Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian State of the Art Pola Teritorialitas Kotagede Menggunakan Metode Space Syntax Azahar Purwanto; Revianto Budi Santosa
MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Arsitektur Universitas Matana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33510/marka.2021.5.1.39-60

Abstract

Lorong, halaman dan rumah yang berada di Kampung-kampung Kotagede saling berkaitan dan terhubung dengan pola teritorialitas. Namun akibatnya sering terjadinya tumpang tindih ketika personal space menjadi communal space. Selain itu, terjadinya perubahan sosial dengan adanya kunjungan wisatawan ke Kotagede mengakibatkan adanya perubahan perilaku yang berkaitan dengan gaya hidup masyarakat Kotagede. Interaksi masyarakat Kotagede antara penghuni sebagai pemilik yang melakukan interaksi dengan tamu ataupun wisatawan menghadirkan pola teritorialitas yang unik untuk dikaji lebih lanjut. Satu cara untuk mengkaji adalah menggunakan metode space syntax. Namun dalam penggunaan metode space syntax perlu diuji sehingga dapat menghasilkan kajian yang mendalam, yang mana analisa space syntax terbatas oleh sosial dan konfigurasi ruang, tidak pada interaksi yang terjadi di Kotagede. Makalah ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban berupa terujinya relavansi metode space syntax untuk mengkaji aspek teritorialitas di Kotagede berdasarkan rumusan state of the art. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan mencari penelitian terdahulu berkaitan dengan Kotagede, teritorialitas dan space syntax dengan dua teknik pengolahan data berupa teknik dokumentasi dan konten analisi. Hasil kajian menemukan, metode space syntax relevan untuk digunakan mengkaji pola teritorialitas di Kotagede namun memerlukan pendekatan pendamping agar mampu menjawab secara komprehensif.
Pengaruh Astronomi Islam pada Masa Golden Age Terhadap Arsitektur Iga Nur Ramdhani; Revianto Budi Santosa
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 7, No 1 (2021): Al-Marshad
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jam.v7i1.6888

Abstract

Ilmu pengetahuan tentang astronomi pada masa golden age hingga kini terus menjadi perbincangan, kemudian bidang keilmuan ini seringkali dihubungkan dengan berbagai ilmu lain yang terkait. Maka topik mengenai hubungan antara ilmu astronomi pada masa golden age dengan arsitektur menarik untuk di diskusikan. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh astronomi terhadap bidang arsitektur. Penulis melakukan penelitian melalui metode deskriptif kualitatif, dan dengan teknik pengumpulan data dari studi kajian pustaka. Penulis menemukan adanya beberapa aspek arsitektur yang dapat dihubungkan dengan ilmu astronomi. Kemudian kami menyimpulkan bahwa terdapat aspek yang menjelaskan adanya implikasi astronomi terhadap arsitektur, yaitu arah kiblat pada masjid, dan pengaruh arah mata angin terhadap bangunan umum lainnya. Studi ini menunjukkan bahwa para ilmuan dibidang arsitektur dan para praktisi arsitek dapat terus mengembangkan inovasi dan ilmu pengetahuan arsitektur yang dihubungkan dengan astronomi di masa mendatang.
Akulturasi dalam arsitektur jawa di Yogyakarta: Fasad berpedimen dalam arsitektur jawa di Kraton Yogyakarta dan Dalem Notonegaran Hendria Bagja Prasthia; Putu Ayu P Agustiananda; Revianto Budi Santosa
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i2.864

Abstract

Di awal era abad ke-20, kolonialisme Eropa mendominasi hampir seluruh dunia. Pada masa tersebut berkembang akulturasi antara budaya Eropa dan budaya setempat di wilayah koloni dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk juga dalam arsitektur. Sejumlah kajian yang berkembang tentang akulturasi arsitektur di negeri jajahan pada masa kolonial akhir sangat menekankan pada agen-agen Eropa dalam upaya mereka mengapresiasi tapi sekaligus mendominasi budaya setempat. Kajian ini bertujuan untuk mengajukan cara pandang alternatif dalam memahami akulturasi arsitektur dengan mengangkat kalangan elite Jawa sebagai tokoh utama dan agen perubahan. Arsitektur Jawa memiliki tradisi yang panjang dengan rumusan langgam yang jelas, namun juga memiliki daya adaptasi yang tinggi sehingga memungkinkan untuk berakulturasi dengan arsitektur dari berbagai langgam. Salah satu dinamika yang menarik pada abad ke-20 adalah perkembangan komponen fasade yang mengadaptasi Arsitektur Neo-Klasik Eropa. Pedimen yang berkembang sejak masa Yunani Kuno ternyata dikembangkan terus sebagai rujukan arsitektur Eropa hingga sekarang. Di Yogyakarta komponen fasade dengan pedimen yang ditopang kolom berganda ternyata dikembangkan di kalangan ningrat dengan ragam akulturasi dengan budaya Jawa yang sangat kaya. Kajian ini berupaya untuk memahami pola-pola bentuk hasil akulturasi pada fasade dengan pedimen ini pada sejumlah bangunan di Kraton Yogyakarta dan di Dalem Notonegaran. Dari pembandingan ini didapati bahwa akulturasi tersebut menampilkan sisi progresif Arsitektur Jawa dengan berbagai kebaruan sintesisnya yang melibatkan elemen-elemen Arsitektur Eropa tapi juga mengangkat berbagai khasanah budaya Jawa dengan kebaruan komposisi, teknologi dan representasi.
Hospital Architecture Adaptability: A Systematic Analysis of Concepts, Implementation, and Measuring Tools Pandu Dewanata; Revianto Budi Santosa; Yulianto Purwono Prihatmaji
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v6i1.8756

Abstract

This research aims to explore the concept of adaptability in hospital architecture through a systematic literature review. The methodology used was Systematic Literature Review (SLR) with PRISMA approach, utilising Watase Uake platform for analysis for the analysis of 26 selected articles published between 2015 and 2024. The results show that the need for adaptability of hospital architecture is driven by advances in medical technology, demographic changes, and learning from the COVID-19 pandemic. Findings reveal that the implementation of modular design, separation of building systems into independent layers, and integration of information technology can facilitate building adaptability. The development of measurement tools from simple qualitative approaches to comprehensive models such as GAAT, OBAT, and OFAT designed specifically for healthcare facilities. However, their implementation still faces gaps especially in different local contexts. This research contributes to the understanding of the importance of adaptability in hospital design and highlights the need for the development of more specific measurement tools for the Indonesian context.
KAJIAN PENGARUH MATERIAL ATAP DAN BENTUK ATAP JOGLO TERHADAP SUHU RUANG DALAM : Atap Joglo, Kenyamanan jenis material atap, Kenyamanan suhu ruang dalam agil satrio pambudi; Noor Cholis Idham; Revianto Budi Santosa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4071

Abstract

Abstract: Architecture is a manifestation of cultural identity that involves a cultural process and has an internal nature. In Javanese society, the knowledge of building houses is carried out through traditions and simple methods. Traditional Javanese houses have many variations in roof forms, with the Joglo roof drawing particular interest and encouraging deeper exploration into traditional Javanese architecture. However, many people still lack an understanding of how the traditional Javanese roof affects indoor temperature. It is important to understand the factors that influence the choice of roofing materials and the shape of the Joglo roof in relation to indoor thermal comfort. Additionally, identifying the research landscape related to this topic is essential. This study uses a systematic literature review by collecting several journals related to roofing materials, Joglo roofs, indoor thermal comfort, and traditional Javanese house comfort. The aim is to analyze research conducted over the past ten years. The results explain how the realization of Javanese houses and their spatial and formal meanings are deeply rooted in culture. Over time, the development and use of various roofing materials and forms have become influential factors in determining indoor temperature, as seen in studies from the last decade. Keyword: Joglo Roof 1, Comfort Of Roofing Material Type 2, Indoor Thermal Comfort 3 Abstrak: Arsitektur merupakan perwujudan identitas budaya yang memiliki proses kultural dan bersifat internal. Masyarakat jawa dalam pengetahuan membangun rumah dilakukan dengan tradisi, dan cara sederhana. Rumah tradisional jawa memiliki banyak bentuk varian atap Joglo membuat minat dalam memperluas pengetahuan dibidang arsitektur tradisional jawa menjadi diminati oleh masyarakat sampai sekarang. Namun sayangnya banyak yang kurang memahami bagaimana atap rumah tradisional Jawa itu bekerja terhadap suhu ruang dalam. Pentingnya mengetahui faktor yang mempengaruhi pada penggunaan jenis material atap dan bentuk atap joglo terhadap suhu ruang dalam. Serta bagaimana peta penelitian yang kaitanya dengan penelitian ini. Metode dalam penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan mengumpulkan beberapa jurnal terkait dengan judul kenyamanan material atap, atap Joglo, kenyamanan suhu ruang dalam, dan kenyamanan rumah tradisional Jawa. Bertujuan agar bisa mempelajari penelitian dari rentan penelitian terkait. Hasil penelitian ini dalam pembelajaran literatur yang sudah dilakukan sesuai kata kunci dalam rentan waktu sepuluh tahun terakhir. Secara khusus menjelaskan kaitanya proses perwujudan pada rumah jawa serta makna makna yang terkandung didalamnya, dari ruang hingga bentuknya. Pada prosesnya perkembangan jenis material atap serta penggunannya pada beberapa varian bentuk atap menjadi faktor yang berpengaruh kaitanya dengan suhu ruang dalam pada penelitian sepuluh tahun terakhir. Kata Kunci: Atap Joglo, Kenyamanan jenis material atap, Kenyamanan suhu ruang dalam  
Kajian Kemutakhiran Penerapan Metode Adaptasi Berkelanjutan: Pendekatan Kajian Literatur Muhamad Irfan Zaky Mubarrak; Revianto Budi Santosa
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i10.2857

Abstract

Dunia perancangan dan konstruksi memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan alam dan tatanan sosial masyarakat, baik proses pengerjaan, penggunaan, sampai pembuangannya. Paham berkelanjutan dapat membantu mempraktikkan dan mendorong cara hidup yang berkelanjutan bagi proses tersebut. Selain itu, pembahasan mengenai bangunanan adaptasi berkaitan erat dengan keberlanjutan proses, fungsi, dan nilai bangunan. Kegiatan adaptasi dilakukan untuk mengelola dan mengendalikan perubahan dalam konteks fungsional dan fisik bangunan sehingga lebih efisien dan efektif. Berdasarkan isu Sustainable Development Goal’s (SDG), paham berkelanjutan merupakan agenda dunia pembangunan untuk perdamaian dan kemakmuran manusia dan alam. Melalui karya ini, peneliti mengkaji penerapan adaptasi berkelanjutan dan mencari kemutakhirannya pada kaitannya terhadap isu SDG. Selanjutnya, kajian antarvariabel adaptasi berkelanjutan yang menggunakan analisis pemetaan bibliometrik untuk menemukan gap terhadap kemutakhiran yang ada. Penelitian ini berupa kajian literatur yang menggunakan metode Sistematic Literature Review (SLR) dengan pembahasan terkait adaptasi berkelanjutan sehingga peta besar kaitan antarmetode dan konteks  dapat diketahui. Dari kajian literatur dan pemetaan tersebut akan ditemukan kemutakhiran terhadap perkembangan metode adaptasi berkelanjutan dan gap yang terjadi. Temuan tersebut akan disesuaikan dengan konteks permasalahan dan kedalaman penelitian terhadap permasalahan yang berbeda dari setiap referensi.