Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUKASI BULLYING MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA SD KELAS VI MIS HAFIZH CENDEKIA BANDA ACEH Rafni Fajriati; Herawati Herawati; Finaul Asyura; Putra Ilhamsyah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2848

Abstract

Bullying adalah perilaku yang merasa memiliki kuasa atas orang lain dan berdampak buruk pada objeknya. Berdasarkan Komisi Perlindungan Pelajar Indonesia ada delapan laporan kekerasan pada bulan januari sampai april, dengan dua kasus pada sekolah dasar, dua kasus pada sekolah menengah pertama, dan 4 kasus pada sekolah menengah keatas. Jika anak menyadari bagaimana dampak bullying ini kepada orang lain sedari dini maka akan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi dengan menyadari pentingnya rasa simpati terhadap orang lain. Sebelum perilaku bullying ini menjadi kebiasaan buruk pelaku, hendaknya ada informasi atau edukasi mengenai dampak dari perilaku bullying. Informasi ini akan membantu anak yang masih belajar dalam bersosialisasi agar menghindari perilaku-perilaku bullying. Informasi ini bisa disampaikan menggunakan media audio visual agar anak lebih menarik sehingga informasi tersebut dapat dipahami dengan mudah. Media audio visual yaitu sejenis media yang mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan terhadap siswa kelas VI MIS Hafizh Cendekia. Pada setiap siklus yang dilakukan, siswa menunjukkan perubahan tingkah laku sesuai dengan video yang ditampilkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi pembullyan menggunakan media audio visual telah terstruktur dengan baik sejak tahap perencanaan, terlaksana secara optimal dalam pelaksanaan tindakan dan terevaluasi dengan cermat pada setiap siklus.Kata Kunci: Bullying, Media Audio Visual Bullying Education Using Visual Audio Media for Visual Grade SD Students Mis Hafizh Cendekia Banda AcehBullying is behavior that feels you have power over other people and has a negative impact on the object. According to the Indonesian Student Protection Commission, there were eight reports of violence from January to April, with two cases in elementary schools, two cases in junior high schools, and 4 cases in high schools. If children realize how bullying impacts others from an early age, they will develop a high social sense by realizing the importance of sympathy for others. Before this bullying behavior becomes a bad habit for the perpetrator, it is superior to have information or education regarding the impact of bullying behavior. This information will help children who are still learning in socialization to avoid bullying behaviors. This information can be conveyed using audio-visual media so that children are more interesting so that the information can be understood easily. Audio-visual media is a type of media that contains sound elements and also contains image elements that can be seen. This research is a class action research (Classroom Action Research) conducted on class VI students of MIS Hafizh Cendekia. In each cycle that is carried out, students show changes in behavior according to the video shown. Therefore, it can be concluded that bullying education using audio-visual media has been well structured from the planning stage, carried out optimally in the implementation of actions and carefully evaluated in each cycle.Keywords: Bullying, Media Audio Visual
Factors Related to Polygamy Family in Pidie District Finaul Asyura; Marthoenis Marthoenis; Maidar Maidar
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021, Local Wisdom and Learning During COVID-19
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v4i2.21724

Abstract

Polygamy is a marriage that has been carried out by many people from various circles. During 2001, there were 234 cases of violence against wives. Data on victims reveals 5.1% of polygamy in secret, 2.5% of official polygamy, 36.3% of victims of cheating, 2.5% left by their husbands, 4.2% divorced, 0.4% as a second wife, and Another 0.4% as a dating park. Types of violence reported include economic violence as much as 29.4%; physical violence 18.9%; sexual violence 5.6%; and 46.1% psychological violence. There are still cases of polygamous families in Pidie Regency which can cause rifts in the household and can even cause feelings of sadness, jealousy, prolonged stress, and hatred because they feel they have been betrayed by their husbands. This study aims to determine the factors associated with polygamous families in Pidie District. The design of this research is case control. The research location is in Pidie Regency,. The sample in this study were 30 polygamous families, both first, second, third and fourth wives and as many as 60 families who were not polygamous. The results of the study that the most dominant variable on the incidence of polygamous families was a history of 12 times the disease. Expecting women to maintain attraction to their husbands so that husbands do not have a tendency to approach other women. 
Factors Related to Polygamy Family in Pidie District Finaul Asyura; Marthoenis Marthoenis; Maidar Maidar
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021, Local Wisdom and Learning During COVID-19
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v4i2.21724

Abstract

Polygamy is a marriage that has been carried out by many people from various circles. During 2001, there were 234 cases of violence against wives. Data on victims reveals 5.1% of polygamy in secret, 2.5% of official polygamy, 36.3% of victims of cheating, 2.5% left by their husbands, 4.2% divorced, 0.4% as a second wife, and Another 0.4% as a dating park. Types of violence reported include economic violence as much as 29.4%; physical violence 18.9%; sexual violence 5.6%; and 46.1% psychological violence. There are still cases of polygamous families in Pidie Regency which can cause rifts in the household and can even cause feelings of sadness, jealousy, prolonged stress, and hatred because they feel they have been betrayed by their husbands. This study aims to determine the factors associated with polygamous families in Pidie District. The design of this research is case control. The research location is in Pidie Regency,. The sample in this study were 30 polygamous families, both first, second, third and fourth wives and as many as 60 families who were not polygamous. The results of the study that the most dominant variable on the incidence of polygamous families was a history of 12 times the disease. Expecting women to maintain attraction to their husbands so that husbands do not have a tendency to approach other women. 
REMAJA CERDAS, SEHAT, DAN BERAKHLAK: PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI MAS BABUN NAJAH Ulfa Husna Dhirah; Fitriyanti Fitriyanti; Rizka Amalia Putri; Finaul Asyura; Ririn Nabila
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, seperti pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, serta infeksi menular seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang benar menjadi salah satu faktor utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di MAS Babun Najah. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet. Kegiatan diikuti oleh 45 siswi putri kelas XI. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep pubertas, kebersihan organ reproduksi, risiko pergaulan bebas, serta pentingnya menjaga nilai moral dan agama dalam pergaulan. Kesimpulan penyuluhan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi sesuai nilai agama dan norma sosial. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Reproduksi, Penyuluhan, Edukasi, Sekolah
UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI ANAK SEKOLAH MELALUI FISSURE SEALANT SEBAGAI SALAH SATU PROGRAM UKGS (SCHOOL BASED DENTAL PROGRAM) DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Wirza Wirza; Henny Febriani; Ratna Wilis; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu strategi dalam upaya penanggulangan resiko terjadinya karies gigi pada masyarakat adalah penerapan upaya preventif melalui fissure sealent sebagai salah satu program UKGS (School-Based Dental Program). Upaya ini diharapkan dapat membantu dalam pemecahan dan penanganan awal terhadap resiko terjadinya karies pada anak usia sekolah di masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pada 15 orang, ternyata 12 orang  (80%) menderita karies gigi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan penyuluhan pelayanan promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut (fissure sealent) yang di lakukan pada upaya kesehatan berbasis anak usia sekolah di masyarakat. Peningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik mengenai kesehatan gigi yang terkait dengan faktor risiko karies. Kegiatan ini juga dapat dijadikan upaya puskesmas dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan UKGMD dan pelaksana program UKGS dalam kegiatan promosi kesehatan gigi di masyarakat. Penerapan pencegahan melalui fissure sealeant kesehatan gigi pada masyarakat dapat menyadarkan anak-anak tentang faktor risiko karies serta upaya pencegahan sejak dini resiko terjadinya karies. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara terpadu di sekolah SDN 22 Neusu Jaya wilayah Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah adalah masyarakat khususnya anak usia sekolah dasar yang berusia 6-8 tahun yang memiliki gigi molar satu yang baru erupsi sebagai subjek yang dilakukan intervensi di Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil evaluasi akhir yang dilakukan menunjukkan bahwa pencegahan yang dilakukan melalui fissure sealent sebagai salah satu program UKGS Berbasis Sekolah sangat efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya karies pada gigi molar satuKata kunci : Fissure Sealent, Resiko Karies dan Kesehatan GigiOne strategy in efforts to overcome the risk of dental caries in the community is the implementation of preventive efforts through fissure sealants as one of the UKGS (School-Based Dental Program) programs. It is hoped that this effort can help in solving and early treatment of the risk of caries in school-aged children in the community. Based on the results of initial examinations on 15 people, it turned out that 12 people (80%) suffered from dental caries. This activity aims to improve the level of dental and oral health by providing promotional and preventive services on dental and oral health (fissure sealants) which are carried out in health efforts based on school-aged children in the community. Increasing knowledge, attitudes and practices regarding dental health related to caries risk factors. This activity can also be used as an effort by community health centers and schools to carry out UKGMD activities and implement UKGS programs in dental health promotion activities in the community. Implementing prevention through dental health fissure sealant in the community can make children aware of the risk factors for caries and efforts to prevent the risk of caries from an early age. This community service is carried out in an integrated manner at the SDN 22 Neusu Jaya school in the Baiturrahman District, Banda Aceh City. The target of this service activity is the community, especially elementary school age children aged 6-8 years who have newly erupted first molars as subjects for intervention in Baiturrahman District, Banda Aceh City. Based on the results of the final evaluation carried out, it shows that prevention carried out through fissure sealant as one of the School Based UKGS programs is very effective in preventing caries in first molar teeth.Keywords: Fissure Sealent, caries risk and dental health
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENGENDALIAN KECELAKAAN DAN BENCANA PADA PEKERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025. Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekerja dalam pengendalian kecelakaan kerja dan bencana pada pekerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh. Pekerja BPBD memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahaya akibat aktivitas penanggulangan bencana yang kompleks dan dinamis. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi pemahaman peserta terkait identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan prosedur keselamatan kerja dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan melibatkan pekerja BPBD Kota Banda Aceh sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengendalian kecelakaan dan kesiapsiagaan bencana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penanggulangan bencana. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pekerja BPBD dalam menjalankan tugasnya. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Pengendalian kecelakaan, bencana, keselamatan kerja, BPBD.
DETEKSI DINI DAN UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DIRI PENDERITA HIPERTENSI UNTUK MEMANFAATKAN LAYANAN KESEHATAN KOMUNITAS Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Putri Mauliza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini terhadap hipertensi sangat penting dalam mencegah komplikasi lanjut yang berbahaya. Namun, pada kenyataannya, banyak individu yang baru mengetahui mereka menderita hipertensi setelah terjadi komplikasi. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi menjadi tantangan besar dalam pengendalian penyakit ini. Selain itu, meskipun layanan kesehatan untuk deteksi dan penanganan hipertensi sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan komunitas, seperti puskesmas dan posyandu, pemanfaatannya oleh masyarakat masih tergolong rendah. Faktor-faktor seperti kurangnya informasi, rasa takut, atau ketidaktahuan mengenai cara memanfaatkan layanan kesehatan sering kali menghambat akses masyarakat terhadap fasilitas yang ada. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya sebatas meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, tetapi juga untuk mendorong perubahan perilaku yang positif dalam menjaga kesehatan. Masyarakat perlu memahami bahwa hipertensi dapat dicegah dan dikelola secara efektif jika dideteksi lebih awal. Keywords: deteksi dini, peningkatan kesadaran, penderita hipertensiEarly detection of hypertension is very important in preventing dangerous further complications. However, in reality, many individuals only find out they have hypertension after complications occur. The low level of public awareness regarding the importance of early detection and management of hypertension is a major challenge in controlling this disease. In addition, although health services for the detection and treatment of hypertension are available in various community health facilities, such as community health centers and posyandu, their utilization by the community is still relatively low. Factors such as lack of information, fear, or ignorance about how to utilize health services often hinder people's access to existing facilities. The aim of this activity is not only to increase public knowledge about hypertension, but also to encourage positive behavioral changes in maintaining health. The public needs to understand that hypertension can be prevented and managed effectively if detected early. Keywords: early detection, increasing awareness, hypertension sufferers
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK BALITA DI DESA BINAAN POLTEKKES KEMENKES ACEH Sisca Mardelita; Cut Ratna Keumala; Intan Liana; Maria Irwani; Arnela Nur; Linda Suryani; Andriani Andriani; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Peran ibu dalam penerapan hidup sehat, termasuk pola hidup tentang kesehatan gigi dan mulut akan berjalan dengan baik bila didasari oleh pengetahuan yang dimiliki tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Melalui peran ibu dalam keluarga,  diharapkan mampu mendorong kesadaran anak dengan terus mengingatkan untuk melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta mendampingi anak melakukannya secara rutin, serta dapat memahami kebutuhan keluarga sehingga dapat menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga, terutama untuk mengatasi dan mencegah munculnya penyakit gigi dan mulut. Hasil Pemeriksaan Awal pada 25 orang anak balita, ditemukan 72% mengalami  karies gigi, dan hasil wawancara dengan ibu, hampir semua ibu  (92%) tidak mendorong anak untuk melakukan menyikat gigi secara rutin dan tidak mengetahui masalah-masalah terkait penyakit gigi pada balita.Tujuan:. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita.Metode: Kegiatan ini dilakukan oleh dosen jurusan Kesehatan gigi dan dosen jurusan Jurusan Farmasi lamanya pelaksanaan selama 6 bulan pada tahun 2024. Metode yang akan digunakan diskusi dan simulasi yaitu  merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, dan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian modul dan lembar monitoring menyikat gigi dan melakukan edukasi pada ibu yang memiliki balita  di desa Paleuh Pulo oleh tim pengabdian masyarakat, dengan kriteria hasil pengetahuan ibu meningkat sebanyak > 80%.Hasil: Peningkatan pengetahuan keluarga di Desa Paleuh Pulo tentang pemberdayaan di bidang pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan edukasi, dengan nilai pre test pengetahuan 61% dan meningkat  menjadi 83% sebagai nilai post test. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ibu dalam mengedukasi anak dan terampil dalam membantu anak untuk menyikat gigi yang baik dan benar, kemampuan ibu memotivasi anak untuk menyikat gigi dan kemampuan ibu untuk mengidentifikasi masalah Kesehatan gigi dan mulut pada anggota keluarga.Kesimpulan: Melalui program pemberdayaan keluarga ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam hal pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita di Desa Paleuh Pulo
MEMBANGUN GENERASI CERDAS DAN SEHAT MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA Fauziah Andika; Asmaul Husna; Ulfa Husna Dhirah; Finaul Asyura; Rahmat Akbar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang perlu diketahui sejak usia remaja. Di Indonesia, banyak remaja menghadapi tantangan besar terkait kesehatan reproduksi, antara lain rendahnya akses terhadap informasi yang benar, norma budaya yang menganggap pembicaraan tentang seksualitas sebagai hal tabu, serta minimnya pendidikan formal yang membahas isu ini secara menyeluruh. Hal ini menyebabkan remaja cenderung mencari informasi dari sumber yang tidak kredibel, seperti media sosial atau teman sebaya, yang berpotensi menyesatkan dan meningkatkan risiko terhadap perilaku seksual yang tidak sehat, kehamilan di luar nikah, serta penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDSKegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 April 2025 dengan jumlah peserta 30 orang siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan, tampak adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait dengan fungsi organ reproduksi, perubahan fisik dan emosional saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, serta upaya pencegahan terhadap risiko penyakit menular seksual. Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Penyakit Menular Seksual
EDUKASI KESEHATAN PADA LANSIA DI DESA TIBANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Eva Rosdiana; Desita Ria Yusian TB; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Finaul Asyura; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan penduduk yang beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan karena menurunnya status kesehatan lansia disebabkan dengan bertambahnya usia. Sehingga lansia memerlukan pemeriksaan dan pemantauan secara rutin. Namun Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2023 jumlah lansia di kota Banda Aceh yang melakukan skrining kesehatan menurun menjadi 97,2% dari data tahun sebelumnya  yaitu 98,15%. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada lansia tentang kesehatan pada lansia dan juga pentingnya melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan pada lansia yang dapat dilakukan di posyandu lansia desa Tibang. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 10 Oktober 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, lansia dan pendamping (keluarga). Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara rutin ke pada lansia.Kata Kunci: Lansia, Pemantauan KesehatanThe elderly are a population at risk of experiencing various health problems due to the decline in the health status of the elderly due to increasing age. So the elderly need regular examination and monitoring. However, based on data obtained in 2023, the number of elderly people in the city of Banda Aceh who underwent health screening decreased to 97.2% from the previous year's data, namely 98.15%. The aim of this service activity is to provide knowledge to the elderly about the health of the elderly and also the importance of carrying out health checks and monitoring of the elderly which can be carried out at the Posyandu for the elderly in Tibang village. This activity was carried out on October 10 2024 with a total of 30 participants consisting of village officials, posyandu cadres, elderly people and companions (families). This service activity was successful and received good attention from all participants as well as appreciation from village officials. In conclusion, the implementation of this health education can provide additional knowledge to participants and increase participants' interest in carrying out routine health checks and monitoring for the elderly.Keywords: Elderly, Health Monitoring