Dedy Hermawan
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPARASI GAYA KEPEMIMPINAN PADA PERPUSTAKAAN UMUM: KAJIAN LITERATUR Dedy Hermawan
Publication Library and Information Science Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v7i1.3556

Abstract

Kepemimpinan merupakan sebuah proses yang menjadi faktor penting dari suatu lembaga dalam mencapai suatu tujuan. Artikel ini membahas mengenai gaya kepemimpinan dengan mengambil studi kasus pada tiga perpustakaan umum Kota Tenteram, perpustakaan perpustakaan umum Provinsi Bali, dan perpustakaan umum Gunung Kidul Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui gaya kepemimpinan kepala perpustakaan umum dalam memimpin suatu perpustakaan. Metode penelitian ini merupakan sebuah kajian literatur dimana dalam perencanaannya memiliki kemiripan dengan penelitian lainnya, namun sumber penelitian serta metode dalam mencari data yang digunakan dilakukan dengan mencari dan menemukan data melalui sumber pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah data penelitian. Pada penelitian studi literatur, sumber data yang diperoleh melalui sumber-sumber bacaan seperti buku, jurnal, laporan, catatan atau rekaman, dan karya ilmiah lainnya baik dalam bentuk fisik maupun digital. Berdasarkan hasil penelitian diketahui dari ketiga perpustakaan umum yang diteliti dan dianalisis, terdapat perbedaan dari gaya kepemimpinan kepala perpustakaan. Perpustakaan umum kota Tenteram menggunakan gaya kepemimpinan otokratis, perpustakaan umum Provinsi Bali menggunakan gaya kepemimpinan demokratis, dedangkan perpustakaan umum Gunung Kidul Yogyakarta menggunakan gaya kepemimpinan karismatik. Diantara ketiga gaya kepemimpinan tersebut, sejatinya kepala perpustakaan menginginkan agar perpustakaan menjadi tempat sebagai sumber informasi yang berguna untuk masyarakat.
Eksplorasi preferensi mahasiswa terhadap lingkungan belajar antara Perpustakaan atau Coffee Shop (studi fenomenologis mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin) Hermawan, Dedy; Ramadhan, Muhammad Alfin; Alfitriansyah, Muhammad Noor
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.17637

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas belajar mahasiswa di luar kampus semakin menonjol belakangan ini, terutama di kalangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Banyak mahasiswa memilih belajar di coffee shop dibandingkan di perpustakaan kampus karena dianggap lebih nyaman dan fleksibel. Namun, sebagian mahasiswa lainnya tetap memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar utama karena suasananya yang kondusif dan akademis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi preferensi mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap pilihan lingkungan belajar antara Perpustakaan dan coffee shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologis Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa preferensi mahasiswa terbagi menjadi tiga kategori utama: (1) mahasiswa yang lebih memilih belajar di perpustakaan karena ketenangan, ketersediaan sumber referensi, serta suasana akademik yang mendukung konsentrasi; (2) mahasiswa yang lebih memilih belajar di coffee shop mendukung kreativitas serta interaksi sosial; dan (3) mahasiswa yang fleksibel dan memilih tempat belajar berdasarkan konteks, seperti jenis tugas, suasana hati, dan waktu. Faktor-faktor penentu preferensi mahasiswa meliputi kenyamanan fisik, akses fasilitas pendukung, suasana sosial, kebutuhan emosional, serta persepsi terhadap produktivitas belajar. Coffee Shop lebih banyak dipilih dalam konteks tugas yang bersifat ringan, kolaboratif, atau ketika mahasiswa membutuhkan suasana yang menyegarkan. Sementara perpustakaan lebih banyak digunakan dalam konteks tugas yang menuntut fokus tinggi, literasi mendalam, dan suasana belajar yang lebih tenang. Peran dimensi psikososial dalam pemilihan ruang belajar, di mana suasana hati, motivasi internal, dan persepsi terhadap keberadaan sosial menjadi faktor yang turut memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa.