Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS LINI PRODUKSI PRODUK PANEL BOX PT. DWIMUKTI GRAHA ELEKTRINDO DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) DAN PERBAIKAN PRODUKTIVITAS Didien Suhardini; Arnolt Kristian Pakpahan; Arum Tri Astuti
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.03 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i2.1534

Abstract

PT. Dwimukti Graha Elektrindo menghasilkan produk utama Panel Box. Masalah yangdihadapi adalah target produksi tidak tercapai. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan metodeobjective matriks (OMAX) dengan indeks produktivitas bulan Januari 0, sebagai periode dasar, bulanFebruari naik 0,56%, empat bulan berikutnya terjadi penurunan 1-1,97% secara berturut-turut.Penyebab penurunan produktivitas adalah faktor manusia karena seringnya pergantian karyawan,kurang training, banyak operator yang absen, mudah lelah, dan kurang teliti. Faktor metode yaitu tidakmembaca SOP, setup mesin terlalu lama, salah setup mesin. Faktor mesin karena mudah rusak,perawatan mesin terbatas. Faktor lingkungan banyak hari libur, dan terdapat kegiatan non produktifsecara berlebihan menyebabkan kurangnya produk yang dihasilkan setiap harinya. Metode WorkSampling digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan produktif dan non produktif pada lantai produksi.Hasil work sampling total kegiatan ada 24 jenis, 12 jenis kegiatan produktif, dan 12 jenis kegiatan nonproduktif. Hasil pengamatan menunjukan kegiatan produktif yaitu sebesar 63,56%, dan non produktif36,44%. Untuk mengurangi kegiatan nonproduktif dilakukan perawatan mesin secara berkala,penggunaan Conveyor untuk pemindahan bahan, membuat toilet, menyediakan pantry dekat denganlantai 1 dan membuat aturan disiplin kerja. Usulan perbaikan yang bisa diterapkan adalah penetapanaturan disiplin dengan cara kepala produksi mengawasi jalannya proses produksi secara ketat. Hasilpengamatan kembali kegiatan produktif naik menjadi 77,8% dan non produktif turun menjadi 22,2%,dan produktivitas bulan Juli naik 12,50%.
DAMPAK KREDIBILITAS INFLUENCER TERHADAP LOYALITAS MEREK FASHION LOKAL DI INDONESIA Sukiman, Putri Permatasari; Arnolt Kristian Pakpahan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v5i2.23181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas Influencer yang terdiri dari Expertise , Trustworthiness, Attractiveness, dan Similarity  terhadap Brand Trust, serta pengaruh Brand Trust terhadap Brand Loyalty pada konsumen merek fashion  lokal di Indonesia. Fenomena meningkatnya penggunaan Influencer dalam strategi pemasaran digital, khususnya di platform TikTok, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 responden berusia 18-32 tahun yang pernah membeli merek fashion  lokal dan mengikuti Influencer. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui software AMOS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trustworthiness dan Attractiveness berpengaruh positif signifikan terhadap Brand Trust, sedangkan Expertise  dan Similarity  tidak signifikan. Selain itu, Brand Trust terbukti berpengaruh positif terhadap Brand Loyalty. Hasil ini menekankan pentingnya memilih Influencer yang terpercaya dan menarik untuk meningkatkan loyalitas terhadap merek lokal.
PENGARUH MICRO-INFLUENCER COFFEE ENTHUSIAST TERHADAP REPURCHASE INTENTION: STUDI FENOMENOLOGIS PADA PENGGUNA INSTAGRAM DAN TIKTOK DI INDONESIA Adinda, Citra; Arnolt Kristian Pakpahan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v6i1.25058

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri kedai kopi di Indonesia turut dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumsi generasi muda yang aktif di media sosial. Micro-influencer coffee enthusiast muncul sebagai aktor komunikasi pemasaran digital yang dipercaya karena kedekatan, keaslian, dan kredibilitasnya. Penelitian kualitatif ini bertujuan memahami pengalaman mendalam (lived experience) konsumen dalam memaknai peran micro-influencer Instagram dan TikTok terhadap keputusan pembelian ulang di kedai kopi. Menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian melibatkan 85 responden berusia 19–30 tahun yang aktif mengikuti micro-influencer kopi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis dengan model: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa repurchase intention tidak hanya dipengaruhi kualitas konten, tetapi juga persepsi keaslian (authenticity), sense of community, resonansi nilai personal, serta kepercayaan terhadap gaya hidup yang ditampilkan influencer. Penelitian ini menegaskan bahwa micro-influencer memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman afektif dan persepsi kualitas, yang pada akhirnya meningkatkan intensi pembelian ulang pada kedai kopi.
FROM FIT TO FEEL: DETERMINAN REPURCHASE INTENTION PADA KONSUMEN PAKAIAN OLAHRAGA Arandi, Uray; Arnolt Kristian Pakpahan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v6i1.25261

Abstract

Industri pakaian olahraga mengalami transformasi signifikan, di mana produk tidak lagi dipersepsikan semata sebagai perlengkapan fungsional, tetapi juga sebagai simbol identitas dan ekspresi gaya hidup. Dalam konteks persaingan merek yang semakin ketat, fluktuasi penjualan dan pergeseran preferensi konsumen menunjukkan bahwa keunggulan kualitas produk saja belum tentu menjamin terjadinya pembelian ulang. Jumlah Responden yg tersedia adalah 200 Kondisi ini menegaskan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman subjektif konsumen dalam menggunakan pakaian olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsumen memaknai pengalaman penggunaan pakaian olahraga dan bagaimana makna tersebut membentuk repurchase intention. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap konsumen pakaian olahraga yang telah melakukan pembelian berulang. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat beli ulang terbentuk melalui interaksi antara dimensi fungsional (fit), dimensi emosional (feel), serta proses identifikasi diri dengan merek. Temuan ini menegaskan bahwa repurchase intention bukan sekadar keputusan rasional berbasis kualitas produk, melainkan merupakan hasil konstruksi makna dan hubungan emosional jangka panjang antara konsumen dan merek, yang memiliki implikasi penting bagi strategi pengelolaan merek di industri pakaian olahraga.