Nelce D. Muskita
Politeknik Saint Paul Sorong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA NILAI KOMPLEKSITAS PERAKITAN YANG DIPENGARUHI OLEH URUTAN KOMPONEN Nelce D. Muskita
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.218

Abstract

Tujuan dari Design for Assembly (DFA) adalah melakukan sebuah pengembangan terhadap elemen-elemen yang mempengaruhi proses perakitan (assembly) sehingga waktu perakitan menjadi singkat atau berkurang. Guna mengurangi atau mengefisienkan waktu perakitan, disamping material yang digunakan oleh setiap komponen urutan komponen ketika proses handling maupun insertion sangat berpengaruh terhadap besarnya pembentukan sudut alfa (α) dan beta (β). Dimana kedua unsur tersebut merupakan landasan atau acuan untuk menentukan alokasi waktu dari setiap komponen pada saat proses perakitan. Dalam melakukan proses perhitungan terlebih dahulu dilakukan identifikasi jumlah komponen (N) dan keragaman dari komponen (n) dari sebuah produk yang akan dirakit. Prosedur yang kedua adalah melakukan identifikasi kemungkinan atau peluang urutan komponen dari sebuah produk pada saat proses perakitan. Prosedur yang ketiga adalah menentukan aspek-aspek yang sangat mempengaruhi urutan komponen pada saat proses handling, insertion maupun fastening. Adapun aspek yang mempengaruhi proses handling (Ch) antara lain; shape, geometry, thickness, symmetry, size. Sementara aspek yang mempengaruhi proses insertion (Ci) adalah; holding down, alignment, insertion resistance, accessibility and vision, mechanical fastening processes, non-mechanical fastening processes, non-fastening processes. Selanjutnya dapatlah dihitung indeks kompleksitas (tingkat kesulitan) dari produk yang akan dirakit (CIproduk) dari hasil tersebut dapat dihitung kompleksitas proses perakitan (Cproses assembly) dari setiap kemungkinan yang ada. Nilai indeks kompleksitas dan kompleksitas proses assembly yang diperoleh selanjutnya diranking berdasarkan nilai yang terkecil, dengan asumsi bahwa semakin kecil nilai kompleksitas proses perakitan maka proses perakitan akan relatif mudah dan waktu perakitan akan menjadi singkat.
PENENTUAN URUTAN KOMPONEN UNTUK PROSES PERAKITAN PISTON Nelce D. Muskita; Surianto Buyung; Yolanda J. Lewerissa
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/5m5cyv80

Abstract

The objective of Design for Assembly is to optimize the assembly process by minimizing or reducing the time required for assembly. Materials used in each component, as well as the sequence in which the parts are handled and inserted, have a significant impact at formation the angles of α (alpha) and β (beta). These angles serve as reference points for determining the allotment assembly time for a component. Calculation process begins by determining the number of pieces (N) and variety of component (n) at the product to be assembled. The factors that significantly influence the arrangement of components during handling, insertion, and fastening processes are determined. Handling complexity factor is the factors affecting the handling process (Ch), while insertion complexity factor is the factors influencing the insertion process (Ci). Product Complexity Index (CIproduct) and the assembly process complexity (Cassembly process) from the product to be assembled can be calculated, where lower values indicating easier assembly and shorter assembly time, recommendations and suggestions to relevant parties.