This Author published in this journals
All Journal Jurnal Karkasa
JOHANES EUDES OLA
Politeknik Saint Paul Sorong

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN GEOMETRIK JALAN DUA LAJUR (2/2 UD) MENJADI EMPAT LAJUR (4/2 D) PADA RUAS JALAN BASUKI RAHMAD SORONG ENDA PALINOAN; JOHANES EUDES OLA
Jurnal Karkasa Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Karkasa - Desember 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v4i2.237

Abstract

Jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong merupakan salah satu ruas jalan yang menghubungkan kota dengan kabupaten Sorong. Ruas jalan ini pada kondisi awal bertipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) dan dilakukan pelebaran menjadi tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) dengan median jalan sebagai pemisah arah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan geometrik jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) menjadi empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan peraturan yang ada pada manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Hasil penelitian ini bahwa volume terbesar pada jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong terjadi pada hari senin. Berdasarkan hasil perhitungan dari volume dan kapasitas pada kondisi awal dengan tipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) maka didapat derajat kejenuhan sebesar 0,82. Untuk kondisi akhir dengan tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) didapat derajat kejenuhan untuk arah kota – kabupaten sebesar 0,29. Sedangkan untuk arah kabupaten- kota didapat derajat kejenuhan sebesar 0,28. Menurut MKJI (1997) apabila derajat kejenuhan lebih besar dari 0,75 jalan sudah tidak stabil. Maka berdasarkan hasil evaluasi dimana derajat kejenuhan pada kondisi akhir lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal, maka hal ini menunjukkan bahwa perubahan geometrik jalan berpengaruh sangat baik terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12.
OPTIMALISASI PASIR MALANU KOTA SORONG SEBAGAI MATERIAL BETON Johanes Eudes Ola; Excel Rino Lisan
Jurnal Karkasa Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Karkasa - Desember 2021
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v7i2.420

Abstract

Salah satu lokasi pasir yang sering digunakan sebagai material beton, di kota Sorong, Papua Barat adalah wilayah Malanu Kampung. Diketahui bahwa pengeolahan bahan baku menjadi pasir dilakukan secara manual, sehingga hasil produksinya memiliki sifat yang tidak seragam, tanpa standar mutu yang pasti. Akibatnya mutu struktur yang dihasilkan menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat pasir Malanu setelah dioptimalkan menjadi material yang memenuhi syarat pembuatan beton, dan pencapaian mutu beton maksimum dari penggunaannya. Dengan metode deskriptif - kualitatif, hasil analisis menunjukkan bahwa bahan baku pasir Malanu dengan proses pencucian dan penyaringan, diperoleh kadar lumpur 2,8 %, berat jenis 2,564 gr/cm3, berat volume 1,592 gr/cm3, dan masuk pada gradasi zona 1. Sedangkan kuat tekan yang dihasilkan untuk target mutu Fc’ 20 MPa, Fc’ 25 MPa, Fc’ 30 MPa, masing diperoleh 71%, 65%, dan 67% dari target mutu yang direncanaka.
KELAYAKAN SIFAT-SIFAT PASIR KLAYAS, DISTRIK SEGET, KABUPATEN SORONG, SEBAGAI AGREGAT HALUS UNTUK PEMBUATAN BETON NORMAL Johanes Eudes Ola; Jhosse Septinus Solossa
Jurnal Karkasa Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Karkasa - Juli 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i1.475

Abstract

Salah satu sumber agregat halus dalam pembangunan infrastruktur, termasuk pembuatan beton di kabupaten Sorong, provinsi Papua Barat adalah kampung Klayas. Penggunaan material ini belum ditunjang dengan informasi tentang sifat-sifatnya. Karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kelayakan pasir Klayas sebagai agregat halus untuk pembuatan beton normal. Dengan metode deskriptif - kualitatif, disimpulkan bahwa pasir Klayas, memenuhi standar kelayakan kadar lumpur = 3,77% < 5%; uji gradasi zona 2; modulus kehalusan = 3,43; penyerapan air = 1,482% < 2%, dan uji gradasi sisa di atas ayakan 4,8 mm sebesar 1,3 % < 2%. Sedangkan uji gradasi untuk sisa di atas ayakan 1,2 mm sebesar 17 % dan di atas ayakan 0,3 mm sebesar 60 %, tidak memenuhi syarat. Untuk pengujian kuat tekan menunjukkan nilai rata-rata kuat tekan memenuhi target mutu, yaitu 103% untuk target mutu 250 kg/cm2, dan 101% untuk target mutu 300 kg/cm2.
PENGARUH PERTUMBUHAN KENDARAAN TERHADAP KINERJA JALAN SUNGAI MARUNI KOTA SORONG Johanes Eudes Ola
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.577

Abstract

Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di kota Sorong, pertumbuhan kendaraan pun meningkat setiap tahun. Kondisi ini menimbulkan berbagai persoalan operasional lalu lintas seperti kemacetan yang merupakan bentuk nyata dari penurunan kinerja jalan. Jalan Sungai Maruni merupakan salah satu jalan dengan aktivitas perdagangan di sisinya, sehingga memiliki tingkat kesimbukan yang tinggi. Dampaknya terjadi kerumitan lalu lintas pada jam sibuk. Kerenanya dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan kendaraan terhadap kinerja ruas jalan Sungai Maruni kota Sorong. Dengan metode deskriptif - kualitatif, disimpulkan bahwa peningkatan jumlah kendaraan berpengaruh pada peningkatan volume lalu lintas dan derajat kejenuhan, yang pada gilirannnya akan menurunkan kinerja jalan. Untuk arah Barat Daya ke Timur Laut, pada tahun 2022 dan 2023 kinerja jalan berada pada posisi B. Sejalan dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor, berubah ke level C mulai tahun 2024. Untuk arah Timur Laut ke Barat Daya, pertambahan kendaraan bermotor berakibat pada kenaikan derajat kejenuhan, meskipun kinerja jalan tetap pada level C.