Muhammad Fadhil Nurdin
Department Of Sociology, Faculty Of Social And Political Science, Universitas Padjadjaran

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Media Sosial: Ruang Baru dalam Tindak Pelecehan Seksual Remaja Rosyidah, Feryna Nur; Nurdin, Muhammad Fadhil
Sosioglobal Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.587 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v2i2.17200

Abstract

Artikel ini fokus pada masalah perilaku menyimpang, khususnya pelecehan seksual yang terjadi di media sosial. Pelecehan seksual adalah masalah sosial yang sudah ada sejak lama. Selain dengan ruang baru, remaja yang menggunakan internet telah membuka celah untuk menjadikan diri mereka sebagai korban pelecehan seksual itu sendiri. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam kajian ini dengan melakukan analisis dokumen terkait penggunaan media sosial di masyarakat. Artikel ini berusaha untuk menguraikan tentang perilaku lama pelecehan seksual yang direproduksi ke dalam media sosial. Teori Anomi dan Ketegangan sosial digunakan sebagai pisau analisis untuk menguraikan terjadinya pelecehan seksual yang terjadi di media sosial saat ini. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak disertai pengawasan dan perhatian dari lingkungan sekitar akan memicu terjadinya perilaku-perilaku menyimpang. Pelecehan seksual sebagai salah satu bentuk perilaku menyimpang marak terjadi karena minimnya pengetahuan, kurangnya pengawasan, serta rendahnya tingkat kesadaran remaja dalam penggunaan media sosial secara bijak. Tindak pelecehan secara verbal di dunia maya terhadap perempuan, baik seksual maupun non-seksual yang terjadi merupakan bentuk kebiasaan yang direproduksi
SOCIAL CHANGES IN SUBURBAN COMMUNITY (Study In Saradan Vilage, Cibiru Subdistrict Of Bandung City) Rica Arvenia; Muhammad Fadhil Nurdin; Muhammad Fedryansyah
Sosioglobal Vol 4, No 2 (2020): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.071 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v4i2.25284

Abstract

Traditional Sundanese suburban communitiesin protecting the territoryand the cultural preserver is not afraid of change. Because of, as a traditional society the community has the power to remain in their territory. This condition was found in the community of Saradan Village, Cibiru Sub-District of Bandung City. This study examines the social life of traditional Sundanese suburban communities, observes the changes in community life patterns that occur in the midst of rampant development. The purpose of this study is to determine the extent of the process of change in the life of the traditional Sundanese suburban of Saradan Village. This study uses a qualitative method with descriptive analysis which aims to describe the overall research problem. With a descriptive approach and in-depth interviews, showing that the existence of the community to maintain the heritage of the ancestors from time immemorial, the house and the land is one of the assets that must be maintained by the community. Changes in social and agriculture work in the community that are not always ongoing thinking is progressing, patterns of money in the cultural preservation aspects are still taking priority in the recognized communities as societies of the people who are polite and supportive. The dimensions of community life are difficult to penetrate by other communities, Sundanese people have a principle in themselves to not be easily influenced in action
Reifikasi dalam Praktik Penangkapan Ikan Destruktif di Pulau Lembata Agustinus Mariano Hurek Making; Budhi Gunawan; Muhammad Fadhil Nurdin
Sosioglobal Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i1.32197

Abstract

Praktik penangkapan ikan secara destruktif sering terjadi melalui penggunaan bom ikan dan racun. Di Pulau Lembata, para nelayan masih terus menggunakan bom ikan dan racun. Dengan menggunakan konsep reifikasi yang memiliki aspek agensi dan struktur sosial, riset ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab penggunaan bom ikan dan racun di Lembata.   Pendekatan kualitatif digunakan dalam riset ini. Data primer riset ini diperoleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang dirilis pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat, berita dari media massa daring, serta riset-riset lain yang relevan dengan topik riset ini.  Riset ini menunjukkan bahwa penggunaan bom ikan dan racun disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan. Pertama, belum maksimalnya pelaksanaan kebijakan pengembangan UKM dan pemberian bantuan alat tangkap dan armada penangkapan yang telah disepakati oleh pemerintah dan nelayan melalui dialog. Kedua, mekanisme birokrasi yang lamban yang kemudian membuat kebijakan itu belum dilaksanakan dengan maksimal. Ketiga, partisipasi nelayan yang terbatas dalam perencanaan kebijakan. Keempat, penambahan waktu kerja nelayan buruh oleh nelayan juragan. Upah yang diberi oleh nelayan juragan kepada nelayan buruh biasanya rendah dan tak sepadan dengan waktu kerja. Kelima, adanya fluktuasi harga dan kompetisi antar nelayan. 
Media Sosial: Ruang Baru dalam Tindak Pelecehan Seksual Remaja Feryna Nur Rosyidah; Muhammad Fadhil Nurdin
Sosioglobal Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.587 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v2i2.17200

Abstract

Artikel ini fokus pada masalah perilaku menyimpang, khususnya pelecehan seksual yang terjadi di media sosial. Pelecehan seksual adalah masalah sosial yang sudah ada sejak lama. Selain dengan ruang baru, remaja yang menggunakan internet telah membuka celah untuk menjadikan diri mereka sebagai korban pelecehan seksual itu sendiri. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam kajian ini dengan melakukan analisis dokumen terkait penggunaan media sosial di masyarakat. Artikel ini berusaha untuk menguraikan tentang perilaku lama pelecehan seksual yang direproduksi ke dalam media sosial. Teori Anomi dan Ketegangan sosial digunakan sebagai pisau analisis untuk menguraikan terjadinya pelecehan seksual yang terjadi di media sosial saat ini. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak disertai pengawasan dan perhatian dari lingkungan sekitar akan memicu terjadinya perilaku-perilaku menyimpang. Pelecehan seksual sebagai salah satu bentuk perilaku menyimpang marak terjadi karena minimnya pengetahuan, kurangnya pengawasan, serta rendahnya tingkat kesadaran remaja dalam penggunaan media sosial secara bijak. Tindak pelecehan secara verbal di dunia maya terhadap perempuan, baik seksual maupun non-seksual yang terjadi merupakan bentuk kebiasaan yang direproduksi
Adaptive Capacity Of Women In Poor Households During The Covid Pandemic Period In Indonesia (Kapasitas Adaptasi Perempuan Dalam Rumah Tangga Miskin Selama Masa Pandemi COVID In Indonesia) Keukeu Komarawati; Muhammad Fadhil Nurdin; Rachmat Koesnadi; M. Ikbal Sonuari
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41886

Abstract

The COVID-19 pandemic has made women vulnerable to problems because they have low incomes, low savings, and tend not to have adequate protection due to their majority status as informal workers. In 2020, Indonesia has a women population of 133.54 million. The Central Statistics Agency for Indonesia shows that the percentage of poor women (Head Count Index) in March 2020 was 9.96 percent. This means that 9.96 percent of the total women population in Indonesia is poor. Women's poverty will also be evident in households with a women head of household. The percentage of women household heads is mostly found in poor families. In March 2020, 15.88 percent of women were heads of households with poor status in Indonesia. Disaster management which was later realized in the form of policies in the form of health protocols, Large-Scale Social Restrictions, and the determination of WFH (work from home) and SFH (school from home) activities created a lot of pressure for women, plus the burden on the family economy that poor women had to accept in Indonesia. The adaptive capacity possessed by women allows them to adapt to changes, giving rise to adaptive capacity. Adaptive capacity refers to the proactive (ex-ante) or preventive actions that people use to learn from past experiences, anticipate future risks and adapt to current conditions. In this article, we will discuss the importance of economic development and social capital as part of a set of adaptive capacities for women in poor families during the Covid-19 pandemic which is supported by communities, stakeholders, and existing policies in Indonesia. Pandemi COVID-19 membuat perempuan rentan mengalami permasalahan karena mereka memiliki pendapatan yang rendah, tabungan yang rendah, dan cenderung tidak memiliki proteksi yang memadai akibat statusnya yang mayoritas sebagai tenaga kerja informal. Pada tahun 2020, Indonesia memiliki jumlah penduduk perempuan sebanyak 133,54 juta. Badan Pusat Stastitik Indonesia menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin (Head Count Index) perempuan pada Maret 2020 sebesar 9,96 persen. Artinya, 9,96 persen dari seluruh penduduk perempuan di Indonesia berstatus miskin. Kemiskinan perempuan juga akan tampak nyata pada rumah tangga dengan kepala rumah tangga perempuan. Persentase kepala rumah tangga perempuan banyak ditemui pada keluarga miskin. Pada Maret 2020, 15,88 persen perempuan merupakan kepala rumah tangga dengan status miskin di Indonesia. Penanggulangan bencana yang kemudian diwujudkan dalam bentuk kebijakan berupa protokol kesehatan, Pembatasan Sosial Berskala Besar, dan penetapan kegiatan WFH (work from home) serta SFH (school from home) membuat banyak tekanan bagi para perempuan, ditambah beban perekonomian keluarga yang harus diterima oleh perempuan miskin di Indonesia. Kemampuan adaptasi yang dimiliki oleh perempuan memungkinkan mereka beradaptasi dengan perubahan sehingga menimbulkan kapasitas adaptif. Kapasitas adaptif mengacu pada tindakan proaktif (ex-ante) atau pencegahan yang digunakan orang untuk belajar dari pengalaman masa lalu, mengantisipasi risiko di masa depan dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang saat ini dialami. Dalam Artikel ini akan membahas pentingnya pembangunan ekonomi dan modal sosial sebagai salah satu bagian dari seperangkat kapasitas adaptif bagi perempuan dalam keluarga miskin selama Masa Pandemi Covid-19 yang didukung oleh komunitas, stakeholder dan kebijakan yang ada di Indonesia.