p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Voering SOSCIED
Nelce D. Muskita
Politeknik Saint Paul Sorong

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA NILAI KOMPLEKSITAS PERAKITAN YANG DIPENGARUHI OLEH URUTAN KOMPONEN Nelce D. Muskita
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.218

Abstract

Tujuan dari Design for Assembly (DFA) adalah melakukan sebuah pengembangan terhadap elemen-elemen yang mempengaruhi proses perakitan (assembly) sehingga waktu perakitan menjadi singkat atau berkurang. Guna mengurangi atau mengefisienkan waktu perakitan, disamping material yang digunakan oleh setiap komponen urutan komponen ketika proses handling maupun insertion sangat berpengaruh terhadap besarnya pembentukan sudut alfa (α) dan beta (β). Dimana kedua unsur tersebut merupakan landasan atau acuan untuk menentukan alokasi waktu dari setiap komponen pada saat proses perakitan. Dalam melakukan proses perhitungan terlebih dahulu dilakukan identifikasi jumlah komponen (N) dan keragaman dari komponen (n) dari sebuah produk yang akan dirakit. Prosedur yang kedua adalah melakukan identifikasi kemungkinan atau peluang urutan komponen dari sebuah produk pada saat proses perakitan. Prosedur yang ketiga adalah menentukan aspek-aspek yang sangat mempengaruhi urutan komponen pada saat proses handling, insertion maupun fastening. Adapun aspek yang mempengaruhi proses handling (Ch) antara lain; shape, geometry, thickness, symmetry, size. Sementara aspek yang mempengaruhi proses insertion (Ci) adalah; holding down, alignment, insertion resistance, accessibility and vision, mechanical fastening processes, non-mechanical fastening processes, non-fastening processes. Selanjutnya dapatlah dihitung indeks kompleksitas (tingkat kesulitan) dari produk yang akan dirakit (CIproduk) dari hasil tersebut dapat dihitung kompleksitas proses perakitan (Cproses assembly) dari setiap kemungkinan yang ada. Nilai indeks kompleksitas dan kompleksitas proses assembly yang diperoleh selanjutnya diranking berdasarkan nilai yang terkecil, dengan asumsi bahwa semakin kecil nilai kompleksitas proses perakitan maka proses perakitan akan relatif mudah dan waktu perakitan akan menjadi singkat.
PENENTUAN URUTAN KOMPONEN UNTUK PROSES PERAKITAN PISTON Nelce D. Muskita; Surianto Buyung; Yolanda J. Lewerissa
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/5m5cyv80

Abstract

The objective of Design for Assembly is to optimize the assembly process by minimizing or reducing the time required for assembly. Materials used in each component, as well as the sequence in which the parts are handled and inserted, have a significant impact at formation the angles of α (alpha) and β (beta). These angles serve as reference points for determining the allotment assembly time for a component. Calculation process begins by determining the number of pieces (N) and variety of component (n) at the product to be assembled. The factors that significantly influence the arrangement of components during handling, insertion, and fastening processes are determined. Handling complexity factor is the factors affecting the handling process (Ch), while insertion complexity factor is the factors influencing the insertion process (Ci). Product Complexity Index (CIproduct) and the assembly process complexity (Cassembly process) from the product to be assembled can be calculated, where lower values indicating easier assembly and shorter assembly time, recommendations and suggestions to relevant parties.
ANALISA EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR HONDA KARISMA YANG MENGGUNAKAN HYDROGEN ELECTROLYZER NELCE D. MUSKITA; Yolanda J. Lewerissa; Surianto Buyung
Jurnal Voering Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.816

Abstract

Pemanasan global saat ini menyebakan banyaknya karbon dioksida (CO2) yang berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Keadaan ini menjadi semakin diperparah dengan pola hidup sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih mengandalkan kendaraan berbahan bakar bensin sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Beragam alat untuk menghemat bahan bakar mulai bermunculan. Sepeda motor HHO (hidrogen hidrogen oksigen) adalah sepeda motor yang menggunakan bantuan elektrolisasi air sebagai campuran bahan bakar bensin, hidrogen dari air yang sudah dipecah oleh generator gas dalam proses elektrolisasi itu menjadi semacam aditif yang membuat mesin lebih irit BBM dan bersih. Hydrogen Electrolyzer merupakan salah satu teknologi baru yang sedang dalam pengembangan, yang mana Hydrogen Electrolyzer ini berupa tabung plastik yang komponen di dalamnya berisi dua buah elektroda katoda (+) dan anoda (-) yang merupakan besi stainless steel di isi dengan air bersih (murni tanpa kandungan unsur lain) yang ditambahkan elektrolit selanjutnya dihubungkan pada aki (accu) motor untuk mengubah air menjadi gas HHO. Gas HHO inilah yang akan digunakan sebagai sumber energi dan penghematan bahan bakar dalam mesin bakar, yang akan berdampak pada penurunan kadar CO (karbon monoksida) dan kadar HC (hidro karbon) yang dihasilkan sepeda motor yang menggunakan tabung hydrogen electrolyzer, sedangkan kadar CO2 dan kadar O2 mengalami peningkatan sehingga perbandingan kadar HC (hidro karbon) pada emisi gas buang yang dihasilkan pada sepeda motor yang menggunakan tabung hydrogen electrolyzer ini menyebabkan proses pembakaran menjadi lebih sempurna dibandingkan proses pembakaran pada sepeda motor tanpa menggunakan tabung hydrogen electrolyzer.
ANALISIS DESAIN MATA PISAU MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIKDENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS Nelce D. Muskita
Jurnal Voering Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Voering - Desember 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/c107rh58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain mata pisau mesin pencacah sampah organik menggunakan software SolidWorks melalui metode Finite Element Method (FEM). Analisis dilakukan untuk mengetahui distribusi tegangan, displacement, strain, dan factor of safety pada mata pisau akibat pembebanan statik sebesar 1.000 N. Model simulasi menggunakan material alloy steel dengan sifat mekanik berupa yield strength sebesar 6,20422 × 10⁸ N/m² dan modulus elastisitas sebesar 2,1 × 10¹¹ N/m². Proses simulasi dilakukan menggunakan SolidWorks Simulation dengan metode meshing berbasis blended curvature-based mesh. Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan maksimum von Mises yang terjadi sebesar 223.856.544 N/m², displacement maksimum sebesar 0,51 mm, strain maksimum sebesar 0,0005, serta factor of safety minimum sebesar 2,8. Nilai tegangan yang diperoleh masih berada di bawah batas kekuatan luluh material sehingga desain mata pisau dinyatakan aman terhadap kegagalan struktur. Selain itu, nilai displacement dan strain yang relatif kecil menunjukkan bahwa struktur memiliki kekakuan dan stabilitas yang baik selama proses operasi. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan metode simulasi berbasis FEM pada SolidWorks mampu memberikan analisis yang efektif dalam mengevaluasi kekuatan dan keamanan desain mata pisau mesin pencacah sampah organik sebelum proses manufaktur dilakukan.
KAJIAN PERBANDINGAN KURIKULUM PENDIDIKAN VOKASI TEKNIK MESIN UNTUK MENJAWAB TANTANGAN PADA ERA 4.0 DI TANAH PAPUA Sigit Hernowo; Nelce D. Muskita; Surianto Buyung; Yolanda J. Lewerissa
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/c3cmsa41

Abstract

The development of technology in the Industrial Revolution 4.0 era requires vocational higher education institutions to produce graduates who possess technical competencies, technological adaptability, and work readiness that meet the needs of industry and business sectors. This study aims to conduct a comparative analysis of Mechanical Engineering curricula in Indonesia as a basis for developing the Applied Bachelor's Degree Curriculum in Mechanical Engineering at Saint Paul Polytechnic Sorong. The research employed a descriptive-comparative approach using document analysis methods on five Mechanical Engineering study programs that have implemented Outcome-Based Education (OBE), consisting of three academic programs and two vocational programs. Data were collected through documentation studies of graduate profiles, learning outcomes, curriculum structures, and supporting curriculum documents. Data analysis was conducted using content analysis and comparative analysis to identify similarities, differences, and unique characteristics among the curricula. The results indicate that all study programs have implemented OBE principles aligned with the National Standards of Higher Education (SN-Dikti), the Indonesian National Qualification Framework (KKNI), and the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy. Academic programs tend to emphasize analytical and engineering development competencies, while vocational programs focus more on applied competencies and industrial needs. Common characteristics were found in the mastery of engineering sciences, design capabilities, engineering problem-solving skills, professional communication, and lifelong learning competencies. The findings of this study can serve as a reference for developing a curriculum that is relevant to industrial needs and the regional development characteristics of Papua.