Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Mutu Pelayanan Puskesmas Standar MTBS dengan Pemberian Obat Untuk Kesembuhan Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kab. Dharmasraya Rati Purwati; Ita Dwiaini
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i1.1755

Abstract

Diseases that cause 7 out of every 10 deaths of children under five in developing countries including Indonesia are ARI, Diarrhea, Measles, Malaria and Malnutrition. The implementation of the IMCI standard has been carried out at the Koto Baru health center in Dharmasraya Regency, but no evaluation has been carried out on the relationship between the service quality of the Integrated Management of Sick Toddler Health Center standard with the recovery status of children under five. The purpose of this study was to determine the effectiveness of treating children under five at the Koto Baru Public Health Center with standard IMCI service quality in Dharmasraya Regency. The form of this research is observational using quantitative with case control design. Subjects were toddlers aged 2 months to 5 years, a total of 160 people consisted of 80 children under five who did not recover as the case group and 80 children under five who recovered as the control group. Samples were selected according to inclusion and exclusion criteria. Bivariable analysis using chi-square test and multivariable test with logistic regression. Bivariable analysis showed that there was a significant relationship between the service quality of the MTBS standard health center and the recovery status of children under five with a p value of 0.05). Public health centers with good service quality (according to the IMCI standard) have a higher cure rate for children under five than those with non-standard IMCI service quality.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN BIDAN DESA DALAM MELAKUKAN RUJUKAN KASUS KEGAWATDARURATAN OBSTETRI KE PUSKESMAS PONED DI KABUPATEN DHARMASRAYA rati Purwati
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Akademi Kebidanan SEMPENA NEGERI Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.163 KB)

Abstract

Berdasarkan data kelahiran pada tahun 2020 di Kabupaten Dharmasraya, jumlah kelahiran tercatat sebesar 6.945 kelahiran. Dari sebanyak 8.345 kelahiran tersebut, diketahui 902 kelahiran teridentifikasi mengalami komplikasi baik kebidanan dan neonatal, namun jumlah kasus yang dirujuk oleh bidan desa ke Puskesmas mampu PONED hanya sebesar 206 rujukan kasus komplikasi obstetri ke Puskemas mampu PONED atau jika diproporsikan hanya sebesar 32% kasus yang ditangani, hal ini menggambarkan masih rendahnya rujukan kasus kegawatdaruratan obstetri neonatal ke Puskesmas PONED yang dilakukan oleh bidan di Kabupaten Dharmasraya.Data kelahiran pada tahun 2020 di Kabupaten Dharmasraya, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel 30 bidan desa yang berada di wilayah Puskesmas PONED. Penelitian ini dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas PONED Kabupaten Dharmasraya, dari bulan januari sampai juni 2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap bidan dengan rujukan kasus kegawatdaruratan obstetri  ke Puskesmas PONED di Kabupaten Dharmasraya (p0,05). Namun tidak terdapat hubungan ketercapaian fasilitas dengan rujukan kasus kegawatdaruratan obstetri  ke Puskesmas PONED di Kabupaten Dharmasraya (p0,05). Faktor dominan yang mempengaruhi rujukan kasus kegawatdaruratan obstetri neonatal ke Puskesmas PONED di Kabupaten Dharmasraya adalah 38,25 kali dibandingkan dengan variabel lainnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI PUSKESMAS SITIUNG 1 KAB.DHARMASRAYA Rati Purwati; Sukmawati Sukmawati; Khairunisa Khairunisa
Jurnal Doppler Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jd.v7i2.12460

Abstract

World Healt Organization (WHO) in 2017, the maternal mortality rate in the world was 810 maternal deaths per 100.000 live births per day, and maternal mortality data in ASEAN showed that Indonesia ranks second highest. According to WHO reports, 75% of maternal deaths are caused by bleeding, infection and high blood pressure in the mother during pregnancy. Danger signs of pregnancy are signs or symptoms that indicate the mother or baby she is carrying is in danger. Every pregnancy, in its development there is a risk of pregnancy complications or complications. There for antenatal care must be carried out rountinely according to standars and in an integrated manner for quality antenatal services (Mahadewi, 2016). Analytical survey research method with a cross sectional approach. Cross sectional is research conducted in a certain time. Statistical test used chi square test. Through data analysis with statistical test using chi square with 34 respondents, the results showed that half of pregnant women with low knowledge levels were 17 people (50,0%). Then most of pregnant women with obedient levels in ANC visits were 19 people (55,9%). From the test result, the p-value = 0,53 >0, 05 means that there is no relationship between knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy and compliance with antenatal visits
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sitiung 1 Jorong Sungai Duo Kabupaten Dharmasraya Rati Purwati; Alviatun Nurjanah; Ita Dwiaini
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/dh1mcn28

Abstract

Perkembangan adalah bertambahnya sruktur dan fungsi yang ada. Priode ini anak usia 1-3 tahun berusaha mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja. hal ini merupakan hal yang penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara optimal, yang mana pada usia ini anak sudah mulai meniru dan mengembangkan kemandiriaan. Keluarga harus mengupaya tumbuh dan berkembang optimal untuk menghindari tumbuh kembang abnormal, meragukan ataupun menyimpang. Penyimpangan tumbuh kembang harus di deteksi sejak dini, terutama sebelum 3 tahun, supaya dapat segera di intervensi sebelum sukar untuk di perbaiki. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor perkembangan anak usia 1 sampai 3 tahun di wilayah kerja puskesmas sitiung 1 jorong sungai duo kabupaten Dharmasraya tahun 2023. Jenis penelitian adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. populasi dalam penelitian ini semua ibu yang memiliki anak berusia 1 sampai 3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sitiung 1 di Jorong Sungai Duo sejumlah 40 orang dengan metode Total Sampling. Analisa yang digunakan adalah Chi Square dengan hasil penelitian ini menunjukkan p value 0,039 untuk status gizi dengan perkembangan anak 1 sampai 3 tahun, p value 0,636 untuk perkembangan anak dengan pekerjaan ibu, dan p value 0,096 untuk perkembangan anak dengan jenis kelamin anak. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak, tidak ada hubungan antara perkembangan anak dengan pekerjaan ibu, dan tidak ada hubungan antara perkembangan anak dengan jenis kelamin anak. Saran untuk berpartisipasi dan bekerjasama dengan petugas kesehatan melalui dukungan dan motivasi kepada ibu untuk tetap memantau perkembangan anak usia 1 sampai 3 tahun.
PENGARUH PENGGUNAAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP RUAM POPOK PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BESAR TAHUN 2025 Rati Purwati; Evin Noviana Sari; Niken Suri
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3440

Abstract

Diaper rash is a common problem in infants that can cause discomfort and health problems. Factors that cause diaper rash include friction between the baby's skin and diaper, excessive moisture, bacterial or fungal infections, and poor diaper hygiene. This study aims to determine the effect of using Virgin Coconut Oil (VCO) on diaper rash in infants aged 0-12 months in the working area of Koto Besar Health Center in 2025. This study uses a quantitative method with a posttest only control group design, with 20 respondents divided into two groups: an experimental group (n = 10) given VCO on the diaper rash area, and a control group (n = 10) not given VCO. The sampling technique used is total sampling. The results showed that there was a significant difference between the experimental group and the control group in terms of diaper rash severity (p = 0.000; Wilcoxon test). This result indicates that the use of VCO can reduce the severity of diaper rash in infants aged 0-12 months. This study can be a reference for parents and health professionals in managing diaper rash in infants. Conclusion: Virgin Coconut Oil can be used as an alternative non-pharmacological management in reducing the severity of diaper rash in infants.Keywords: Diaper rash, Virgin Coconut Oil (VCO), infant, non-pharmacological management, alternative treatment