Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Petani Hutan Rakyat Jati di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Musdi Musdi; Hardjanto Hardjanto; Leti Sundawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.123-135

Abstract

Hutan rakyat merupakan salah satu usaha tani yang umum dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Muna. Motivasi utama para petani untuk mengembangkan hutan rakyat adalah sebagai investasi untuk menunjang perekonomian rumah tangganya di masa depan. Pengelolaan hutan rakyat yang baik harus didukung oleh petani yang kompeten. Saat ini belum banyak kajian terkait dengan tingkat kompetensi petani dalam mengelola hutan, oleh karena itu perlu dilakukan kajian terhadap kinerja petani dalam mengelola hutan guna menjaga dan meningkatkan produktivitas hasil hutannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kompetensi petani hutan rakyat jati; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling berdasarkan pada domisili dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Structural Equation Modeling (SEM) yang dioperasikan dengan program Linear Structural Relationship (LISREL) digunakan sebagai analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kompetensi petani termasuk dalam kategori sedang, dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan petani dan tindakannya dalam mengelola hutan rakyat jati. Kompetensi petani dipengaruhi secara nyata oleh faktor eksternal yaitu kelompok tani dan akses informasi. Indikator yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi petani adalah keberadaan kelompok tani. Tingkat kompetensi yang dimiliki petani saat ini memberikan gambaran tentang bentuk pengelolaan hutan rakyat yang telah dilakukan.
Pemanfaatan Limbah Padi menjadi Arang Sekam oleh Petani Lahan Gambut Musdi Musdi; Hendra Kurniawan; Ahmad Parlaongan
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 2 SEPTEMBER 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.298 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i2.9761

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Salah satu pemanfaatannya yaitu dengan diolah menjadi arang sekam. Kandungan pH yang tinggi pada arang sekam diharapkan dapat memperbaiki kondisi lahan dengan kandungan pH tanah yang rendah seperti tanah gambut. Petani yang berada di Desa Sungai Tawar, Desa Petanang, dan Desa Kempas memiliki lahan pertanian yang berada di tanah gambut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menghadapi masalah pengelolaan di lahan gambut dengan mengaplikasikan pemanfaatan limbah pertanian menjadi arang sekam. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif dan pelatihan. Pengabdian kepada masyarakat dengan penyuluhan dan pelatihan kepada petani lahan gambut memberikan dampak positif. Pelatihan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah padi untuk diolah menjadi arang sekam. Limbah pertanian sekam padi yang sebelumnya dianggap sebagai masalah menjadi bermanfaat setelah dilakukan pengelolaan yang baik dan benar. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia bisa sedikit di kurangi. Selain itu, permasalahan yang dihadapi mengenai lahan pertanian pada kawasan gambut bisa diatasi.
KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA Musdi Musdi; Hardjanto Hardjanto; Leti Sundawati
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol 2, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/bonita.v2i2.493

Abstract

Pengelolaan hutan rakyat diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi hutan rakyat yang dihasilkan. Pemilihan pola tanam dapat menjadi faktor pendukung didalam keberhasilan mengelola hutan rakyat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani dengan pola tanam yang diterapkan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 100, yang merupakan petani hutan rakyat yang berdomisili di Kecamatan Kabawo. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pola tanam hutan rakyat di Kecamatan Kabawo terdiri atas 3 macam yaitu monokultur, kebun campuran dan agroforestry dengan 81 % petani mengadopsi pola tanam monokultur. Pola tanam ini dipilih karena dalam perawatannya tidak membutuhkan perlakuan yang banyak. Kontribusi pendapatan hutan rakyat adalah 7,25% dari rata-rata pendapatan total keluarga petani per tahun. Rendahnya kontribusi hutan rakyat disebabkan oleh usaha hutan rakyat masih merupakan pekerjaan sampingan dan luas lahan yang digunakan tergolong kecil.