Krisma Lekitoo
Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRUKTUR VEGETASI HABITAT PALEM KOL IRIAN (Licuala tllifera Becc.) PADA KAWASAN HUTAN PRIMER KALI WARAMUI DISTRIK MASNI KABUPATEN MANOKWARI Krisma Lekitoo; Hans F.Z. Peday; Rocky CH. Metalmety
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.6.581-595

Abstract

Salah satu jenis palem yang terdapat pada kawasan hutan Kali Waramui adalah jenis palem kol irian (Licuala  tilifera  Becc.). jenis palem ini merupakan salah satu jenis palem endemik Papua dan sangat berpotensi sebagai tanaman  hias lokal terutama bagi masyarakat yang berada pada daerah papua. Namun sampai saat ini informasi mengenai potensi dan habitat jenis palem tersebur pada kawasn hutan Kali Waramui masih sangat kurang sehingga langkah yang perlu diambil adalah melakukan penelitian pada kawasan hutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan kondisi habitat jenis kol irian (Licuala tilifera) pada kawasan hutan primer Klai Waramui di Kampung Meikosa Disrtik Masni Kabupaten Manokwari yang terletak pada kawasan hutan dataran rendah Prafi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Pengamatan terhadap palem Licuala tilifera dilakukan bersama-sama dengan tumbuhan berkayu (pohon) dengan menggunakan contoh samplig kombinasi plot dan jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa habitat Licuala tilifera terdiri dari 102 jenis vegetasi kayu berkayu dari 30 famili yang membetuk struktur dan komposisi hutan Kali Waramui. Vegetasi tumbuhan berkayu pada tingkat pohon yang dominan di antaranya pimelliodendron amboinensis, Alpitoinia microcorpa, Alstonia scholaris, dan Intsia Palembonica. Struktur populasi Licuala tilifera membentuk struktur populasi yang normal. Semai (55,17%) menempati dasar piramida, tumbuh muda (27,59%) menempati bagian tengah, dan puncak piramida ditempato oleh tumbhan dewasa(17,24%). Licuala tilifera pada kawasan Kali Waramui tumbuh baik pada ketinggian tempat 255-390m dpl, kelerangan 0-115%. kisaran kelerengan tersebut sanagat bervariasi dan memiliki kondisi habitat yang datar,lereng,lembah dan puncak, pada tanah-tanah dengan keadaan solum sedang, sedikit berbatu, banyak serasah atau bahan organik dan tanah umumnya kering, lembab, sedikit atau belumpur dengan naungan sedang sampai berat (60-90%), suhu optimum berkisar antara 27-30 C dan kelembaban berkisar antara 75-92%. Habitat demikian umumnya terdapat pada lembah-lembah dan lereng-lereng yang tidak curam (kelerengan<20%).
ANALISIS VEGETASI PADA HUTAN KORIDOR CAGAR ALAM PEGUNUNGAN TAMRAU UTARA DAN SUAKA MARGA SATWA JAMURSBA-MEDI SORONG Krisma Lekitoo; Julius D Nugroho; Rocky CH Metalmety
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.303-317

Abstract

Cagar  Alam Pegunungan  Tamrau Utara dan Suaka Margasatwa  Jamursba  Medi adalah dua kawasan konservasi  yang terdapat diPapua.    Kedua kawasan konservasi  inimulai tahun 2000 telah diusulkan untuk digabungkan  menjadi satu yaitu kawasan Taman  Nasional  Pegunungan  Tamrau Utara- Pantai Jarnursba-Medi.   Sebagai kawasan  konservasi  kedua kawasan itu   memiliki beberapa   prioritas  yang berdasarkan  pada  kekayaan jenis,  keanekaragaman habitat, dan nilai keunikan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  struktur dan komposisi jenis tumbuhan berkayu  pada hutan dataran rendah koridor Cagar Alam (CA) Pegunungan TamrauUtara dan Suaka Margasatwa  (SM) Jamursba-MediSorong.Metode yang digunakan dalam penelitian in iadalah metode deskriptif dengan teknik survey. Pengambilan contoh vegetasi menggunakan  petak  contoh Witthaker yang telah di modifikasi.  Peletakan petak contoh dilakukan secara  purposif dengan memperhatikan faktor kelerengan,  ketinggian tempat, danjarak dari sungai.Hasilpenelitian menunjukkan  bahwa populasi hutan  dikoridor C.A. Pegunungan  Tamrau Utara S.M.Pantai Jamursba-Medi  tersusun atas 52 jenis pohon, 23 jenis tiang, 28 jenis pancang, dan 42 jenis anakan.  Pada tingkat pohon terdapat 23 famili,tingkat tiang 15 famili, tingkat pancang  18 famili,dan tingkat anakan 30famili.Padatingkat permudaan semaivegetasi berkayu (pohon) yangdominan adalah Drypetes longifolia,Meme cylonsp.,dan Sizygiumsp.;pada tingkat permudaan  pancang jenis  yang dominan adalah Canarium indica,Vaticap apuana,dan Lithocarpusr ufovillosus; tingkat permudaan tiangjenis  yang dorninan adalah L.rufovillosus, Reinwardtiodendronsp., dan Urandra brasii;sedangkan pada tingkat pohon jenis yang dominan adalah L.rufovillosus ,Intsiapalembanica ,dan Pometiapinnata.
JENIS TUMBUHAN PAKAN KUSKUS DIPULAU MOOR KECAMATAN NAPAN WEINAMI KABUPATEN NABIRE Krisma Lekitoo; Permenas Dimomonmau; Marinus Rumawak
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.461-476

Abstract

Salah satu jenis fauna Papua yang tergolong langka dan bernilai ekonomi tinggi adalah kuskus.Secara urnum, diPapua terdapat 5 jenis kuskus yang dilindungi oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 247/KPTS/UM/4/1979,  yaitukuskus kelabu (Phalanger gymnotis),kuskus bertotol biasa (Spilocuscus maculatus),kuskus timur (Phalangerorientalis), kuskus bertotol bitam (Phalanger rufoniger),dan kuskus rambut sutera (Phalangervestitus).Di Pulau Moor Kecamatan Napan Weinami Kabupaten Nabire terdapat 2 jenis kuskus yang dilindungi yaitu Spilocuscu smaculatus dan Phalanger orientalis. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahu ijenis-jenis vegetasi sebagai pakan kuskus diPulau Moor Kecamatan Napan Weinami Kabupaten Nabire. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey dan wawancara semi struktural dengan informan kunci (keyinformen) untuk mengetahui jenis-jenis pakan alami yang dikonsumsi oleh kuskus tersebut. Hasil penelitian  menunjukkan babwa terdapat 34 jenis vegetasi sebagai pakan kuskus yang terdiri dari 8 vegetasi tergolong tanaman pertanian dan 26 jenis vegetas itergolong vegetasi hutan. Daya dukung habitat kuskus diPulau Moor secara umum masih dibawah daya dukung maksimum.