Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XX Probolinggo dalam pengelolaan bahan baku untuk produksi celana jeans adalah masih sering terjadi kekurangan bahan baku (stockout) tertinggi yang mencapai 2.950 Yd kain dan 4.040 Yd benang jahit serta adanya kelebihan bahan baku (overstock) tertinggi yang mencapai 4.020 Yd kain dan 5.500 Yd benang jahit. Sedangkan kekurangan bahan baku terendah sebanyak 600 Yd kain dan 3.340 Yd benang jahit serta kelebihan bahan baku terendah sebanyak 860 Yd kain dan 1.550 Yd benang jahit. Persediaan yang terlalu kecil dapat menimbulkan kekurangan persediaan, sedangkan persediaan yang terlalu besar dapat menimbulkan tambahan biaya yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal sehingga biaya persediaannya minimum. Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah Metode fuzzy inventory control, pertimbangannya adalah karena Model fuzzy (fuzzy inventory control) adalah salah satu model persediaan yang sesuai dengan kondisi permintaan yang fluktuatif. Hasil penelitian yang dilakukan di PT. XX Probolinggo ini adalah jumlah pemesanan optimal bahan baku celana jeans pada tahun 2020 sebanyak 72.570 Yd kain, 191.970 Yd benang jahit, 462.800 Unit Kancing, 462.800 Unit Resleting dan 2.901.000 Unit Rivets sehingga diperoleh total biaya pengendalian persediaan sebesar Rp. 2.234.987.960,- setahun. Sedangkan dengan menggunakan model fuzzy ini perusahaan dapat menghemat total biaya pengendalian persediaan sebesar 14,97%.