ibu dengan paritas resiko tinggi sebanyak 27 responden (58,7%) dan ibu dengan paritas resiko rendah sebanyak 19 responden 41,3%)dan didapatkan bahwa ibu berpendidikan tinggi sebanyak 31 responden (67,4%) dan ibu berpendidikn rendah sebanyak 15 responden (32,6%). Analisa Bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna pengetahuan dengan pelaksanaan IMD pada bayi (p value 0,000), ada hubungan yang bermakna paritas dengan pelaksanaan IMD pada bayi (p value 0,000) dan ada hubungan yang bermakna pendidikan ibu dengan pelaksanaan IMD pada bayi (p value 0,002). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) di BPM Umi Kalsum, SST., M.Kes Kelurahan Sungai Medang Kota Prabumulih.
Hubungan Antara Kehamilan Ganda dan Paritas Terhadap Kejadian Pre Eklamsia di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Dwi Saputri Mayang Sari
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 6 No. 1 (2021): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.737 KB) | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v6i1.82

Abstract

Preeklamsia adalah penyakit yang ditandai dengan adanya hipertensi, proteinuria dan edema yang timbul selama kehamilan atau sampai 48 jam postpartum.Umumnya terjadi pada trimester III kehamilan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kehamilan ganda dan paritas terhadap kejadian preeklamsia di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2019. Metode penelitian bersifat Analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2019 berjumlah 1712 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 324 responden. Instrumen penelitian berupa data studi rekam medik. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna dengan kejadian preeklampsia Pvalue 0,004 <α 0,05 dan paritas mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian preeklampsia Pvalue 0,000 <α 0,05.
Hubungan Antara Paritas Dan Kehamilan Gemelli Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Dwi Saputri Mayang Sari
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 4 No. 2 (2019): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.888 KB)

Abstract

Angka kematian bayi tahun 2015 menurut world health organization (WHO) yaitu 35,8 per 1.000 kelahiran hidup. Di Indonesia Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 25/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015, sekitar 67% kematian terjadi pada periode sangat dini yaitu dimasa neonatal atau bayi baru lahir. Menurut SUPAS pada tahun 2015 tercatat 404 kejaidan BBLR dan pada bulan januari sampai September 2016 tedapat kejadian BBLR 345 bayi (Sulistiani, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kehamilan gemelli di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2018 yang berjumlah 1622 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 321 responden. Pada analisa univariat diketahui bahwa dari 321 repsonden didapatkan bahwa ibu dengan paritas resiko tinggi sebanyak 182 responden (43,3%) sedangkan ibu denan paritas resiko rendah sebanyak 182 responden didapatkan (56.7%). Pada analisa univariat diketahuni bahwa dari 321 responden didapatkan bahwa ibu yang didiagnosa mengalami kehamilan gemelli sebanyak 138 responden (43,0%) dengan ibu yang didiagnosa tidak mengalami kehamilan gemelli yaitu sebanyak 183 responden (57,0%). Analisa bivariat menunjukkan paritas mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian BBLR p-value 0,005 dan kehamilam gemelli mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian BBLR p-value 0,002. dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang bermakna antara peritas dan kehamilan gemelli dengan kejadian BBLR
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Nifas Di Bpm Umi Kalsum Kota Prabumulih Precelia Fransiska Husnah; Dwi Saputri Mayang Sari
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.652 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v7i1.99

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang dilalui oleh ibu setelah melahirkan yang berlangsung sejak plasenta lahir sampai dengan 6 minggu atau 42 hari setelah kelahiran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas di BPM Umi Kalsum Tahun 2022. Metode penelitian bersifat analitik, dengan mengunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang berkunjung di BPM Umi Kalsum dari tanggal 1 Januari  sampai dengan 31 Desember 2022. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik total sampling sebanyak 62 responden. Instrumen penelitian berupa checklist. Hasil penelitian berdasarkan analisa univariat diketahui bahwa dari 62 responden terdapat 12 (19,4 persen) responden  yang melakukan kunjungan nifas tidak lengkap dan 50 (80,6 persen) responden melakukan kunjungan nifas lengkap. terdapat 52 (83,9 persen) responden memiliki usia risiko rendah dan 10 (16,persen) responden memiliki usia risiko tinggi. Terdapat 50 (80,6 persen) responden memiliki pendidikan risiko rendah dan 12 (19,4 persen) responden memiliki pendidikan risiko tinggi, terdapat 51 (82,3 persen) responden memiliki akses jarak dekat dan 11 (17,7 persen) responden memiliki akses jarak jauh. Dari  analisa bivariat diketahui bahwa  dari 11 responden usia risiko tinggi terdapat 4 (6,5 persen) responden melakukan kunjungan nifas lengkap, dari 12 responden pendidikan risiko tinggi terdapat 5 (8,1 persen) responden melakukan kunjungan nifas lengkap. dari 51 responden yang memiliki akses jarak dekat terdapat 46 (74,2 persen) responden melakukan kunjungan nifas lengkap.  Simpulan ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kunjungan nifas dengan nilai Pvalue 0,000< ? 0,05, ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kunjungan nifas dengan nilai Pvalue 0,001 < 0,05. ada hubungan yang bermakna antara akses jarak dengan kunjungan nifas dengan nilai Pvalue 0,000 < 0,05