Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Kepala Sekolah Terhadap Peningkatkan Etos Kerja Guru Jauhari Azam; Nana Suryapermana; Rodani Rodani
An-Nidhom Vol 6 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v6i1.4857

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel diukur dengan skala likert. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda melalui uji F dan uji t dengan maksud untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent pada tingkat kepercayaan 95% (0 = 0,05). Hasil uji secara serentak diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi Kepala Sekolah berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Peningkatan Etos Kerja Guru di SMK Ikhlas Jawilan. Dari hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan besarnya variabel dari variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Hasil uji R2 memperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,461 bila ditulis dalam bentuk prosentase 46,1%. Angka tersebut menjelaskan bahwa determinasi atau sumbangan variabel kepala sekolah dan kompensasi terhadap etos kerja guru sebesar 46,1%. Artinya sumbangan faktor-faktor lain (selain gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompensasi) terhadap etos kerja guru sebesar 53,9%.
Epistemologi Studi Keislaman Rodani Rodani
Al-Fath Vol 2 No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i2.3275

Abstract

Dalam konteks makro, hampir semua sistem pendidikan yang ada didunia ini, selalu kalah berpacu dengan perubahan sosial. Konservatisme pendidikan makin dirasakan sebagai hambatan, karena "komoditi" yang dihasilkan dunia pendidikan selalu kalah berpacu dengan perkembangan masyarakat yang begitu dahsyat. Para ahli pendidikan semakin kewalahan dalam mengantisifasi arah perkembangan masyarakat. Perkembangan industri misalnya, sangat mendorong pertumbuhan industri komunikasi dan informasi, begitu juga kemajuan industri komunikasi dan informasi sangat berpengaruh terhadap hubungan kemasyarakatan, sehingga terjadi pergeseran nilai yang dihayati oleh masyarakat. Untuk menata pendidikan Islam masa depan, paling tidak harus’melihat kondisi pendidikan Islam masa lalu, juga keadaan pendidikan Islam saat ini. Setelah melihat kenyataan tersebut, maka harus dari mana dimulainya perbaikan dan dan bila perlu diadakan "pembongkaran" terhadap system pendidikan Islam. Pendidikan modern yang berorientasi pada materi dan bersifat pragmatis tidak mungkin dihentikan Tinggal bagaimana pendidikan Islam ditata kembali sehingga dapat dijadikan alternaif yang tidak hanya mementingkan urusan dunia, namun memilki dimensi spiritual (teologi). Bagaimanapun juga pendidikan Islam adalah merupakan salah satu sub sistem dari subsistem-subsistem yang ada, seperti sosial, politik, teologi, kebudayaan dan lebih-lebih adalah kekuasaan, dalam hal ini pemegang kebijakan. Untuk itu bila ingin merubah atau mengadakan inovasi pendidikan Islam, maka secara sistimatik seluruh komponen harus terlibat, sehingga pendidikan Islam benar-benar dapat terintegrasi. Dengan gambaran ini, maka dapat dipahami bahwa akar terdalam problematika pendidikan Islam, nampaknya sinkron dengan keberadaan umat Islam di era modern. Pendidikan Islam akan bangkit kembali sebagaiamana pernah diraih pada zaman "keemasannya" manakala caraberpikir umat Islam yang cenderung bersifat parsial ini segera diubah menjadi bersifat integral.
Peran Bimbingan Penyuluhan Islam dalam Mengatasi Mental Disorder Rodani Rodani
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3347

Abstract

Bimbingan penyuluhan agama islam di lakukan oleh dan untuk manusia sesuai dengan pandangan islam mengenai hakekat manusia. Oleh karena itu pandangan mengenai hakekat manusia harus menjadi landasan utama dalam proses Bimbingan Penyuluhan Agama Islam secara totalitas Al-qur’an menyatakan bahwa manusia merupakan “khalifah Allah” di muka bumi sebagaiman firman Allah Swt.