Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JIAR

ANALISIS PIUTANG DAN HUTANG SEBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LIKUIDITAS PADA PERUSAHAAN LISTRIK MILIK DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN Irsan Irsan
Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah (JIAR)
Publisher : Institut Rahmaniyah Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51877/jiar.v2i2.80

Abstract

Perusahaan Listrik Milik Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, PT Muba Electric Power (PT MEP) dengan usaha bidang ketenagalistrikan pada tahun 2017 memiliki Current Ratio dengan jumlah aktiva lancar sebanyak 2,5 kali hutang lancar atau setiap 1 rupiah hutang lancar dijamin oleh 2,5 rupiah harta lancar atau 2,5 : 1. Pada tahun 2017 ini likuiditas perusahaan dikategorikan dalam kondisi sehat. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah aktiva lancar sebanyak 0,7 kali hutang lancar atau setiap 1 rupiah hutang lancar dijamin oleh 0,7 kali harta lancar atau 0,7 : 1. Kondisi di tahun ini perusahaan dalam kondisi tidak sehat atau kesulitan likuiditas.Quick ratio ideal rata-rata industri senanyak 1 kali, pada tahun 2017 quick ratio PT MEP sebesar 2,5 kali berarti sehat, sedangkan untuk tahun 2018 quick ratio sebesar 0,7 kali jauh di bawah angka 1 berarti tidak sehat.Faktor-faktor penyebab PT MEP kesulitan likuiditas, adalah jumlah piutang usaha yang tidak wajar dan sulit ditagih, junlah hutang yang sangt tinggi terutama pada PT Daruma Mitra Alam dan PT PLN tanpa diimbangi dengan jumlah pendapatan.
ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA RUMAH BURUNG WALET DI KECAMATAN LALAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN Irsan Irsan
Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah (JIAR)
Publisher : Institut Rahmaniyah Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51877/jiar.v3i2.152

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kelayakan usaha rumah burung walet (RBW) jika ditinjau dari aspek finansial. Lokasi penelitian di kecamatan Lalan kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, dengan letak geografis berupa sawah dan perairan yang sesuai dengan habitat kehidupan burung walet. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dari aspek finansial dengan 6 jenis kriteria investasi yaitu Payback Period (PP), Break Event Point (BEP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Dalam penelitian ini mengggunakan discount factor (df) 12%, hasilnya menunjukkan NPV sebesar Rp 231.901.674,- BEP sebesar 30,17 kg atau sebesar Rp 407.345.952,- Net B/C sebesar 4.75, PI sebesar 2,2 dan IRR sebesar 26%. Payback Period menunjukan bahwa jangka waktu pengembalian investasi selama 4 tahun 11 bulan. Berdasarkan analisis tersebut usaha RBW ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan secara finansial.
AUDIT PIUTANG PELANGGAN LISTRIK YANG DIKELOLA BUMD KABUPATEN MUSI BANYUASIN Irsan Irsan
Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah (JIAR)
Publisher : Institut Rahmaniyah Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51877/jiar.v1i2.31

Abstract

Piutang usaha yang dapat dirubah bentuknya menjadi dana segar (fresh money) akan memberikan kontribusi yang besar terhadap performa kas sehingga operasional perusahaan dapat berjalan lancar. Di saat adanya ketimpangan dan ketidakwajaran maka diperlukan audit/pemeriksaan oleh pihak yang berkompeten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah struktur pengendalian piutang pelanggan di PT. Muba Electric Power sudah berjalan dengan efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BUMD bidang ketenagalistrikan yang dikelola oleh PT. Muba Electric Power tersebut belum melakukan pengendalian piutang pelanggan dengan baik dimana perusahaan tidak melaksanakan pengawasan terhadap aktivitas staf bagian Administrasi Pelanggan atas pemasangan sambungan baru dan tambah daya. Perusahaan tidak nencatat jurnal pengakuan piutang denda keterlambatan, serta tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) Piutang Pelanggan. Dari segi mitra kerja, pencatat meter (cater) selain menyerahkan rekap hasil pencatatan meter tidak melaporkan secara tertulis kejadian-kejadian di lapangan seperti adanya KWH meter yang sudah dicabut atau ada pelanggan yang minta KWH meternya dicabut karena tidak mau bayar. Penagih Rekening tidak membuat perincian tertulis jumlah uang yang disetor ke rekening bank PT. MEP berapa jumlah tagihan yang diterima dan terdiri tagihan dari bulan berjalan atau tunggakan bulan sebelumnya, serta berapa jumlah denda yang diterima. Sehingga adanya perbedaan data laporan piutang pelanggan per 31 Desember 2015 antara bagian akuntansi dengan bagian niaga tanpa bisa dijelaskan. Akumulasi piutang pelanggan tahun 2011 sampai dengan 2015 pun tersisa masih sangat tinggi yaitu sebesar 15,97 milyar rupiah.