Juliana Hindrajat
Sekolah Tinggi Teologi KHARISMA Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Etis Teologis tentang Investasi Keuangan Gereja: Analisis Lukas 19:16-24 Tjandra Munanto; Yanto Paulus Hermanto; Juliana Hindrajat
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.684 KB) | DOI: 10.51615/sha.v2i1.33

Abstract

Abstract: The church as a non-profit organization has a vision and mission related to effective fund management. Considering recent developments where the church is being challenged to face various world problems such as natural disasters, economic crises, pandemics, lack of funds, world inflation, the church must find a way out so that all the main activities of the church can run well. One of the most important factors in managing church funds is how the church can find alternative sources of income so that church funds do not depend solely on the congregation's love offerings and the congregation's tithe which tends to be increasingly uncertain in number. To answer the research problem, the author uses a qualitative research approach and through excavation of Luke 19:12-27. The purpose of this research is to provide a way out for churches in managing church funds. From the results of this study obtained a biblical method of investment, effective and low risk level.Abstrak: Gereja sebagai organisasi non-profit memiliki visi dan misi yang berkaitan dengan pengelolaan dana yang efektif. Mengingat perkembangan akhir-akhir ini dimana gereja ditantang menghadapi berbagai permasalahan dunia seperti bencana alam, krisis ekonomi, pandemi, kekurangan dana, inflasi dunia, maka gereja harus mencari jalan keluar agar seluruh kegiatan utama gereja dapat berjalan dengan baik. Salah satu faktor yang terpenting dalam mengelola dana gereja adalah bagaimana gereja dapat mencari sumber pendapatan alternatif agar dana gereja tidak semata-mata tergantung kepada persembahan kasih jemaat dan persepuluhan jemaat yang cenderung makin tidak menentu jumlahnya. Untuk menjawab permasalah penelitian maka penulis menggunakan pendekatan penetian kualitatif dan melalui penggalian terhadap Lukas 19:12-27. Tujuan penelitian ini untuk memberikan jalan keluar  bagi gereja-gereja dalam mengelola dana gereja. Dari hasil penelitian ini diperoleh cara inestasi yang alkitabiah, efektif dan tingkat resiko yang rendah.
The Pendekatan Solution Focused Brief Counseling dalam Konseling Pastoral Mengatasi Kecemasan Laura Meirien Olivia Pangayow; Juliana Hindrajat
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan fenomena psikologis yang bersifat multidimensional, meliputi aspek emosional, kognitif, fisik, dan spiritual. Dalam psikologi, kecemasan dipahami sebagai respons adaptif terhadap tekanan hidup, namun dapat berkembang menjadi gangguan apabila menghambat keberfungsian individu. Sementara itu, teologi Kristen memandang kecemasan tidak hanya sebagai persoalan psikologis, tetapi juga berkaitan dengan relasi manusia dengan Allah, pemaknaan hidup, dan ketergantungan iman. Oleh karena itu, konseling pastoral Kristen dipandang relevan sebagai pendekatan holistik dalam menangani kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konseling pastoral Kristen dengan pendekatan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam membantu individu mengatasi kecemasan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku dan artikel ilmiah yang membahas kecemasan, konseling pastoral, dan SFBC. Analisis dilakukan secara sistematis untuk memperoleh pemahaman teoretis yang komprehensif.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi SFBC dalam konseling pastoral efektif dalam membantu konseli mengonkretkan masalah kecemasan, mengenali kekuatan dan sumber daya rohani, serta membangun harapan yang berorientasi pada pemulihan. Pendekatan SFBC yang berfokus pada solusi dan masa depan selaras dengan nilai-nilai teologi Kristen yang menekankan pengharapan, pemulihan, dan penyertaan Allah. Disimpulkan bahwa konseling pastoral berbasis SFBC merupakan pendekatan yang aplikatif dan teologis dalam penanganan kecemasan secara holistik.   Kata kunci: kecemasan; kesehatan mental; konseling pastoral Kristen; Solution-Focused Brief Counseling; spiritualitas