Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN GREEN CONSTRUCTION TERHADAP TINGKAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Dewi Yustiarini
Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.673 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.107

Abstract

Isu lingkungan merupakan salah satu alasan diterapkannya metode green construction. Hingga saat ini penerapan metode green construction di Indonesia masih terbilang minim. Green Construction berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan konsep green construction, (2) penerapan metode green construction yang dilakukan oleh tenaga kerja, (3) pengaruh green construction terhadap tingkat keselamatan dan kesehatan. Sampel penelitian adalah tim ahli yang berada dilokasi proyek. Analisis penelitian menggunakan teknis analisis data dan metode AHP (Analisis Hirarki Proses) untuk menentukan peringkat faktor yang dominan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tujuh faktor keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan konsep green construction. Tenaga kerja menerapkan metode green construction sesuai dengan SOP yang diatur pada proyek tersebut sehingga penerapan metode green construction pada proyek berhasil dan sangat mungkin dilaksanakan. Dari hasil penelitian didapat limabelas faktor pengaruh penerapan green constraction terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga ketika penerapan green construction berhasil maka keselamatan dan kesehatan kerja meningkat. Setiap proyek konstruksi dapat menerapkan metode green construction apabila terdapat standar operasional yang mengatur. Untuk keberhasilan keselamatan dan kesehatan kerja dapat dengan menerapkan metode green construction.
PENGUPAHAN BURUH KONSTRUKSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM KETENAGAKERJAAN Dewi Yustiarini
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.384 KB)

Abstract

Upah atau imbalan atau penghargaan dalam bentuk uang merupakan hak dari tiap pekerja setelah tuntas menyelesaikan kewajiban. Pekerja pada jasa konstruksi dalam hal ini biasanya disebut sebagai buruh konstruksi. Ketika pekerjaan dirasakan berat atau memiliki tanggung jawab yang lebih besar maka upah yang diterima pun lebih tinggi. Namun fenomena yang terjadi ada dasar penetapan besar atau kecilnya upah dari pekerjaan yang membutuhkan tenaga ataupun fisik dan dibandingkan dengan pikiran. Penelitian ini diawali dengan membuat hipotesa atau dugaan-dugaan berdasarkan kajian pustaka dan penelitian terdahulu, buruh konstruksi atau biasa disebut tukang atau laden pada umumnya dibayar dengan upah harian oleh pemberi kerja dalam hal ini disebut dengan mandor. Tak jarang upah yang diberikan ini dipotong denda jika buruh konstruksi melanggar aturan keselamatan kerja di proyek. Bahkan angka pemberian upah perhari ini jika dihitung dalam satu bulan lebih rendah dari UMR/UMP. Penelitian pengupahan buruh konstruksi dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Mengumpulkan data sekunder kebijakan pengupahan dari mandor sebagai pemberi kerja dan data primer observasi ke lapangan serta melakukan wawancara ke buruh konstruksi sebagai penerima kerja. Materi wawancara meliputi kebijakan pengupahan mulai dari kewajiban membayar upah termasuk upah minim, upah lembur, waktu kerja, waktu istirahat, dan tunjangan hari raya. Hasil penelitian dibantu dengan FGD membentuk pola pengupahan buruh konstruksi dalam perspektif hukum ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hipotesa dan analisis data yang diperoleh selama penelitian. Diperoleh temuan upah yang diterima buruh konstruksi masih belum layak memenuhi kesejahteraan.
Implementation of OHS Using the Wara Method Lifting Work of Toll Road Development Project Cisumdawu Stage III Change in Ramp Cileunyi III Muhammad Danang Muzaki; Dewi Yustiarini
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.597 KB) | DOI: 10.17509/jptb.v1i1.32995

Abstract

Labor is the main capital in business development, so theymust receive work safety protection from the company. Inthe Cisumdawu Phase III Toll Road Project, the CileunyiInterchange in the vicinity of the work environment alongwith all the factors and risks can be detrimental to thehealth of workers if not managed properly. The researchmethod used in the preparation of this report is thedescriptive survey method. The result of the research thathas been carried out is that the management of K3implementation in the Cisumdawu Phase III InterchangeCileunyi Ramp III Toll Road Development Project has made apolicy in implementing occupational health safety, includingthe application of OHS support and conducting riskassessments in a job, especially in work. lifting by applyingthe WARA (Work Activities Risk Assessment) method
ANALISIS INVESTASI PERUMAHAN PURI MAHKOTA MUKTIWARI DI KABUPATEN BEKASI ALDI ALDI; Dewi Yustiarini; Siti Nurasiyah
Kokoh Vol 21, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the population grows rapidly and the standard of living increases, the demand for housing will increase. One way to meet housing needs is to build housing. Housing development must be in accordance with careful planning in determining the investment model to be made in housing development. The initial stages of housing development start from surveying the location, number and type of houses to be built, marketing, to selling to consumers. The housing development process must also be calculated economically with the investment method, to find out whether this housing can be economically profitable or not. Based on the calculation of investment analysis with an investment period of 6 years, the Net Present Value (NPV) is Rp. 33,716,228,908 (NPV0), the Internal Rate of Return (IRR) is 23,18% (IRRMARR), Payback Period (PP) in the 3rd year to 11th months is smaller than the 6 year investment period, Benefit Cost Ratio (BCR) is 1.42 (BCR 1), and Break Event Point (BEP) gets a percentage for type 30/60 of 90% with 132 units, type 36/60 by 69% with 207 units, type 36/72 by 56% with 172 units, and type 48/84 by 48% with 32 units. And from the sensitivity analysis results it is known that housing investment Puri Mahkota Muktiwari will still be feasible if the increase in investment costs is less than 20.15%, the decrease in the occupancy rate is not more than 16.74%, the decrease in the selling price level is not more than 16.7% and the increase in loan interest rates is less of 122.22%. Keywords : Investment Feasibility,Housing, industrial estate, Investment analysis, Sensitivity Analys