T. Beuna Bardant
Pusat Penelitian Kimia LIPI, Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang 15314, Telp. (021)7560929, Fax. (021) 7560549

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN BIOETANOL SECARA ENZIMATIS DARI LIMBAH BATANG SAWIT (Elaeis guineensis) DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN Ina Winarni; Sri Komarayati; T. Beuna Bardant
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.2.127-135

Abstract

Biomassa merupakan salah satu alternatif bahan baku potensial untuk produksi biofuel atau bioetanol. Tulisan ini mempelajari pembuatan bioetanol dari bahan lignoselulosa, yaitu limbah batang kelapa sawit. Batang sawit dibagi menjadi tiga bagian, yaitu parenkim (P), vaskular bundel (VB) dan campuran keduanya (PVB). Hasil penelitian menunjukkan, kadar gula pereduksi sebelum fermentasi semua perlakuan lebih tinggi dari sampel tanpa penambahan surfaktan (kontrol) pada konsentrasi selulase 10 dan 15 FPU/g substrat. Kadar etanol tertinggi (1,63%) berasal dari parenkim dengan konsentrasi selulase 15 FPU/g substrat.
PEMBUATAN BIOETANOL SECARA ENZIMATIS DARI LIMBAH BATANG SAWIT (Elaeis guineensis) DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN Ina Winarni; Sri Komarayati; T. Beuna Bardant
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.2.127-135

Abstract

Biomassa merupakan salah satu alternatif bahan baku potensial untuk produksi biofuel atau bioetanol. Tulisan ini mempelajari pembuatan bioetanol dari bahan lignoselulosa, yaitu limbah batang kelapa sawit. Batang sawit dibagi menjadi tiga bagian, yaitu parenkim (P), vaskular bundel (VB) dan campuran keduanya (PVB). Hasil penelitian menunjukkan, kadar gula pereduksi sebelum fermentasi semua perlakuan lebih tinggi dari sampel tanpa penambahan surfaktan (kontrol) pada konsentrasi selulase 10 dan 15 FPU/g substrat. Kadar etanol tertinggi (1,63%) berasal dari parenkim dengan konsentrasi selulase 15 FPU/g substrat.