Muhammad Buchari Sibuea
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALYSIS OF FACTORS CAUSE REDUCTION SAWAH RICE FARMERS IN CENTRAL DISTRICT TAPANULI Muhammad Buchari Sibuea
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.81 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v20i1.516

Abstract

Poverty rice farmers is an actual problem that is being surrounded people who need to look for solution of the problem and strategies to overcome them. Still encountered problems in implementation, so that the rice farmers in the village Tukka District of Central Tapanuli still poor, can not meet all the basic needs as clothing, food and shelter. This study aims to reveal and analyze the factors causing poverty rice farmers. The results showed that poverty rice farmers in the village Tukka caused by the mental attitude of the farmers themselves, the lack of agricultural inputs and the lack of government incentives system, so the production and quality of the crop continued to decline, which in turn will lead to lower income farmers.Keywords: Farmers paddy, poverty, income
Analisis Peranan Koperasi Dalam Kegiatan Usaha Tani di Kabupaten Langkat Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 8, No 2 (2011): Sosial dan Ekonomi Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6737.482 KB)

Abstract

Koperasi Unit Desa sebagai sebuah lembaga yang bergerak di Desa terutama dalam menyediakan sarana produksi pertanian seperti bibit, pupuk, p;estisida, alat-alat dan jasa penyedia modal serta penyuluhan, seharusnya mampu menunjukkan peranan yang lebih bermakna kepada para petani anggota. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui peranan koperasi dalam hal penyediaan perkreditan, pemasaran dan penyediaan sarana produksi (bibit, pupuk dan pestisida) dan pengaruh nya terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Dari hasil penelitian ditemukan, dengan menggunakan analisis regresi linear diperoleh bahwa secara serempak terdapat pengaruh yang signifikan daripada penyediaan kredit dan pemasaran terhadap pendapatan petani, tetapi secara pasrsial yang berpengaruh adalah pemberian kredit pada tingkat kepercayaan 95%. Juga ditemukan bahwa secara serempak terdapat pengaruh signifikan daripada ketersediaan sarana produksi (bibit, pupuk dan pestisida) terhadap pendapatan petani walaupun secara parsial pestisida tidak memberikan pengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Meskipun demikian, secara deskriptif ditemukan bahwa anggota koperasi relatif memiliki apresiasi yang cukup baik terhadap keberadaan koperasi terutamadalam penyediaan kredit dan pemasaran hasil. Penelitian ini merekomendasi agar koperasi lebih memberikan peluang dan kemudahan kepada petani untuk memperoleh kredit dan petani diharapkan dapat lebih efektif dalam kegiatan koperasi yang dibantu dan dibimbing oleh pemerintah.Kata kunci : Koperasi, Usaha Tani.
Analisis Pelayanan Koperasi Unit Desa Terhadap Petani Anggota di Kabupaten Simalungun Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6706.245 KB)

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD) adalah sebuah lembaga ekonomi yang masih tetap eksis di Desa terutama di kawasan pertanian. Koperasi ini diupayakan menjadi sebuah institusi penyedia sarana produksi pertanian yang mampu menyediakan semua keperluan petani anggota dengan tepat waktu dan tepat jumlah. Adapun persepsi petani terhadap pelayanan KUD dalam hal simpan pinjam, pengadaan sarana produksi, kredit usaha tani, pelayanan jasa adalah termasuk dalam kategori baik sedangkan sebagai lembaga penyedia keperluan sehari-hari bagi anggota sepertinya kurang mendapat perhatian dan mendapat persepsi kurang baik karena banyaknya alternatif lain. Tingkat pelayanan koperasi terhadap petani anggota juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajemen koperasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga sepatutnya pengurus harus senantiasa mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang bagaimana mengelola sebuah organisasi koperasi dengan baik dan benar.  Hubungan kemitraan antara koperasi antara koperasi dengan anggotanya dan kemitraan dengan instansi terkait pun harus semakin ditingkatkan, supaya koperasi dapat semakin meningkatkan pelayanan dan kontribusinya yang baik kepada anggota. Bagi koperasi, pelayanan yang terbaik kepada anggota adalah merupakan cita-cita tertinggi dan terbaik demi keberlanjutan lembaga ekonomi desa ini.Kata kunci : Koperasi Unit Desa, Pelayanan.
Prospek Agribisnis Kopi Gayo Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 20, No 3 (2016): Akademia
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2696.486 KB)

Abstract

The coffee plant is one that requires an anual commodities very long time to produce the usual cultivated in almost every tropicalcontries including Indonesia. Part of robusta coffee farmers plant species, but farmers in Central Aceh Arabica coffee pursue preciselythis area became known as the largest producer of arabica coffee in Indonesia.  From The research result obtained Gayo coffee that was derived fromCentral Aceh is a spesialty coffee that has a market share of unique and disctintive. Tecnically this area is very suitable to Although it is recognized that during this very  often a high price fluctuations, but in practice the demand for coffee is always stable and tends to increase because actually when compared to robusta coffee is arabica coffee account for 70 percent of the world coffee market.It is therefore recommended to all stakeholders espesially the goverment , in order to give more serious attention, especially on the innovationaspect of planting and other supporting policies such as provision of capital and production facilities. Found that many foreign investor have flocket to this area to invest given the distinctiveness of this coffee is not found in other areas. it is hoped that the government and related institutions working to protectthe commodity gayo coffee as a commodityof Central Aceh's special because until recently trademarked gayo coffee is still owned by theDutch that their bargaining position than the farmers are very week.Kata kunci : Agribusiness, Gayo Coffee
Analisis Kontribusi Koperasi Pertanian Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Di Kabupaten Langkat Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 1, No 01 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4151.376 KB)

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dan swasta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat tani di pedesaan ialah dengan menggiatkan kehidupan berkoperasi terutama Koperasi Unit Desa 9KUD) dan lebih spesifik lagi adalah Koperasi Pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi koperasi pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani anggota dan untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani kelapa sawit yang dikelola oleh petani yang bekerjasama koperasi. Dari kajianteoritik diketahui berbagai variabel sosial ekonomi dapat mempengaruhi besarnya tingkat pendapatan petani sehinggan dalam penelitian ini diteliti pengaruh dari 3 variabel sosial yaitu tingkat pelayanan koperasiterhadap petani, tingkat partisipasi anggota kepada koperasi dan tingkat kemitraan antara petani dengan koperasi. Daftar pertanyaan dibagikan 40 kepala keluarga petani anggota KUD yang menjadi sampel penelitian. Analisis yang dipakai adalah model fungsi produksi Cobb-Douglass dan model Output-Input Ratio (OIR) dan perhitungannya dibantu dengan komputer program microstaat. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa secara parsial variabel tingkat partisipasi dan tingkat kemitraan berpengaruh nyata terhadap tingkat pendapatan petani pada tingkat kepercayaan 95%, sedangkan variabel tingkat pelayanan koperasi tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani. Secara simultan bahwa ketiga faktor tersebut memberikan yang sangat nyata kepada peningkatan pendapatan petani anggota koperasi, dimana nilai R-kuadratnya 0.9726% sehingga sangat nyata pada tingkat kepercayaan 99%. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi yang paling besar disumbangkan oleh variabel tingkat kemitraan karena mempunyai elastisitas paling besar yaitu 2.8475. Tingkat efisiensi usahatani dari petani sangat baik atau sangat layak dengan rata-rata OIR-nya sebesar 19.23 atau 1923% dimana sangat jauh melampui angka kelayakan 1 atau 100%. Penelitian ini merekomendasikan agar usaha ini semakin ditingkatkan melalui proses kemitraan antar kelembagaan karena ternyata sangat berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan petani.Kata kunci : Koperasi Pertanian, Pendapatan Petani.
MODELING OF COOPERATION TO IMPROVE RURAL ECONOMIC IN LANGKAT Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 1, No 01 (2016): Proceeding International Conference Agribusiness Development For Human Welfare
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.987 KB)

Abstract

Koperasi Unit Desa is a representation of public institutions should be able to become a pillar of the economy right in the rural, although currently experiencing a crisis of confidence. The research aims to improve the effectiveness and efficiency of service cooperatives in increasing the members' income. Outcomes research resulted in the cooperative model is ideal as an economic institution efficient, effective in increasing the members' income. The study was conducted in Langkat where the population are Koperasi Unit Desa’s active in the agricultural sector. The sampling technique used purposive random sampling. Research methods and development with a preliminary survey measures, planning models, test models, model validation and dissemination. Research instruments include a questionnaire, recording documents and tests. Data were analyzed by using descriptive analysis and t test. The initial stage of analysis cooperative services that match the demands of the members, then the appropriate service strategy used in the agricultural sphere. Also the analysis of the needs of members with regard to farming, so found materials to create a model for cooperative services that serve as the ideal next research materials. The results showed a success rate of cooperatives in rural economic development is influenced by many aspects such as the characteristics of the members, basic capabilities, management and performance of cooperatives. Best cooperative model is consistent with the character and potential of the community. There is a very close relationship between the aspects examined by the success rate of the cooperative. The government's role in building the economy is expected to create policies that favor the cooperatives. Build strong through Koperasi Unit Desa to exploit the potential of the community is the best way to build the economy so as to form agri-based cooperatives. The implication being offered is that in designing a development, should be implemented according to the characteristics and potential of an integrated approach to the region.Keyword : cooperative, the rural economy
MODELING OF COOPERATION TO IMPROVE RURAL ECONOMIC IN LANGKAT Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 4, No 2 (2016): International Journal of Advanced Research
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.717 KB)

Abstract

KUD is a representation of public institutions should be able to become a pillar of the economy right in the rural, although currently experiencing a crisis of confidence. The research aims to improve the effectiveness and efficiency of service cooperatives in increasing the members' income. Outcomes research resulted in the cooperative model is ideal as an economic institution efficient, effective in increasing the members' income. The study was conducted in Langkat where the population are KUDs active in the agricultural sector. The sampling technique used purposive random sampling. Research methods of research and development with a preliminary survey measures, planning models, test models, model validation and dissemination. Research instruments include a questionnaire, recording documents and tests. Data were analyzed by using descriptive analysis and t test. The initial stage of analysis cooperative services that match the demands of the members, then the appropriate service strategy used in the agricultural sphere. Also the analysis of the needs of members with regard to farming, so the found materials to create a model for cooperative services that serve as the ideal next research materials. The results showed a success rate of cooperatives in rural economic development is influenced by many aspects such as the characteristics of the members, basic capabilities,  management  and  performance  of  cooperatives.  Best  cooperative  model  is  consistent  with  the  character  and potential of the community. There is  a  very  close relationship between  the aspects examined  by the success rate  of the cooperative. The government's role in building the economy is expected to create policies that favor the cooperatives. Build strong through KUD to exploit the potential of the community is the best way to build the economy so as to form agri-based cooperatives. The implication  being  offered  is that in  designing  a  development, should  be implemented according  to  the characteristics and potential of an integrated approach to the region. Key words: cooperative, the rural economy
Wakaf Dalam Perspektif Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 1, No 01 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3274.61 KB)

Abstract

Dalam rangka membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan sangat diperlukan strategi khusus dalam konteks pemberdayaan sumber daya yang tersedia. Sumber ndaya dimaksud dalah human resources, natural resources dan capital resources serta skill yang optimal. Kondisi terkini yang terjadi di dunia pertanian adalah semakin sempitnya lahan produktif dari tahun ke tahun. (Terlalu banyak variabel yang mempengaruhinya, salah satu diantaranya adalah konversi lahan yang merajalela).Kita persis mengetahui bahwa pertanian merupakan sektor penopang kehidupan yang sangat strategis. Sayangnya sektor ini belakangan tampaknya sepi peminat. Apalagi kini harga produk hasil pertanian cenderung tak bersahabat dengan petani. Selain itu, profesi ini juga dianggap telah ketinggalan zaman dan tak menjanjikan. Hal ini berdampak pada banyaknya banyaknya lahan pertanian di desa-desa yang semakin tak terurus, bahkan dikonversi atau ditinggalkan menjadi lahan non pertanian.
Kajian Sosial Tentang Perkembangan Masyarakat Desa Muhammad Buchari Sibuea; Muhammad Thamrin; Gustina Siregar
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 4, No 02 (2003): Madani
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7919.699 KB)

Abstract

Masyarakat desa sebagai bagian integral dari wilayah negara, seyogyanya harus mendapat perhatian serius dalam konteks pengembangannya sehingga tidak menampilkan sosok yang sangat senjang dengan kota yang begitu kentara sebagaimana yang sering dialami oleh sebagian besar masyarakat desa. Ditinjau dari aspek sosial ternyata terlihat sebenarnya kultur masyarakat desa pun pada gilirannya telah terkontaminasi dengan segala hiruk pikuk seperti yang ditemukan di kota walaupun secara mikro masih dijumpai adanya ciri khas dari suatu desa. Dalam mengantisipasi keberadaannya, kawasan pedesaan yang identik dengan pertanian, harus senantiasa memperhatikan potensi dan daya dukung yang dimilikinya sehingga pada gilirannya dapat memberika kontribusi yang proporsional bagi pembangunan masyarakat desa itu sendiri. Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang perkembangan masyarakat desa yang sangat kompleks dikaitkan dengan aspek sosial masyarakat desa yang pada akhirnya dapat menjadi pertimbangan positif bagi pembaharuan dan pembangunan desa secara berkesinambungan.Kata Kunci : Sosial, Masyarakt, Desa 
Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dan Ketahanan Pangan Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 1, No 01 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4314.018 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat strategis dan penting. Pangan adalah kebutuhan pokok sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia, karenanya hak atas pangan menjadi bagian sangat penting dari hak azasi manusia. Di samping itu ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional yang saat ini dinilai paling rapuh. Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan yang dirumuskannya sebagai usaha mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merasa serta terjangkau oleh setiap individu.