Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASPEK SOSIAL DALAM NOVEL MENJADI DJO KARYA DYAH RINNI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Bayu Putro
SURYA BAHTERA Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan(1) unsur-unsur intrinsik,(2) aspek-aspek sosial, dan (3) skenario pembelajaran novel Menjadi Djo karya Dyah Rinni di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian berupa unsur-unsur intrinsik, aspek-aspek social dalam novel Menjadi Djo karya Dyah Rinni, dan scenario pembelajarannya di SMA. Teknik pemilihan data penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Instrumen pene­litiannya adalahpenulis sendiri sebagai peneliti, buku catatan, dan alat tulis. Teknik ana­lisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Validitas data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian ini yaitu novel Menjadi Djo karya Dyah Rinni mengandung (1) unsur in­trinsik, yaitu: (a) tema, (b) alur, (c) tokoh dan penokohan, (d) latar, (e) sudut pandang, dan (f) bahasa; (2) aspek-aspek sosial mencakup (a) kekerabatan, (b) perekonomian, (c) pendidikan, (d) kepercayaan, dan (e) cinta kasih; dan (3) pembelajaran novel Menjadi Djo karya Dyah Rinni di SMA menggunakan pendekatan Jigsaw dengan langkah-langkah meliputi: (a) kelas dibagi dalam beberapa kelompok (tim); (b) bahan akademik disajikan dan tiap siswa mempelajari;  (c) anggota yang mempelajari bagian yang sama berkumpul dalam tim ahli; (d) siswa dalam tim ahli kembali ke kelompok awal untuk mengajar ang­gota kelompok mengenai materi yang dipelajari dalam tim ahli; dan (e) siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan ajar yang dipelajari.   Kata kunci: unsur intrinsik, aspeksosial, novel MenjadiDjo, Pembelajarannya di SMA
Pengembangan Instrumen Footwork pada Olahraga Tenis Meja (Ryu Seung Mon) Berbasis Internet of Things (IoT) Suhermon Suhermon; Ferri Hendryanto; Tofikin Tofikin; Bayu Putro; Rayhan Rayhan
Jurnal Sporta Saintika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Sporta Saintika Edisi Maret 2026
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v11i1.529

Abstract

Footwork is a crucial component of table tennis athletes’ performance; however, its measurement and training are still conducted manually, making them less efficient and less objective. This study aims to develop a footwork instrument based on the Internet of Things (IoT) using the Ryu Seung Mon approach to improve the accuracy, effectiveness, and efficiency of training. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Borg & Gall development model, which was simplified into several stages: identifying potential and problems, data collection, product design, design validation, revision, and limited trials. The small-group trial involved 25 participants, while the large-group trial involved 40 participants. The results indicate that the IoT-based footwork instrument is capable of recording athletes’ movements in real time, providing immediate feedback, and analyzing movement speed and accuracy based on the Ryu Seung Mon footwork pattern. Validation results showed that the first material expert rated the product at 86.33%, the second material expert at 88.75%, the first media expert at 91.66%, the second media expert at 90.25%, and the technology expert also indicated that the product is feasible for use in table tennis training. The significance of these findings demonstrates that the integration of IoT in sports training can quantitatively and objectively enhance the quality of coaching. In conclusion, this instrument is effective as a footwork measurement tool and represents a technological innovation in improving table tennis athletes’ performance. The primary limitation of this study lies in the potential low external validity and long-term reliability of the instrument due to its dependence on the stability of IoT devices.