Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekonomi Wisata Pantai Ujung Suso Burau Kabupaten Luwu Timur Jibria Ratna Yasir; Wahida Wahida
JEMMA (Journal of Economic, Management and Accounting) Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jemma.v3i1.344

Abstract

Wisata Bahari di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur sangat potensial untuk dikembangkan. Hal ini karena sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pantai dan berbatasan langsung dengan Teluk Bone. Dua pantai yang terdapat di Kecamatan Burau dan menjadi kunjungan wisata adalah Pantai Lemo dan Pantai Ujung Suso. Pantai Ujung suso yang memiliki banyak potensi untuk dikelola, saat ini belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Akibat dari kurangnya perhatian pemerintah dalam proses pengelolaan Pantai Ujung Suso berdampak buruk pada kondisi alamnya seperti parahnya erosi pantai yang menyebabkan jarak antara tepi laut dengan jalan semakin dekat, tumpukan sampah yang semakin banyak disekitar pantai dalam jangka waktu panjang dapat merusak ekosistem di pantai tersebut. Oleh karena itu saat ini dibutuhkan konsep pengelolaan wisata kawasan yang dapat memperbaiki kualitas sumberdaya alam Pantai Ujung Suso. Data yang dikumpulkan meliputi data pengunjung, potensi wisata yang terdiri dari potensi fisik, sosial budaya, serta ekonomi, dan metode pengelolaan Pantai Ujung Suso sebelumnya. Selanjutnya wawancara dan Indepth interview dilakukan untuk mengetahui bagaimana metode pengelolaan untuk pengembangan Pantai Ujung Suso dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kekuatan yang merupakan potensi wisata Pantai Ujung Suso adalah social budaya masyarakat, ekosistem pantai, perekonomian, serta kemudahan akses. Selain kekuatan yang merupakan potensi Pantai Ujung Suso, ditemukan pula beberapa kelemahan seperti pengambilan terumbu karang liar oleh masyarakat, kebersihan lingkungan pantai yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas pengunjung dan warung di sekitar pantai yang membuang sampah disekitar pantai, persepsi masyarakat terkait pengembanagan wisata adalah dengan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata perlu dikembangkan dan didampingi. Selain itu wisata pantai Ujung Suso juga mempunayai peluang secara ekonomi dengan memberikan kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat disekitar pantai.
ANALISIS PERSEPSI DAN POLA PERILAKU MASYARAKAT HULU DAS LATUPPA DALAM MELAKUKAN KONSERVASI LAHAN DAN AIR UNTUK INISIASI KONSEP PEMBAYARAN JASA LINGKUNGAN DI KOTA PALOPO Jibria Ratna Yasir; Wahida Wahida; Ahmad Fuad Zainuddin
JEMMA (Journal of Economic, Management and Accounting) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jemma.v1i1.79

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi menyebabkan ketersediaan dan pemanfaatan air bersih (fresh water) untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan peningkatan kinerja ekonomi mengalami perubahan dan cenderung menimbulkan kelangkaan akan air bersih. Salah satu ekosistem tempat air mengalir yang mengalami degradasi fungsi akibat pola perilaku manusia yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan adalah Daerah Aliran Sungai (DAS). Adanya peningkatan degradasi fungsi DAS mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mengenali kegiatan pelayanan lingkungan yang dapat dilakukan untuk menjaga fungsi DAS tersebut. Masifnya tingkat kerusakan DAS, umumnya dipicu oleh kerusakan hutan yang relatif tinggi, sebagai turunan dari perilaku menyimpang masyarakat seperti: illegal logging dan alih fungsi lahan hutan menjadi areal pertanian tanaman semusim. Kondisi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan permasalahannya menuntut adanya pola pengelolaan DAS yang baik dan tepat. Siklus saling ketergantungan antara pemanfaat air bersih di hilir dengan penyedia jasa lingkungan air bersih di hulu menciptakan adanya suatu ide reward atau penghargaan yang diberikan kepada masyarakat hulu untuk berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka merehabilitasi kawasan yang diwujudkan dalam kerangka mekanisme pembayaran jasa lingkungan. Tujuan umum penelitian ini adalah mengestimasi besaran nilai kompensasi untuk masyarakat hulu. Penelitian ini dilakukan di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Mungkajang dan Kecamatan Sendana yang merupakan kecamatan yang berada di Hulu DAS Latuppa Kota Palopo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis Spearman (skala likert) dengan rataan skor untuk mengetahui persepsi dan pola perilaku masyarakat dalam melakukan rehabilitasi di hulu DAS Latuppa. Hasil dari rataan skor menunjukkan masyarakat hulu DAS Latuppa di Kecamatan Mungkajang dan Sendana yang merupakan penyedia jasa lingkungan khususnya kelompok tani To’buangin dan kelompok tani Se’pon bersedia merehabilitasi lahan dan air di hulu DAS Latuppa dengan mekanisme pembayaran jasa lingkungan.