Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI SPESIES PLASMODIUM MALARIA PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH Aprilia Sugesti; Dwi Haryatmi
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.436

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi seperti bayi, balita, ibu hamil, dan secara langsung menyebabkan anemia y ang menurunkan produktivitas kerja. Pengendalian malaria dilakukan secara menyeluruh melalui upaya promotif, preventif, pengobatan, dan rehabilitasi yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB). Pada tahun 2010 terjadi KLB di kabupaten Cilacap mencapai 45 kasus yang terjadi di kecamatan Kampung laut. Kasus yang terjadi di Kampung Laut diakibatkan penularan setempat dan juga impor. Tujuan Peneltian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya Plasmodium malaria beserta spesies Plasmodium malaria pada sediaan tetes darah tebal dan tipis pada masyarakat di Kabupaten Cilacap. Metode : Metode penelitiannya adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling (non random) dan dilakukan pemeriksaan Laboratorium. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 responden yang memiliki gejala klinis malaria di delapan puskesmas di wilayah Kabupaten Cilacap. Hasil : Hasil penelitian identifikasi jenis Plasmodium yang menginfeksi pada kejadian Malaria di kabupaten Cilacap adalah Plasmodium falciparum (50%) dan Plasmodium vivax (50%) dari keseluruhan jumlah sampel dan semua yang terinfeksi malaria dikarenakan setelah berpergian atau bekerja dari daerah endemis malaria (malaria impor). Kesimpulan : Jenis Plasmodium yang menginfeksi pada pemeriksaan sediaan tetes darah tebal dan tipis penderita malaria adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Bagi masyarakat diharapkan menggunakan informasi ini dengan bijak agar bisa membantu dan berpartisipasi aktif dalam penanggulangan penyakit malaria di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa tengah.
Hubungan Higiene Perorangan Dengan Infeksi Cacing Pada Siswa Tk/Paud Tunas Jati Desa Jati Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Arlin Kusumawati; Fatihannur Subhan; Muhammad Khaidir Munazi; Mutiara Diva Salsabila; Nadia Noor Khalisah; Stefanus Khrismasagung Trikusumaadi; Dwi Haryatmi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene perorangan adalah perawatan diri yang secara positif mempengaruhi kesehatan manusia yang dilakukan sebagaiaktivitas kehidupan sehari-hari. Peran aktif orang tua terhadap perkembangan sangat diperlukan pada saat mereka masihberada di bawah usia lima tahun. Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah bagi kesehatanmasyarakat di Indonesia hingga saat ini, penyakit ini juga merupakan penyakit berbasis lingkungan. Berdasarkan WorldHealth Organization (WHO) tahun 2012 lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia yang terinfeksi cacingyang ditularkan melalui tanah. Tujuan dari penyuluhan ini untuk mensosialisasikan Hubungan Higiene Perorangan denganInfeksi Cacing pada Siswa TK/PAUD di Desa Jati Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan hasil survei padaDesa Jati Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, dimana penyuluhan kepada orang tua siswa mengenai higiene peroranganuntuk mencegah cacingan pada siswa TK/PAUD belum pernah dilakukan, sehingga penyuluhan dilakukan di desa tersebut.Dimana dengan diadakannya penyuluhan mengenai Hubungan Higiene Perorangan dengan Infeksi Cacing Pada SiswaTK/PAUD Tunas Jati Desa Jati Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo dapat membantu orang tua siswa untuk dapatmenerapkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.Kata kunci: Higiene perorangan; Infeksi cacing.
The Relationship Between Personal Hygiene And The Identification Of Soil Transmitted Helminths (STH) In Brick Craftsmen In Ngreco Village, Kandat District, Kediri Regency Dwi Haryatmi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v9i2.2282

Abstract

Background : Helminthiasis is an infectious disease caused by parasitic worms that enter the human body. Helminthiasis can affect the health condition, nutrition, intelligence, and productivity of individuals, thus reducing the quality of human resources. One of the causes of helminth infection is soil-transmitted helminths (STH), including Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, and Hookworm, which are transmitted through the soil. Occupations related to soil can increase the frequency of helminth infections, and one such profession is brickmakers. Poor personal hygiene can facilitate the transmission of STH worm infections. Objectives : The objective of this study is to determine or analyze the infection of STH worm eggs and the relationship between personal hygiene and STH worm egg infection among brickmakers in Ngreco Village, Kandat District, Kediri Regency. Research Methods : This study utilizes a descriptive analytical approach with a cross-sectional design. The total sampling technique was employed to obtain 33 fecal samples from brickmakers. Data collection was conducted through questionnaire administration. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis (chi-square). Results : The findings of the study indicate that among individuals with poor personal hygiene, 2 samples were found to contain STH worm eggs, specifically Ascaris lumbricoides, with a percentage of 6%. On the other hand, among individuals with good personal hygiene, no STH worm eggs were found, with a percentage of 0%. The chi-square test yielded a result of p=0.002 (p<0.05), indicating a significant relationship. Conclusion : There is a relationship between personal hygiene and STH infection among brickmakers in Ngreco Village, Kandat District, Kediri Regency.