Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESAIN MODIFIKASI SCREW EXTRUDER UNTUK MENINGKATKAN OUTFLOW YANG OPTIMAL DAN MENINIMALKAN CACAT PRODUK PADA PLASTIK Tatang Suryana
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.886

Abstract

Screw merupakan komponen utama dari sebuah mesin ekstrusi plastik yang berfungsi sebagai poros pendorong, dan pemotong, juga pengaduk plastik panas yang terdapatdidalam barrel, masalah yang kerap dialami industri Plastik selama ini adalah banyaknya rejeck (produk apkir/produk cacat). Dari hasil penelitian diketahui penyebab masalah kegagalan produk adalah kurangnya masukkan bahan kedalam cetakan, dan perlu adanya perubahan desain pada screw, karena screw merupakan jantungnya dari mesin ekstruder. Modifikasi yang dilakukan pada Screw diantaranya (desain pengaduk, sirip penghalang, kedalaman Kanal, dan sudut Helix) dengan tujuan agar keluaran (outflow) meningkat, terlebih pada mesin yang sudah memiliki usia pakai lama yang sering mengalami cacat produk dengan rata – rata cacat yaitu bolong, sobek dan dimensi produk tidak sama/menyimpang. Screw hasil modifikasi ini telah dilakukan pengujian dipabrik dengan menggunakan material plastik jenis ABS dan PP, lalu dihasilkan prestasi bahwa pada screw konvensional dengan putaran 60 rpm didapat keluaran sebesar 151x10−4m3/s, dengan tekanan Maksimum sebesar 239,1MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dan pada saat putaran dinaikkan menjadi 120 rpm didapatkan keluaran sebesar 302 x 10−4m3/s dengan tekanan maksimum sebesar 478,2 MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Pada screw Modifikasi dengan putaran 60 rpm didapatkan outflow (keluaran) sebesar 190 x 10−4m3/s dengan tekanan Maksimum sebesar 187,68MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dan pada saat putaran 120 rpm dengan screw modifikasi didapatkan outflow (keluaran) sebesar 380 x10−4m3/s dengan tekanan maksimum sebesar 375,36 MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dari hasil pengamatan didapatkan perbandingan yang sangat signifikan diantara kedua sampel uji yaitu dengan menggunakan screw modifikasi dihasilkan outflow sekitar 27% lebih besar bila dibandingkan dengan menggunakan screw konvensional pada putaran yang sama.
DESAIN MODIFIKASI SCREW EXTRUDER UNTUK MENINGKATKAN OUTFLOW YANG OPTIMAL DAN MENINIMALKAN CACAT PRODUK PADA PLASTIK Tatang Suryana
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.886

Abstract

Screw merupakan komponen utama dari sebuah mesin ekstrusi plastik yang berfungsi sebagai poros pendorong, dan pemotong, juga pengaduk plastik panas yang terdapatdidalam barrel, masalah yang kerap dialami industri Plastik selama ini adalah banyaknya rejeck (produk apkir/produk cacat). Dari hasil penelitian diketahui penyebab masalah kegagalan produk adalah kurangnya masukkan bahan kedalam cetakan, dan perlu adanya perubahan desain pada screw, karena screw merupakan jantungnya dari mesin ekstruder. Modifikasi yang dilakukan pada Screw diantaranya (desain pengaduk, sirip penghalang, kedalaman Kanal, dan sudut Helix) dengan tujuan agar keluaran (outflow) meningkat, terlebih pada mesin yang sudah memiliki usia pakai lama yang sering mengalami cacat produk dengan rata – rata cacat yaitu bolong, sobek dan dimensi produk tidak sama/menyimpang. Screw hasil modifikasi ini telah dilakukan pengujian dipabrik dengan menggunakan material plastik jenis ABS dan PP, lalu dihasilkan prestasi bahwa pada screw konvensional dengan putaran 60 rpm didapat keluaran sebesar 151x10−4m3/s, dengan tekanan Maksimum sebesar 239,1MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dan pada saat putaran dinaikkan menjadi 120 rpm didapatkan keluaran sebesar 302 x 10−4m3/s dengan tekanan maksimum sebesar 478,2 MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Pada screw Modifikasi dengan putaran 60 rpm didapatkan outflow (keluaran) sebesar 190 x 10−4m3/s dengan tekanan Maksimum sebesar 187,68MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dan pada saat putaran 120 rpm dengan screw modifikasi didapatkan outflow (keluaran) sebesar 380 x10−4m3/s dengan tekanan maksimum sebesar 375,36 MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dari hasil pengamatan didapatkan perbandingan yang sangat signifikan diantara kedua sampel uji yaitu dengan menggunakan screw modifikasi dihasilkan outflow sekitar 27% lebih besar bila dibandingkan dengan menggunakan screw konvensional pada putaran yang sama.
Analisa Sistem Transmisi Pulley Dan V-Belt Pada Mesin Poles Prototipe Yuda Ardiansyah; Rizal Rahman; Tatang Suryana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2053

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sistem transmisi pulley dan v-belt dalam percanaan mesin poles prototipe. Sistem transmisi merupakan salah satu komponen penting dalam mesin untuk mengalirkan daya dari motor penggerak ke komponen yang membutuhkan tenaga gerak, seperti spindel mesin poles. Metode yang dipakai yakni metode analitik yang dilaksanakan melalui proses menghitung memakai sejumlah rumus baku dalam elemen mesin. Berdasarkan perhitungan yang dilaksanakan pada perancangan sistem transmisi mesin poles prototipe ini meliputi ukuran diameter pulley, daya perencanaan, panjang belt, jarak sumbu poros, besar tegangan aksial pada berat massa 2 kg dan besar beban aksial yang diterima poros. Pada proses menghitung perencanaan sistem transmisi ini didapatkan hasil ukuran diameter pulley penggerak 102 mm serta untuk pulley yang digerakan 38 mm, daya perencanaan 1,8 kW, panjang belt 704,06 mm, jarak sumbu poros 240 mm, tegangan aksial yang diterima poros 176,62 mm2, besar tegangan aksial pada massa 2kg sebesar 0,11 N/mm2.
Analisis Performa Sensor Beban (Load Cell) pada Mesin Prototipe Uji Puntir Berbasis Arduino Krisna Agung Prasodjo; Tatang Suryana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 8 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i8.32959

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis performa sensor beban (load cell) pada mesin prototipe uji puntir berbasis Arduino dalam mengukur gaya puntir pada berbagai jenis material. Sistem mikrokontroler untuk pengujian material berkembang karena menawarkan kemudahan, efisiensi biaya, dan pengolahan data real-time, namun penelitian mengevaluasi performa load cell pada uji puntir dibandingkan alat standar masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian langsung pada tiga spesimen, yaitu Baja ST-41, Stainless Steel SUS-304, dan kuningan, masing-masing berdiameter 5 mm. Sistem pengujian terdiri atas sensor load cell berkapasitas 350 kg terintegrasi Arduino Uno dan modul penguat sinyal HX711, dikalibrasi sebelum pengujian untuk memastikan keakuratan pengukuran. Setiap spesimen diuji tiga kali dengan pembebanan maksimum 750 N. Data dianalisis berdasarkan momen puntir, sudut puntir, dan akurasi pembacaan sensor, dibandingkan dengan perhitungan teoritis dan data alat uji standar. Hasil menunjukkan sensor load cell bekerja baik dengan pembacaan stabil sepanjang pengujian. Nilai rata-rata momen puntir pada Baja ST-41 sebesar 6,60 N·m, Stainless Steel SUS-304 sebesar 9,01 N·m, dan kuningan sebesar 4,76 N·m. Pembacaan sensor memiliki tingkat kemiripan terhadap data alat uji standar sebesar 81,82% pada Baja ST-41, 96,67% pada Stainless Steel SUS-304, dan 88,15% pada kuningan. Perbedaan pengukuran aktual dan perhitungan teoritis dipengaruhi kondisi pengujian seperti gesekan mekanis, karakteristik material, kekakuan rangka, serta kalibrasi sensor. Sensor load cell terintegrasi Arduino Uno dan modul HX711 terbukti berperforma baik, memberikan hasil representatif, serta layak digunakan sebagai sistem pengukuran digital prototipe uji puntir skala laboratorium. Implikasi praktisnya adalah tersedianya alternatif sistem pengukuran ekonomis dan akurat untuk praktikum dan penelitian pengujian material.