Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Abdimas

Meningkatkan Pendapatan Keluarga Melalui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Marningot Tua Natalis Situmorang
Media Abdimas Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Media ABdimas Vol 1 No 1 Bulan Maret 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.905 KB)

Abstract

Pemberdayaan ekonomi rumah tangga merupakan salah satu upaya pemerintah yang terus digalakkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat. Dalam pelaksanaannya, upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitar rumah tempat tinggal masyarakat itu sendiri. Bagi masyarakat di desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, sampah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal, hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Salah satu cara yang dapat dilakukan sebagai solusi dari permasalahan ini yaitu melakukan penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat di desa Telajung. Dalam penyuluhan tersebut dilakukan juga praktek pengolahan sampah rumah tangga khususnya sampah organik dengan metoda/langkah yang digunakan sebagai berikut : 1) Memperkenalkan sampah rumah tangga yang selama ini dibuang saja karena dianggap tidak bernilai ekonomis. 2) Pelatihan membuat alat pengolahan sampah dengan pengembangan metode 3R (Reuse, Reduce, Recycle) melalui sistem pilah dari sumber penghasil sampah dalam hal ini ibu-ibu rumah tangga. 3) Penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat terhadap sampah, sehingga mereka terus terlibat secara langsung dalam menangani sampah yang ada di rumah masing-masing. Melalui program ini baik dosen dan masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan, ilmu dan keterampilan maupun teknologi sederhana untuk menangani masalah sampah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Telajung.
Penyuluhan dan Penanaman Mangrove di Pangandaran Untuk Pantai Yang Lestari Marningot Tua Natalis Situmorang; Linda Noviana
Media Abdimas Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Media Abdimas Vol 1 No 3 Bulan November 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.992 KB) | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v1i3.2588

Abstract

Indonesia adalah negara dengan banyak pesisir pantai dan lautan yangmengelilinginya, maka sangat mungkin terjadi bencana yang beruntun danberganti-ganti di sekitar pantai dan pesisir. Bencana pasti menimbulkan korban,seperti Bencana banjir akibat luapan air laut dan abrasi yang melanda Pantai bisamengakibatkan korban berupa kerusakan rumah penduduk, jalan dan persawahan,akibat lanjutannya penyakit pun bermunculan seperti diare, busung lapar, malariaakibat sanitasi yang tidak ada dan sembarangan, tak jarang masyarakat yangdefresi, trauma dan bahkan gila, meninggal akibat korban dari bencanakekurangan makan dan minum air bersih.Membantu masyarakat dengan menyediakan bahan makanan, sudah biasadilakukan, namun lebih dari situ yang perlu juga dilakukan adalah memberikanrasa nyaman dan percaya diri mereka untuk kembali bersemangat hidup danberkehidupan sehari – hari di tepi pantai, kegiatan itu adalah berupa penanamandan memelihara mangrove karena dengan adanya mangrove maka ikan akanbertumbuh dan berkembang dengan baik, burung-burung akan hinggap, air lautjuga kalau pasang surut tidak menghempas rumah penduduk sehingga banjir akantercegah. Supaya masyarakat mau melakukan penanaman mangrove dan terusmenjaganya dengan serius, maka memberikan mereka pengetahuan tentangmangrove dan manfaatnya tetapi dengan yang tanpa menggurui apalagimenyalahkan mereka harus dilaksanakan, maka melaksanakan penyuluhan dengansharing bersama tentang apa itu mangrove dan kenapa perlu menanam mangrovedilaksanakan bersama di pantai tempat penanaman mangrove dan dilakukandengan canda tawa dan saling menghibur membuat tumbuh kepercayaan diri dankeyakinan mereka bahwa masih ada harapan untuk dapat melanjutkan hidupdengan baik dan sejahtera di pantai yang lestari.Setelah pelaksanaan kegiatan sharing tentang mangrove dan penanamanmangrove dilaksanakan, dilanjutkan dengan makan bersama, bermain bersama,bernyanyi bersama dan setelah itu masyarakat pulang dengan membawa sembako.Semoga dengan hal ini, masyarakat tumbuh kesadarannya untuk menjaga danmelestarikan mangrove, betapa masyarakat dari luar Pangandaran pun datang danberbagi untuk kelestarian mangrove.