Ahmad Sopian
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN LOTION SEBAGAI TABIR SURYA DARI EKSTRAK METANOL KULIT LUAR BUAH JENGKOL (Archidendron jiringa (jack) I.C.Nielsen) Ahmad Sopian; In Rahmi Fatria Fajr; Nadya Syahdania
Edu Masda Journal Vol 5, No 2 (2021): Edu Masda Journal Volume 5 Nomor 2
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v5i2.132

Abstract

Sunscreen is a chemical or ingredient that contains elements that protect the skin from the harmful effects of direct sunlight. The flavonoid molecules in the jengkol fruit's outer skin have a conjugated aromatic benzene group, which can absorb UVA or UVB radiation and cause skin damage. The goal of this study is to figure out what concentration of methanol extract of the outer skin of jengkol fruit (100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, 300 ppm) gives the best SPF value and what effect that concentration has on the outer skin of jengkol fruit as an active ingredient in sunscreen preparations. Using spectrophotometry, the efficacy of a methanol extract of the outer skin of the jengkol fruit as an active component in sunscreen was assessed at concentrations of 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, and 300 ppm. The methanol extract of the jengkol fruit's outer peel had a concentration of 300 ppm (SPF value 4.783) and was divided into three formulae with concentrations of 0.3 (F1), 0.45 (F2), and 0.65 (F3) (F3). Physical, chemical, stability, and SPF quality of the resulting formulations were evaluated. Each jengkol fruit outer skin extract lotion formulation was shown to be effective as a sunscreen, with SPF values of 27.90 (F1), 8.46 (F2), and 15.56 respectively (F3)ABSTRAKTabir surya adalah zat atau  ramuan yang mengandung bahan kandungan pelindung kulit terhadap paparan sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan gangguan kulit. Senyawa flavonoid dalam kulit luar buah jengkol memiliki gugus benzene aromatic terkonjugasi yang dapat menyerap sinar UVA atau UVB serta dapat menyebabkan efek buruk terhadap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak methanol kulit luar buah jengkol (100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, 300 ppm) yang memberikan nilai SPF paling baik dan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak metanol kulit luar buah jengkol sebagai bahan aktif sediaan tabir surya. Ekstrak metanol kulit luar buah jengkol dengan menggunakan konsentrasi 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm yang ditentukan efektivitasnya sebagai bahan aktif tabir surya menggunakan spektrofotometri. Ekstrak metanol kulit luar buah jengkol dengan konsentrasi 300 ppm (nilai SPF 4,783) diformulasikan dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi 0,3 (F1), 0,45 (F2), 0,65 (F3). Sediaan yang diperoleh dievaluasi mutu fisik, kimia, stabilitas, dan SPF. Masingmasing formula lotion ekstrak kulit luar buah jengkol ditentukan efektifitasnya sebagai tabir surya dan mendapatkan nilai SPF 27,90 (F1), 8,46 (F2) dan 15,56 (F3).
KARAKTERISTIK DAN ANALISA KADAR ARTEMISININ DARI DAUN Artemisia annua L. DARI TIGA TEMPAT TUMBUH YANG BERBEDA Ahmad Sopian; Nanang Yunarto; Sulistyani
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.4 NO.1 APRIL TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artemisia annua L merupakan satu-satunya spesies dalam genus Artemisia yang menghasilkan artemisinin. Rendahnya kandungan artemisinin ini masih menjadi permasalahan dalam industri farmasi. Kandungan artemisinin terbanyak terdapat pada bagian daun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik dan kadar artemisinin dari simplisia daun Artemisia annua L. dari tiga tempat tumbuh yang berbeda. Pemeriksaan karakteristik menggunakan parameter spesufik dan non spesifik dan Metode yang digunakan untuk penetapan kadar adalah High performance Liquid Chromatography (HPLC) yang efektif untuk campuran senyawa yang konsentrasinya kecil. Hasil pemeriksaan organoleptis serbuk simplisia daun Artemisia annua L. dari tiga tempat yang berbeda memiliki karakteristik yang sama, ketiga sampel berbentuk serbuk daun, berwarna hijau dengan bau khas yang wangi dan memiliki rasa yang pahit. Pada pemeriksaan kadar air, ketiga sampel memiliki kadar yang berbeda, kadar air sampel Cibodas 9,17%, sampel Lembang 8,79% dan sampel Tawangmangu 8,28%. Hasil pemeriksaan kadar abu juga menunjukkan hasil yang berbeda, sampel Lembang 0,46%,  sample Cibodas 0,42% dan sampel Tawangmangau dengan kadar abu 0,36%. Hasil penetapan kadar artemisinin dari ketiga sampel juga menunjukkan perbedaan hasil, sample Tawangmangu dengan kadar artemisinin 0,71%, sampel Cibodas 0,26% dan sample Lembang 0,09%. Berdasarkan hasil penelitian ini hasil kadar abu dan kadar air ketiga sampel telah memenuhi syarat mutu simplisia dan kadar artemisinin tertinggi dari ketiga tempat berasal dari sampel Tawangmangu dengan kadar 0,71%.
Uji Antihipertensi Ekstrak Etanol 96% Daun Kubis (Brassica oleracea L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Ahmad Sopian; Nanang Yunarto; Dina Aulia Firdaus
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi termasuk ke dalam salah satu masalah kesehatan penyumbang kematian terbesar di seluruh dunia. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018 presentase tekanan darah tinggi di Indonesia mengalami kenaikan hingga 34,1%. Hipertensi disebabkan karena peningkatan produksi hormon yang mempertahankan natrium, peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, hingga kurangnya asupan kalsium dan kalium dalam tubuh. Daun kubis mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan khususnya flavonoid yang memiliki sifat sebagai antihipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% daun kubis terhadap penurunan tekanan darah pada tikus jantan. Penelitian dilakukan secara in vivo dengan metode postest only control group desain. Prosedur kerja dilakukan melalui determinasi tanaman, ekstraksi, pemberian ekstrak terhadap tikus jantan yang telah di induksi dengan prednison + NaCl 2,5% dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat pengukur tekanan darah NIBP (Non-Invasive Blood Pressure). Hewan uji terdiri dari 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (captopril), ekstrak kubis dengan variasi dosis (100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB).Penelitian dilakukan selama 14 hari. Analisis data menggunakan one way ANOVA. Diperoleh data bahwa ekstrak etanol 96% daun kubis yang mengandung senyawa flavonoid sebesar 8,622 mgQE/g, pada dosis 400 mg/KgBB mampu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada hewan coba jika dibandingkan dengan kontrol negatif pada p<0,05.