Farida Herry Susanty
Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA STRUKTUR TEGAKAN TINGGAL UMUR 2, 5, DAN 8 TAHUN SETELAH PENEBANGAN DI LONG BAGUN, KALIMANTAN TIMUR Farida Herry Susanty
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.399-407

Abstract

Beberapa aspek penting yang diperlukan dalam manajemen hutan alam produksi dalam mencapai kelestarian meliputi aspek produksi yang berkaitan dengan perencanaan  produksi, aspek ekologi yang berkaitan dengan pengaruh sistem penebangan yang diterapkan, dan aspek produktivitas (terutama dalam memperbaiki kualitas dan kuantitas tegakan setelah penebangan).Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi sebagai masukan bagi pengaturan hasil hutan alam produksi terutama untuk rotasi kedua.  Penelitian ini dilaksanakan pada satu konsesi Unit Manajemen Hutan di areal Long Bagun Kalimantan Timur, yang bertujuan untuk menyediakan data dan informasi tegakan tinggal pada hutan alam produksi setelah penebangan yang meliputi :struktur tegakan tinggal pada umur 2 tahun (Rencana Karya Tahunan/RKT 200 I), 5 tahun (RKT 1998/1999),  8 tahun (RKT 1995/1996) setelah penebangan, dan hutan primer sebagai kontrol.   H asil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertumbuhan dipengaruhi oleh sistem penebangan. Karakteristik tegakan(risalah tegakan, tapak, dan input silvikultur/ pemeliharaan) perlu  dipertimbangkan untuk membangun model-model  dinamika pertumbuhan pada hutan bekas tebangan.  Bentuk struktur tegakan tinggal hutan alam bekas tebangan berdasarkan nilai kerapatan  (jumlah batang per h<span style="mso-spacerun: 'yes'; font-family: 'Times New Roman'; color: #424242;
KERAGAAN HUTAN DIPTEROCARPACEAE DENGAN PENDEKATAN MODEL STRUKTUR TEGAKAN Farida Herry Susanty; Endang Suhendang; I Nengah Surati Jaya; Cecep Kusmana
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.4.185-199

Abstract

Ragam kondisi hutan menunjukkan perbedaan struktur, komposisi jenis dan nilai potensi serta variasi kerapatan tegakan. Kebutuhan dan peran penting model struktur tegakan dalam pengelolaan hutan terutama dalam pengaturan hasil menjadi tuntutan penyediaan perangkat kuantitatif untuk berbagai variasi kondisi hutan Dipterocarpaceae di Indonesia. Tujuan penelitian adalah menentukan model struktur tegakan hutan Dipterocarpaceae hutan bekas tebangan berdasarkan data runtun waktu. Penelitian dilaksanakan di hutan penelitian Labanan Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Data diperoleh dari hasil pengukuran plot permanen pada hutan alam bekas tebangan dengan tiga teknik penebangan yang berbeda yaitu (a) penebangan ramah lingkungan dengan limit diameter 50 cm (RIL 50), (b) RIL 60, (c) teknik konvensional dan (d) hutan primer sebagai kontrol. Total luas plot permanen adalah 48 Ha. Penentuan model struktur tegakan terbaik berdasarkan fungsi kemungkinan maksimum famili sebaran yang dicobakan meliputi fungsi eksponensial, gamma, lognormal dan Weibull. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kerapatan dan bidang dasar tegakan, tingkat pemulihan tegakan sekitar 85%tercapai pada jangka waktu 17 tahun setelah penebangan dengan teknik penebangan yang berbeda. Fungsi famili sebaran terpilih yang sesuai untuk kelompok jenis Shorea spp, Dipterocarpaceae non Shorea, Non Dipterocarpaceae dan semua jenis adalah berbentuk lognormal.