Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fermentasi cair dua fase dan fermentasi padat eceng gondok S Komarayati Gusmailina; T Nurhayati; B De Wilde; S Vanhille
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3372.639 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1986.3.4.28-33

Abstract

Tulisan ini menyajikan percobaan dua teknologi fermentasi biogas dari eceng gondok (Eichhornia crassipes). Fermentasi cair dengan dua phase menghasilkan 1 volume biogas per volume reaktor per hari dengan volume beban 4 kg bobot kering per meter kubik reaktor per hari dan pemakaian waktu 12,5 hari. Sedangkan fermentasi padat menghasilkan lebih banyak biogas, yaitu 3-4 volume biogas pe volume reaktor per hari dengan volume beban 15 kg bobot kering per meter kubik reaktor per hari dan pemakaian waktu 22 hari. Kedua teknologi ini memberikan produksi biogas yang lebih tinggi daripada sistem konvensional seperti batch, Gobar dan semi-kontinu. Terutama fermentasi padat memberi  harapan walaupun memerlukan praperlakuan eceng gondok secara intensif. Selain itu suhu merupakan factor penting. Pada suhu 350C (mesophilik); produksi gas lebih tinggi dibandingkan pada suhu ruang (22-280c). Fermentasi pada suhu mesophilik memungkinkan juga penambahan volume beban menjadi lebih tinggi.
Fermentasi cair dua fase dan fermentasi padat eceng gondok S Komarayati Gusmailina; T Nurhayati; B De Wilde; S Vanhille
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1986.3.4.28-33

Abstract

Tulisan ini menyajikan percobaan dua teknologi fermentasi biogas dari eceng gondok (Eichhornia crassipes). Fermentasi cair dengan dua phase menghasilkan 1 volume biogas per volume reaktor per hari dengan volume beban 4 kg bobot kering per meter kubik reaktor per hari dan pemakaian waktu 12,5 hari. Sedangkan fermentasi padat menghasilkan lebih banyak biogas, yaitu 3-4 volume biogas pe volume reaktor per hari dengan volume beban 15 kg bobot kering per meter kubik reaktor per hari dan pemakaian waktu 22 hari. Kedua teknologi ini memberikan produksi biogas yang lebih tinggi daripada sistem konvensional seperti batch, Gobar dan semi-kontinu. Terutama fermentasi padat memberi  harapan walaupun memerlukan praperlakuan eceng gondok secara intensif. Selain itu suhu merupakan factor penting. Pada suhu 350C (mesophilik); produksi gas lebih tinggi dibandingkan pada suhu ruang (22-280c). Fermentasi pada suhu mesophilik memungkinkan juga penambahan volume beban menjadi lebih tinggi.