Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Eksperimental Pengaruh Penigkatan Rasio Kompresi Terhadap Torsi Mesin Otto 4 langkah Satu Silinder Dengan Bahan Bakar Bioetanol 85% (E85) Yuli Mafendro Dedet Eka Saputra; Muhammad Hidayat Tullah
Jurnal Mekanik Terapan Vol 2 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v2i1.3584

Abstract

Penggantian jenis bahan bakar dari bahan bakar fosil (gasoline) ke bahan bakar alternative membutuhkan perubahan pada beberapa parameter mesin dan memodifikasnya untuk meminimalkan penuruantorsi pada mesin. Penggunaan Bioetanol 85% (E85) membutuhkan perubahan pada beberapa parameter mesin salah satunya adalah rasio kompresi. Penelitian ini bertujuan untuk nengetahui pengaruh peningkatan ratio kompresi terhadap torsi mesin otto 4 langkah dengan menggunakan bahan bakar E85. penigkatan ratio kompresi adalah dari 11 :1 (standar)ke 12 :. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan menaikan ratio kompresi dari ratio kompresi standar (11 :1) ke 12:1 dengan menggunakan bahan bakar E85 dapat meningkatkan torsi sebesar 1,08% pada putaran mesin 7000 RPM jika dibandingkan dengan pengunaan bahan bakar fosil (Gasoline) .
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ATM BERAS RASKIN DENGAN MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) Muhammad Hidayat Tullah; Tiena Gustina Amran; Dedy Sugiarto
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.28 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i2.1541

Abstract

Indonesian Goverment launched rice program for poor households, called as ProgramBeras Miskin (RASKIN) with the aim to help poor families in the avaibility of rice. Raskinprogram is still raises problems so that the benefits received are not significant for poor families.The purpose of this study was to describe about distribution proccess of Raskin especially inBekasi City, mapping constraints experienced in the implementation of Raskin distribution andmake a design of Rice ATM information system for Raskin distribution in Bekasi City. Theresearch methodology used in this study began with observation of the research object to obtainpreliminary data in Raskin general guidlines, number of seeds of households needs and Raskinbeneficiary mapping in study area. Research result is a design of system information with RFIDimplementation to improve the effectiveness and the achievement of Raskin objectives program.Keywords: Raskin, RFID, System Information.
PELATIHAN PERAWATAN SEPEDA DAN SEPEDA MOTOR LISTRIK KEPADA MASYARAKAT DI KEPULAUAN SERIBU Sonki Prasetya; Muhammad Todaro; Fuad Zainuri; Muhammad Hidayat Tullah; Rahmat Noval; Asep Yana
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5329

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, dalam melakukan perawatan sepeda dan sepeda motor listrik. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi teori dan praktikum langsung yang mencakup pengenalan komponen kendaraan listrik serta teknik perawatan sederhana yang sesuai dengan kondisi lingkungan kepulauan. Sebanyak 12 peserta dengan latar belakang pendidikan SMA dan SMK mengikuti pelatihan ini. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 45 menjadi 70,83, dengan rata-rata persentase peningkatan sebesar 36%. Seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman, meskipun dengan variasi hasil yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang dan partisipasi selama pelatihan. Pelatihan ini dinilai efektif karena pendekatannya yang kontekstual dan aplikatif. Kelemahan kegiatan terletak pada keterbatasan waktu dan kedalaman materi. Ke depan, pelatihan serupa dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya dengan menambahkan modul lanjutan dan melibatkan komunitas lokal sebagai mitra pendamping. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya transisi energi bersih di wilayah kepulauan.