Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELAYAKAN PENGUSAHAAN ITIK PEGAGAN PADA POLA KEMITRAAN INTI PLASMA (Kasus Desa Kotadaro II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir) Yanter Hutapea; Herwenita Herwenita
AGRONITAS Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Agronitas
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/ags.v1i2.122

Abstract

Itik pegagan sebagai sumber daya genetik lokal di Sumatera Selatan perlu dikembangkan karena sifat unggulnya dibanding itik jenis lain. Usaha untuk mempertahankan itik Pegagan sebagai salah satu potensi unggulan daerah dilakukan dengan membina petani lokal mengikuti pola inti plasma. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembibitan dan pengembangan itik pegagan pada pola kemitraan inti plasma. Pengkajian dilakukan di Desa Kotadaro II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir. Pengumpulan data pada tahun 2017 dan 2018 melalui observasi dan wawancara pada saat melakukan kunjungan survei berulang. Hasil kajian menunjukkan bahwa usaha pemeliharaan itik ini umumnya bukan berorientasi bisnis dengan kendala utamanya adalah permodalan usaha. Pola inti plasma yang diinisiasi menunjukkan bahwa usaha inti yang fokus pada pembibitan itik layak dikembangkan dengan NPV bernilai lebih besar dari nol dan IRR 20,6%. Usaha pengembangan itik oleh plasmanya layak dilakukan yang ditunjukkan dengan efisiensi usaha R/C pada tahun pertama dan kedua sebesar 1,28 dan 1,35. Pola kemitraan inti plasma dapat dikembangkan dengan menerapkan kesepakatan yang sudah dicapai dan perlunya mewujudkan Desa Kotadaro II sebagai Village Breding Centre (VBC) untuk mempertahankan keberadaan sumber daya genetik tersebut.
Relationship between Farmers Knowledge Level and Technologies Implementation in Tidal Swamp Land in South Sumatra Budi Raharjo; Herwenita Herwenita
Sriwijaya Journal of Environment Vol 4, No 3 (2019): AGROTECHNOLOGY AND SOCIOECONOMICAL WELFARE
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.512 KB) | DOI: 10.22135/sje.2019.4.3.165-170

Abstract

Mechanization and recent technology use in tidal swamp land is encouraged in order to increase farming efficiency and effectiveness. However, a lot of farmers still have less knowledge of new technologies thus field meeting is held as one of ways to accelerate information spread as well as to obtain feedback from farmers shortly. The study aims to determine the relationship between farmers’ level of knowledge and technology implementation by farmers; and farmers’ response on recent technologies introduced. It used a purposive sampling method with 100 participants of field meeting as respondents. Data was retrieved using questionnaires and analyzed descriptively to determine the level of knowledge and technology implementation by farmers while non-parametric Coefficient of Contingency test is used to know its relationship. The study revealed there is no significant relationship between farmers’ level of knowledge and technology implementation. However, farmers responded well and interested in implementing recent technologies in the future hence technology dissemination through field meetings and other dissemination channels should carried out continuously.