Muhammad Guntur Purboyo
Universitas Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN TOKO ONLINE PADA PRODUK PERTANIAN DI PEKON SUKARAJA KECAMATAN GUNUNG ALIPKABUPATEN TANGGAMUS Roby Rakhmadi; Muhammad Guntur Purboyo; Junaidi Junaidi
Nengah Nyappur Vol. 0 No. 1 (2021): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pertanian di Pekon Sukaraja, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus harus ditanggapi dengan pelatihan terhadap masyarakat di kawasan sekitarnya agar mampu memanfaatkan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi berupa pelatihan toko online terhadap produksi pertanian dalam pemasaran produk. Ekonomi digital akan menunjang kegiatan pertanian sehingga akan memberikan kesejahteraan pada kehidupan manusia. Agar pertanian mampu dikelola dengan baik, para petani harus mampu beradaptasi di tengah perubahan pola ekonomi akibat pandemi Covid 19. Ekonomi digital melalui e-commerce diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada. Produk pertanian yang ada dapat dipasarkan kepada konsumen sehinggga nantinya akan memberikan dampak kesejahteraan langsung pada petani.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA WAY WAKAK, KECAMATAN ABUNG BARAT, LAMPUNG UTARA usman raidar; Junaidi Junaidi; Erna Rochana; muhammad Guntur Purboyo
Nengah Nyappur Vol. 1 No. 1 (2022): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mandate of the 1945 Constitution article 34 paragraph 1 explains that the poor and neglected children are looked after by the State. This mandate is the legal basis for requiring the State to provide assistance to the community. Families who are part of society are mandatory and must receive benefits from the State's obligation to provide assistance. So far, direct assistance provided by the government to the community or poor families in the community is in the form of cash assistance in the form of the Program Keluarga Harapan (PKH). However, the assistance is not significant in giving impact to the community to be able to become independent families. Departing from this, it is necessary to have a formalization that has a significant impact on improving the standard of living of the community to become an independent society, namely through empowerment of housewives of PKH beneficiary families.
PELATIHAN PENYUSUNAN E-MARKETSPACE SEBAGAI MODEL PROMOSI DI ERA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK LOKAL KEPADA GENERASI MUDA Prasetya Nugeraha; Junaidi Junaidi; Muhammad Guntur Purboyo
Nengah Nyappur Vol. 1 No. 1 (2022): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

e-market place diperlukan dalam membantu penjualan produk lokal. Sehingga diperlukan keahlian digital marketing yang diinisiasi oleh generasi muda. Dalam pelatihan ini, tim akan menerapkan model E-Marketspace kepada peserta. Model ini memanfaatkan konsumsi media online yang tinggi dari masyarakat sehingga menjadikannya sebagai alat marketing para pebisnis. Penerapan keilmuan bisnis dibidang teknologi ini yang masih kurang dapat diterapkan oleh masyarakat desa. Maka dari itu, pelatihan ini akan membuat peserta pelatihan untuk membuat dan mendesain web online ataupun media bisnis online. Setelah peserta memiliki media online, barulah tim akan memberikan treatment tentang keilmuan bisnis kepada peserta. Hasil pelatihan ini diharapkan akan memberikan saluran distribusi baru bagi bubuk lokal yang sudah diproduksi oleh masyarakat dan menjadi arahan bagi pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk memfasilitasi penjualan secara online di level nasional dan internasional
POLA PEMBERDAYAAN DENGAN MEMANFAATKAN LKMD UNTUK MENGELOLA POTENSI PERDESAAN: Lokus Kegiatan pada Desa Asahan Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat Muhammad Guntur Purboyo; Junaidi Junaidi; Prasetya Nugraha
Nengah Nyappur Vol. 2 No. 1 (2023): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v2i1.41

Abstract

Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) merupakan unit pelayanan pemerintahan terkecil yang ada di desa. RT/RW memiliki peran sebagai perpanjang tanganan pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan desa secara maksimal (Permendagri no. 18 tahun 2018). Penerapan peran dan fungsi RT/RW ataupun masyarakat di wilayahnya akan berdampak besar bagi program-program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik dalam skala desa maupun skala nasional. Selama ini, RT/RW sudah digerakkan oleh pemerintah desa. Namun, hanya sebatas sebagai jabatan administratif, sehingga peran dan fungsinya tidak memiliki dampak maksimal dalam pembangunan. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas RT/RW dalam mengelola potensi wilayahnya. Pengabdian ini diimplementasikan dengan sosialisasi dan latihan penyusunan kanvas model bisnis yang dilakukan secara berkelompok. Proses evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan dua pendekatan yakni kualitatif dan kuantitatif. pendekatan kuantitatif mnggunakan metode post-test dan pre-test. semantata pendekatan kualitatif memanfaatkan kanvas model bisnis untuk diisi secara berkelompok yang kemudian akan diamati dinamikanya oleh tim pengabdian. Proses evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan dua pendekatan yakni kuantitatif (pre dan post test) dan kualitiatif (Kanvas Model Bisnis). Berdasarkan evaluasi Kuntitatif secara unum terjadi peningkatan pemehaman sebesar 10,3 persen. Sedangkan secara kualitatif peserta berhasil Menyusun 3 model rencana bisnis untuk BUM Desa dan Desanya.