Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KINERJA INDUSTRI KECIL SANDAL DAN SEPATU DI SENTRA INDUSTRI KECIL WEDORO SIDOARJO Safirin, MT
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 2 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.706 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu permasalahan di Sentra Industri Kecil Wedoro dan industri lainnya adalah pengukuran kinerjanya hanya didasarkan pada aspek keuangan.  Pengukuran kinerja dari aspek keuangan memang penting, tetapi masih ada aspek-aspek lain  juga penting dan perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kinerja industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC), Analytical Hierarchy Process (AHP) dari aspek pelanggan (pasar),  proses bisnis internal dan proses pembelajaran dan pertumbuhan. Metode yang digunakan adalah BSC, untuk mengukur kinerja bisnis / industri dengan 4 perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan, dan  proses pembelajaran dan pertumbuhan. Metode AHP digunakan untuk membobot masing-masing perspektif dan masing-masing Faktor Keberhasilan Kritis. Hasil Penelitian menujukkan bahwa Rata-rata kinerja Industri kecil yang diteliti menunjukkan sebesar 2.06 (kategori cukup), bobot tertinggi adalah aspek keuangan 0,40, aspek bisnis  0,22, aspek pertumbuhan dan pembelajaran 0,20, dan aspek terkecil adalah aspek pelanggan 0,18. Faktor-faktor  keberhasilan kritis yang banyak mempengaruhi rendahnya kinerja industri kecil adalah : TATO. Kata Kunci : Balanced Scorecard,  Critical Succes Factors, Analytical Hierarchy Process
ANALISIS KINERJA INDUSTRI KECIL SONGKOK DI SENTRA INDUSTRI KECIL SONGKOK GRESIK Malikul, Mr.; Safirin, Tutuk
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 2 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.736 KB)

Abstract

AbstrakSalah satu permasalahan di Sentra Industri Kecil Songkok Gresik dan juga industri-industri lainnya adalah pengukuran kinerjanya hanya didasarkan pada aspek keuangan.  Pengukuran kinerja dari aspek keuangan memang penting, tetapi masih ada aspek-aspek lain yang juga penting dan perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kinerja industri, yaitu : aspek pelanggan (pasar),  proses bisnis internal dan proses pembelajaran dan pertumbuhan. Metode yang digunakan adalah Balanced Scorecard (BSC), Analytical Hierarchy Process (AHP). Balanced Scorecard mengukur kinerja bisnis / industri dengan 4 perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan, dan  proses pembelajaran dan pertumbuhan. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk membobot masing-masing perspektif dan masing-masing Faktor Keberhasilan Kritis. Hasil Penelitian menujukkan bahwa Rata-rata kinerja Industri kecil yang diteliti menunjukkan sebesar 2.06 (kategori cukup),  Faktor-faktor  keberhasilan kritis yang banyak mempengaruhi rendahnya kinerja industri kecil adalah : TATO. Kata Kunci : Balanced Scorecard,  Critical Succes Factors, AHP
Kajian Kinerja Industri Kecil Dengan Metode Balance Score Card Dan Analytical Hierarchy Process Safirin, MT
Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 1 (2010): Februari
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.044 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol11.No1.15-20

Abstract

Small industry is one important component in national economic structure, because it can absorb a lot of manpower and a lot of exploiting the potential of natural resources abundant in Indonesia. The number of small industries in Indonesia is quite a lot, but has not been matched by much higher performance. Therefore the number of small industries which are so muchslower average growth and is difficult to compete with large industrial products and imported products. Industry performance is one of the criteria used to measure industry growth. With performance measurement-performance small industry and handicraft villages can be foundin different areas of industry map homeland. During the performance measurement industry is based only on financial aspects. Performance measurement of the financial aspect is important, but still there are other aspects that are also important and need attention because theyaffect the performance of the industry, namely: aspects of customer (market), internal business processes and learning and growth. Therefore it is necessary for measuring the performance of various aspects of small scale industries so that their performance can be evaluated and formulated a model maintenance and development of small industries and handicraft villages are more comprehensive. The method used is the Balanced Scorecard (BSC) and Analytical Hierarchy Process (AHP). The Balanced Scorecard measures the performance of the business / industry with 4 perspective, financial, customer, business process within the company, and the process of learning and growth. Method of Analytical Hierarchy Process (AHP) is used to embobot each perspective and each Critical Success Factor. Research results showed that the average performance of small industries in Trowulan Pasuruan Stone Statue of 2083 (category enough). There are 2 perspectives of a very large weight on the performance of a stone statue of a small industry of financial and customer. Moderate success factors have great influence on both perspectives is the total asset turn over the tattoo and the number of new customers.
Study the Effect of Smoking on the Potential of Human Resources Sunardi; Kurniawan, Muhammad Rezki Agus; MT Safirin
Nusantara Science and Technology Proceedings 1st International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2020.0528

Abstract

Human resources have an important role in development so that the potential need to be developed. Fatigue is a normal condition in everyday life. In general, fatigue can be divided into two namely, physical fatigue (physical fatigue) and mental fatigue (mental fatigue). Many factors can cause fatigue in humans, one of which is smoking behavior. Smoking in adolescence, especially working age will disrupt fitness, especially cardiorespiratory endurance. One method that can support this research is the Response Surface Methodology method. The results showed that smoking for nine years with moderate consumption of cigarettes at the age of work did not affect physical or mental fatigue, but there was a tendency to increase a little mental and physical fatigue. Improved predictability can significantly reduce physical endurance.
Pengendalian dan Perencanaan Persediaan Bahan Baku Castable LC 16 dengan Metode Periodic Review dan Continous Review di PT. XYZ Surabaya Kurnia Ela Rahayu; Mochamad Tutuk Safirin
JUMINTEN Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.128 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.117

Abstract

XYZ adalah salah satu Perusahaan manufaktur yang memproduksi produk tahan. Salah satu produk yang diproduksi adalah Castable. Di Perusahaan ini terjadi overstock dan stockout pada bahan baku utama Castable yaitu Bauxite Halus, Bauxite Sedang, dan Bauxite Kasar. Overstock dan stockout ini mengakibatkan biaya persediaan menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian dan perencanaan persediaan bahan baku Castable LC 16 sehingga dapat meminimasi total biaya persediaan menggunakan metode Periodic Review dan Continous Review. Kesimpulan dari penelitian didapatkan total biaya persediaan terkecil menggunakan metode Continous Review yaitu sebesar Rp 1.427.292.224,- dan total biaya persediaan metode Perusahaan sebesar Rp 1.457.452.920, sehingga memberikan penghematan sebesar 1,31%.
Analisa Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Metode Fuzzy Inventory Control (PT. XX Probolinggo) Nur Hafidhatul Wahidah; M T Safirin
JUMINTEN Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.205 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.132

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XX Probolinggo dalam pengelolaan bahan baku untuk produksi celana jeans adalah masih sering terjadi kekurangan bahan baku (stockout) tertinggi yang mencapai 2.950 Yd kain dan 4.040 Yd benang jahit serta adanya kelebihan bahan baku (overstock) tertinggi yang mencapai 4.020 Yd kain dan 5.500 Yd benang jahit. Sedangkan kekurangan bahan baku terendah sebanyak 600 Yd kain dan 3.340 Yd benang jahit serta kelebihan bahan baku terendah sebanyak 860 Yd kain dan 1.550 Yd benang jahit. Persediaan yang terlalu kecil dapat menimbulkan kekurangan persediaan, sedangkan persediaan yang terlalu besar dapat menimbulkan tambahan biaya yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal sehingga biaya persediaannya minimum. Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah Metode fuzzy inventory control, pertimbangannya adalah karena Model fuzzy (fuzzy inventory control) adalah salah satu model persediaan yang sesuai dengan kondisi permintaan yang fluktuatif. Hasil penelitian yang dilakukan di PT. XX Probolinggo ini adalah jumlah pemesanan optimal bahan baku celana jeans pada tahun 2020 sebanyak 72.570 Yd kain, 191.970 Yd benang jahit, 462.800 Unit Kancing, 462.800 Unit Resleting dan 2.901.000 Unit Rivets sehingga diperoleh total biaya pengendalian persediaan sebesar Rp. 2.234.987.960,- setahun. Sedangkan dengan menggunakan model fuzzy ini perusahaan dapat menghemat total biaya pengendalian persediaan sebesar 14,97%.
Analisis Beban Kerja Operator Produksi Koran dengan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan Modified Cooper Harper (MCH) di PT. Temprina Media Grafika Gresik Bagus Ady Susanto; Sunardi Sunardi; M T Safirin
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.236 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.133

Abstract

Temprina Media Grafika Gresik merupakan perusahaan percetakan yang bergerak di Web Rotary Offset Printing. Perusahaan mampu mencetak 30.000 eksemplar koran dengan jam kerja pukul 20.30-02.00 WIB. Tingkat tekanan kerja tinggi sering dialami operator, dikarenakan deadline cetak koran pendek dan mesin sering mengalami trouble. Selain itu, setiap tahun jumlah operator tetap. Oleh sebab itu, beban kerja merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan Modified Cooper Harper (MCH) dalam pengukuran beban kerja. Dengan DRAWS dapat diukur beban kerja secara umum. Lalu dianalisa lebih lanjut aktivitas (tahapan) kerja yang memiliki beban kerja tinggi dengan MCH. Berdasarkan metode DRAWS, didapat beban kerja sebesar 68,33% (kategori overload) dengan sebaran kerja fisik 44,44% dan mental 55,56%. Variabel Time Pressure mendominasi beban kerja (31,24%). Analisa lanjutan dengan metode MCH didapat bahwa dari 17 aktivitas (tahapan) kerja, 10 berkategori overload, 6 berkategori optimal load, dan 1 berkategori underload. Dari 10 aktivitas (tahapan) kerja berkategori overload (metode MCH) merupakan penyebab kerja mental dominan (sebesar 55,56%) dan berdampak pada variabel Time Presurre sehingga menyebabkan beban kerja tinggi pada operator cetak koran sebesar 68,33% (metode DRAWS). Perbaikan sistem kerja, kondisi lingkungan kerja, juga sistem maintenance dirasa perlu sebagai usulan perbaikan guna menghasilkan proses produksi yang lebih baik.
Analisis Ekonomi Penggantian Tenaga Manusia dengan Mesin Pada Pekerjaan Mengangkut Bahan Baku di Bagian Gudang PT. XYZ Abdul Kadir; Sunardi Sunardi; M T Safirin
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.668 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.185

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibagian produksi tepung beras putih dan tepung ketan putih dengan merek “Rose Brand”. Permasalahan yang dihadapi PT.XYZ adalah pada proses pengangkatan bahan baku dari truck kontainer menuju gudang yang masih menggunakan tenaga manusia sebanyak 20 orang pengangkat dan pekerja tersebut bekerja dalam 1 hari selama 8 jam. Setiap orang mengangkat 1 karung dengan berat 50 Kg/karung. Jumlah dan berat yang diangkat membutuhkkan waktu yang lebih lama pekerjaan jadi tidak efektif, sehingga dengan menggunakan tenaga manusia untuk memindahkan bahan baku mudah menimbulkan rasa lelah dan juga resiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi dalam penggantian tenaga manusia dengan mesin pada pekerjaan mengangkut bahan baku digudang PT.XYZ. Dalam menentukan kelayakan secara ekonomi yang lebih layak untuk dilakukan, maka dalam penelitian ini dilakukan analisis serta perhitungan kelayakan ekonomi dengan perhitungan NPV(Net Present Value), BCR(Benefit Cost Ratio), PBP(PayBack Periode), ROI(Return On Investment). Hasil perhitungan kelayakan ekonomi dari penelitian ini adalah nilai NPV= Rp.1.180.910.575>0, nilai BCR= 3,36>1, nilai PBP= 1,1<N (5 tahun), nilai ROI= 87,18%>MARR (14%). Dari hasil perhitungan kelayakan ekonomi maka dapat dikatakan penggantian menggunakan mesin forklift fisibel secara ekonomi dan penggantian dapat dilakukan.
Penerapan Metode PLS Pada Analisis Faktor Kemampuan Daya Saing Berkelanjutan UMKM Batik di Kota XYZ Mohammad Yoga Anang Krisnawan; Mochammad Tutuk Safirin
JUMINTEN Vol 2 No 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.414 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.218

Abstract

Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur khususnya di Kota XYZ sangat strategis dan dibutuhkan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. Masyarakat XYZ sudah cukup terkenal dengan industri kecilnya dalam membuat Batik, baik Batik Tulis maupun Batik Cap yang sudah banyak berkembang di Kota XYZ. Tetapi di luar XYZ, UMKM Batik XYZ masih belum sepenuhnya mampu bersaing dengan UMKM Batik dari daerah lain, terutama dengan UMKM Batik dari pulau Jawa. Dari keterangan tersebut dapat dilihat bahwa salah satu permasalahan UMKM Batik di Kota XYZ adalah masih kurang kuatnya kemampuan bersaing bila dibandingkan dengan UMKM Batik dari daerah lain. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan penelitian tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi daya saing UMKM Batik Cap di Kota XYZ menggunakan analisis Partial Least Square (PLS). hasil yang ditunjukan pada penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa 74,8% variabel daya saing (Dy) yang dipengaruhi oleh sumber daya, infrastruktur, produk, IPTEK, kemampuan usaha, dukungan eksternal, kebijakan pemerintah dan 50,7% variable kemampuan bersaing (Kb) yang dipengaruhi oleh daya saing (Dy) Dimana ada empat faktor yang bernilai postif (sumber daya, infrasturktur, kemampuan usaha, dan produk) ada tiga faktor yang bernilai negative (kebijakan pemerintah, dukungan eksternal, dan iptek) yang berarti hubungan mengarah ke negative dimana malah mengurangi daya saing bagi mereka. dimana daya saing sangat berpengaruh untuk kemampuan bersaing berkelanjutan bagi umkm batik kab.XYZ.
Usulan Penentuan Interval Waktu Penggantian Komponen dan Kebijakan Persediaan Komponen dengan Menggunakan Metode Age Replacement dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) di PT. XYZ Erwinda Fitriani Leksono; Moch Tutuk Safirin
JUMINTEN Vol 2 No 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.561 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.230

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dengan memproduksi aluminium profil. Untuk memproduksi alumunium profil, perusahaan menggunakan mesin-mesin yang beroperasi secara terus menerus setiap harinya. Salah satu mesin yang digunakan untuk proses produksi adalah Mesin Extrusion. Pada saat ini perusahaan hanya melakukan penggantian komponen ketika komponen tersebut mengalami kerusakan tanpa adanya penjadwalan penggantian komponen terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian baik dari segi waktu maupun biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan interval waktu pengganti untuk meminimalkan biaya perawatan dan juga kebijakan persediaan yang optimal. Penentuan interval waktu dan perhitungan biaya dilakukan dengan menggunakan metode Age Replacement dan penentuan kebijakan persediaan menggunakan EOQ . Dari hasil penerapan metode tersebut didapatkan bahwa waktu yang optimal untuk melakukan penggantian komponen pisau potong adalah 40 hari sedangkan untuk komponen Die adalah 60 hari. Total biaya perawatan untuk penggantian komponen mesin Extrusion yang harus dikeluarkan oleh perusahaan setelah penerapan metode adalah sebesar Rp. 10.113.700 sedangkan sebelum penerapan metode perusahaan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 18.665.850,8. Nilai efisiensi berdasarkan perhitungan yaitu sebesar 45,81%.