Jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong merupakan salah satu ruas jalan yang menghubungkan kota dengan kabupaten Sorong. Ruas jalan ini pada kondisi awal bertipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) dan dilakukan pelebaran menjadi tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) dengan median jalan sebagai pemisah arah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan geometrik jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) menjadi empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan peraturan yang ada pada manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Hasil penelitian ini bahwa volume terbesar pada jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong terjadi pada hari senin. Berdasarkan hasil perhitungan dari volume dan kapasitas pada kondisi awal dengan tipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) maka didapat derajat kejenuhan sebesar 0,82. Untuk kondisi akhir dengan tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) didapat derajat kejenuhan untuk arah kota – kabupaten sebesar 0,29. Sedangkan untuk arah kabupaten- kota didapat derajat kejenuhan sebesar 0,28. Menurut MKJI (1997) apabila derajat kejenuhan lebih besar dari 0,75 jalan sudah tidak stabil. Maka berdasarkan hasil evaluasi dimana derajat kejenuhan pada kondisi akhir lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal, maka hal ini menunjukkan bahwa perubahan geometrik jalan berpengaruh sangat baik terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12.
Copyrights © 2018