Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Kooperatif STAD Pada Materi Deret Aritmatika Di Kelas XII IPA 1 IPA 1 SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2018/2019 Marsito Marsito
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i1.426

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Suhardjono (Ariyanti, 2007), menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas ialah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan untuk memperbaiki mutu praktek perkembangan di kelas. Penelitian tindakan kelas berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas. Penelitian ini dilakukan di Kelas XII IPA 1 IPA 1 SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan pada semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 yaitu dari bulan Februari sampai dengan Maret 2019. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi deret aritmatika di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan dengan persentase peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,31% dimana pada siklus I sebesar 32,55% dan pada siklus II sebesar 41,86%. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas siswa pada materi deret aritmatika di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan, dimana aktivitas individual siswa meningkat pada item menulis catatan pelajaran 12,79% menjadi 18,51%, mendengarkan / memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru 16,56% menjadi 20,93% dan melihat pemaparan guru 22,96% menjadi 24,41%. Pada aktivitas kelompok siswa meningkat pada item mendengarkan penjelasan kelompok lain / teman kelompoknya 3,27% menjadi 13,63% dan melihat pemaparan kelompok lain / kelompok sendiri 2,27% menjadi 11,36%.
SIMULASI BENCANA KEBAKARAN DAN KEGAWATDARURATAN RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI DESA KALIBEJI KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN Rina Saraswati; Marsito Marsito
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.903 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran dan kegawatdaruratan rumah tangga di Desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anggota masyarakat desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan melakukan survey pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan mengenai kejadian bencana dan cara penanganannya. Pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan, menggunakan metode ceramah yaitu presentasi dan simulasi (demonstrasi). Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing-masing tahap dengan mengumpulkan dan menyimpulkan data dari masing-masing tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan dengan indikasi adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan masyarakat, adanya respon positif dari masyarakat dan sebagian besar (73%) peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan simulasi bencana
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS SEMPOR 1 KEBUMEN Marsito Marsito
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i1.230

Abstract

Penduduk lansia di Indonesia di tahun 2017 sudah mencapai 8,41% dari jumlah penduduk Indonesia. Dan di tahun 2018 jumlah penduduk lansia 8,75 % terlihat ada kenaikan tiap tahun ada 0,34% dari jumlah penduduk Indonesai ada 270 juta. Melihat dari peningkatan jumlah penduduk lansia menandakan tantangan bagi Bangsa Indonesia untuk bisa menjaga kesehatannya. Di Jawa tengah tahun 2017 usia lanjut sudah mencapai 4.312.322 orang dari jumlah penduduk 34.257.865 orang (12,58%),BPS Jawa Tengah (2017). Sedangkan BPS Kabupaten Kebumen menunjukkan jumlah umur lansia udah mencapai 131786 orang dari 1,188,622 jiwa (11,08%). Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk lansia pelayanan kesehatan tetap dilakukan oleh pelayanan kesehatan utama seperti di posyandu lansia oleh kader kesehatan lansia dan penyakit tidak menular dan penyakit menular tetap masih ada. Perlunya dukungan dan motivasi keluarga lansi terhadap kader sangat perlu dilakukan, karena kader lansia bekerja sesudah menyelesaikan tugas dan fungsi keluarga. Menurut Handayani (2018) ada keterkaitannya antara lansia dengan kader kesehatan mengenai sistem pelaksanaan posyandu lansia. Pelaksanaan posyandu lansia yang menggunakan sistem lima meja di Puskesmas Sempor 1 Kabupaten Kebumenperlu dilaksanakan karena lebih efektif dan efisien. Sementara populasi kader kesehatan lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sempor 1 ada 90 orang yang diambil secara random sampling dengan jumlah sampelnya 80 orang kader. Metode penelitian menggunakan deskrepsi korelasi dengan pendekatan croseksional. Hasil penelitian menunjukkan faktor pemahaman kader kesehan lansia menunjukkan dikategorikan baik 61 orang (76,2%), sedangkan dukungan keluarga masih dikategorikan cukup ada 40 orang (50%), sedangkan motivasi keluarga dikategorikan baik ada 60 orang (75%). Melihat hal tersebuti Puskesmas Sempor 1 untuk tetap melaksanakan sistem posyandu lansia dengan sistem 5 mejayang melibatkan kader kesehatan lansia sebagai pemberdayaan kesehatan lansia Baik dalam bentuk pengetahuan, dukungan dan motivasi keluarga. Selain itu kesejahteraan dan transportasi kader untuk ditinjau kembali seiring dengan perkembangan jaman
HUBUNGAN PENGGUNAAN APD MASKER TERHADAP RISIKO GANGGUAN PERNAFASAN ISPA PADA PEKERJA INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI WADASLINTANG Sarwono Sarwono; Pristi Yudyastanti; Marsito Marsito
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v17i2.659

Abstract

Latar Belakang : Pada industri pengolahan kayu di Indonesia 10-13% debu kayu hasil industri berpotensi menyebabkan gangguan pernafasan seperti ISPA. Setiap tahunnya terjadi 160 kasus gangguan pernapasan pada pekerja industri pengolahan kayu. Masker menjadi salah satu APD yang berfungsi mengurangi debu kayu yang masuk kedalam paru-paru. Berdasarkan hasil observasi sebagian besar pekerja industri pengolahan kayu UD. Trans Jaya di Kecamatan Wadaslintang tidak menggunakan APD masker saat bekerja sebanyak 80% dari 38 pekerja. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan penggunan APD masker terhadap risiko gangguan pernafasan ISPA pada pekerja industri pengolahan kayu di Wadaslintang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan studi pendekatan cross sectional, dengan sampel berjumlah 38 orang yang diambil mengggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian me nunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi penggunaan APD masker terhadap risiko gangguan pernafasan ISPA dengan uji Chi-Square p 0,025. Kesimpulan : Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan frekuensi penggunaan APD masker terhadap risiko gangguan pernafasan ISPA pada pekerja industri pengolahan kayu di Wadaslintang. Rekomendasi : Pemilik industri pengolahan kayu diharapkan dapat menyediakan APD masker, serta adanya kesadaran mengenai pentingnya menggunakan APD masker saat bekerja bagi pekerja. Kata Kunci : Industri Kayu, APD Masker, ISPA.