Ari Wibowo
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KERAWANAN HUTAN TANAMAN CAMPURAN TERHADAP KEBAKARAN DAN PEMILIHAN JENIS TANAMAN SEKAT BAKAR DI BAGIAN KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN BAYAH, BANTEN Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.3.205-213

Abstract

Hutan tanaman sejenis (Monokultur) telah diketahui mempunyai tingkat kerawanan terhadap kebakaran yang tinggi, karena kondisinya yang homogen dan terbuka, serta ketersediaan bahan bakar yang melimpah. Hutan tanaman dengan jenis campuran diduga memiliki tingkat kerawanan lebih rendah terhadap kebakaran. Penelitian di BKPH Bayah, di KPH Banten ini bertujuan untuk mengetahui kerawanan hutan campuran terhadap kebakaran serta mendapatkan jenis tanaman yang baik untuk dikembangkan sebagai tanaman sekat bakar, guna melindungi hutan tanaman dari kerusakan akibat kebakaran hutan. Metode penelitian ini adalah dengan membandingkan kerawanan hutan tanaman campuran terhadap hutan alam dan hutan tanaman monokultur. Sedangkan untuk  jenis tanaman sekat bakar dipilih yang terbaik berdasarkan kriteria fisik tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerawanan terhadap kebakaran hutan alam yang terendah dan untuk hutan tanaman campuran tingkat kerawanannya terhadap kebakaran tidak banyak berbeda dengan hutan tanaman sejenis monokultur. Berdasarkan pengamatan dan analisa, jenis lamtoro (Leucaena glauca Bth.) mempunyai potensi yang terbaik sebagai tanaman sekat bakar.
KERAWANAN KAWASAN HUTAN DAN DAMPAK KEBAKARAN TERHADAP TEGAKAN Pinus merkusii Jungh. et de Vriese DI KPH SUMEDANG, JAWA BARAT Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.1.1-9

Abstract

Penelitian  yang dilakukan  di BKPH Sumedang,  Jawa Barat ini bertujuan  untuk mengetahui  kerawanan kebakaran   kawasan  hutan  tanaman  Pinus merkusii Jungh.  et de Vriese  dan dampak  kebakaran   terhadap tegakan Pinus merkusii Jungh. et de Vriese.   Penelitian  dilaksanakan   melalui  observasi  terhadap  penyebab kebakaran,  potensi  bahan  bakar di bawah  tegakan  Pinus merkusii Jungh.  et de Vriese,  kondisi  topografi, kondisi   cuaca  dan  perilaku   kebakaran   yang  terjadi  serta  dampaknya    terhadap   tegakan   pinus.   Hasil penelitian   menunjukkan   bahwa  kebakaran  yang terjadi  disebabkan   oleh  kecerobohan   pengunjung  yang menggunakan   api.  Intensitas  kebakaran  yang terjadi cukup tinggi  yang disebabkan  oleh tebalnya  serasah pi nus dan tumbuhan  bawah  yang padat,  topografi  yang terjal  dan bahan  bakar yang kering  karena  musim kemarau.  Tinggi  lidah api mencapai  3,4 meter sedangkan  tinggi  bagian  pohon  yang hangus  mencapai  5, 7 meter.   Kebakaran  mengakibatkan   kerusakan  tajuk sebesar  62 persen,  dan karena  batang  yang Iuka untuk penyadapan,    sebagian   pohon   terluka   parah   setelah   terbakar   dan  akan  dilakukan   regenerasi   dengan tanaman  baru.
SERANGAN PENYAKIT EMBUN TEPUNG DAN KARAT DAUN PADA Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth. DI KEDIRI, JAWA TIMUR Illa Anggraeni; Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.1.45-53

Abstract

Acacia  auriculiformis  A. Cunn  Ex Benth. merupakan  jenis  pohon cepat tumbuh untuk  penghijauan  yang tanaman  mudanya  mudah  diserang penyakit. Penelitian  yang dilakukan di  RPH  Pandantoyo, BKPH  Pare. KPH Kediri, Jawa Timur bertujuan untuk  mengetahui gejala makroskopis dan mikroskopis dari penyebab penyakit yang menyerang tanaman Acacia  auriculifomus A. Cunn Ex Benth  berumur dua tahun serta akibat yang  ditimbulkannya. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan  bahwa tanaman Acacia  auriculiformts  A. Cunn Ex Benth. terserang oleh dua jenis penyakit yaitu karat daun dan embun tepung Persentase  serangan penyakit  karat daun rata-rata  sebesar 91,44 %, yang terserang embun  tepung saja tidak ada sedangkan yang terserang kedua penyakit  tersebut  sebesar  8,55%.  Hasil  identifkasi dan determinasi penyebab  penyakit embun tepung adalah  fungi Oidium sp. pada fase aseksual (Deuteromycetes) atau disebut pula Erysiphe sp, pada  fase seksual (Ascomycetes), penyakit  karat daun disebabkan oleh Atetocauda  digitata  G.  Wint. Akibat kedua penyakit  tersebut tanaman pertumbuhannya  menjadi terharnbat, bagian pucuk bentuknya tidak normal (keriting, membengkak, dan mernbelok), dan dapat menyebabkan pohon  menjadi  kering  dan terselimuti embun tepung.
PENGGUNAAN HERBISIDA MONOAMONIUM GLIFOSAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA DI BAWAH TEGAKAN Acacia mangium Willd. DI PARUNG PANJANG, JAWA BARAT Muhammad Nazif; Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.1.37-52

Abstract

Ujicoba    telah   dilakukan  di  Parung Panjang,  Jawa   barat  untuk mengetahui  efektivitas herbisida monoamonium  glifosat dalam mengendalikan  gulma di bawah tegakan Acacia mangium Willd. Percobaan dilaksanakan  melalui   aplikasi  herbisida  monoamonium  glifosat  dengan dosis  3, 4,5, 6 dan 9 liter per ha serta  membandingkannya   dengan herbisida   glifosat  up 4,5  liter  per  ha, perlakuan   manual  dan  kontrol (tanpa perlakuan). Hasil percobaan menunjukkan  bahwa herbisida monoamonium glifosat  dapat digunakan sebagai  sarana pemeliharaan   tanaman  kehutanan dari ganggua gulma di bawah  tegakan Acacia mangium Willd.  Selanjutnya  herbisida monoamonium  glifosat  dengan  minimum dosis  4,5  liter/ha efektif untuk mengendalikan   gulma lmperata cylindrica Beauv.,  Borreria latifolia DC.  clan Mikaniamicrantha Will. Meskipun   demikian  herbisida ini tidak  efektifuntuk  mengendalikan   pertumbuhan  gulma Chromolaena odorata DC.  Pada  tanaman  Acacia mangium Willd.  tidak tampak  gejala  keracunan  akibat  penggunaan herbisida  monoamonium   glifosat  pada  semua  tingkat  osis  yang  dicobakan.