Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN PARAMETER LONG-RANGE ORDER SEBAGAI ACUAN KONTROL KUALITAS HASIL ANNEALING PASCA ECAP PADA Al-5052 R. Ibrahim Purawiardi
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 2 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.73 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.63-75

Abstract

Telah dilakukan analisis perbandingan parameter long-range order dalam satu sudut pandang pada logam paduan Al-5052 yang diberikan perlakuan ECAP dan annealing pasca ECAP. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang tegak lurus bidang (220). Dalam analisis, bidang fundamental adalah bidang (111), sementara bidang superlattice diasumsikan bidang (220). Terdapat 4 sampel uji Al-5052 yang digunakan. Keempat sampel diberikan perlakuan ECAP rute Bc sebanyak 4 pass. Kemudian, 3 dari 4 sampel diberikan perlakuan annealing pasca ECAP dengan variasi temperatur annealing 100 oC, 200 oC, dan 300 oC, sementara satu sampel tersisa sebagai kontrol pembanding. Karakterisasi dilakukan dengan analisis x-ray diffraction. Hasil analisis menunjukkan nilai parameter order sampel tanpa annealing, sampel dengan temperatur annealing 100 oC, sampel dengan temperatur annealing 200 oC, dan sampel dengan temperatur annealing 300 oC secara berturut-turut adalah 0.54526, 0.693152, 0.92553, dan 1.183165. Dengan demikian, terjadi perubahan kondisi dari kondisi lebih disordered menjadi lebih ordered akibat perlakuan annealing pasca ECAP. Sementara itu, kondisi fully ordered diprediksi terjadi saat penerapan temperatur annealing 226.065704 oC. Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa metode perbandingan parameter order ini dapat digunakan sebagai acuan kontrol kualitas logam paduan Al-5052 setelah proses annealing pasca ECAP. Namun, analisis ini tidak direkomendasikan untuk menentukan nilai mutlak parameter order, namun hanya direkomendasikan untuk dibandingkan antar sampel satu sama lain.Kata Kunci : ECAP, annealing, parameter long-range order, Al-5052, kontrol kualitas
STUDI PERUBAHAN STRUKTUR KRISTAL MATERIAL HASIL PERLAKUAN EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING RUTE Bc DENGAN VARIASI JUMLAH PASS: STUDI KASUS SAMPEL ALUMINIUM PADUAN 5052 R. Ibrahim Purawiardi; I. Nyoman Gede Putrayasa Astawa; Effendi Mabruri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 1: OKTOBER 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.748 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.18.1.4182

Abstract

STUDI PERUBAHAN STRUKTUR KRISTAL MATERIAL HASIL PERLAKUAN EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING RUTE Bc DENGAN VARIASI JUMLAH PASS: STUDI KASUS SAMPEL ALUMINIUM PADUAN 5052. Proses Equal-Channel Angular Pressing (ECAP) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memodifikasi ukuran butir pada logam pejal. Studi ini menganalisis pengaruh jumlah pass pada logam hasil perlakuan ECAP rute Bc, yang dititikberatkan pada perubahan struktur kristal yang terjadi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui struktur kristal yang diinginkan, dengan diprediksi berdasarkan jumlah pass yang ditentukan. Untuk memudahkan studi ini, digunakan data sekunder hasil uji X-Ray Diffractometer (XRD) pada sampel aluminium yang diberi perlakuan ECAP rute Bc dengan variasi jumlah pass yang berbeda. Ada empat sampel yang digunakan. Satu sampel tidak diberikan perlakuan ECAP sebagai sampel pembanding, tiga sampel lainnya diberikan perlakuan ECAP rute Bc dengan variasi jumlah pass 2, 4, dan 8. Analisis kualitatif dan kuantitatif hasil uji XRD dilakukan menggunakan perangkat lunak Rigaku PDXL. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan ECAP rute Bc pada sampel uji menyebabkan perubahan struktur kristal, regangan kisi, dan ukuran kristalit pada sampel uji. Perlakuan ECAP rute Bc dengan jumlah pass yang tepat dapat menyeragamkan struktur kristal menjadi lebih homogen dan rapi. Struktur kristal yang diinginkan dapat diprediksi berdasarkan jumlah pass yang ditentukan. Namun, regangan kisi dan ukuran kristalit tidak dapat diprediksi berdasarkan jumlah pass yang ditentukan.
Perubahan Fasa Dalam Pembuatan Serbuk LiFePO4 Dengan Tiga Tahap Perlakuan Panas Tanpa Pelapisan Karbon [Phase Change In LiFePO4 Powder Making With Three Step Heat Treatment Non-Carbon Coating] R. Ibrahim Purawiardi; Christin Rina Ratri; Endang Suwandi
Metalurgi Vol 31, No 1 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 1 April 2016
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.529 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i1.95

Abstract

LiFePO4 is one of the cathode active materials for lithium-ion batteries. This study aimed to synthesize LiFePO4 active material powder without carbon coating using three-step heat treatment i.e. first calcination with 700 °C temperature for about 2 h, second calcination with 800 °C temperature for about 8 h, and sintering using activated carbon pellets with 800 °C for about 4 h. The raw materials are LiOH.H2O, Fe2O3, and H3PO4. The first calcination produced precursor which consists of Li3PO4 and Fe2O3, with Fe2O3 as a dominant phase. The second calcination produced precursor which consists of Li3Fe2(PO4)3 and Fe2O3, with Li3Fe2(PO4)3 as a dominant phase. The sintering process produced LiFePO4 as a final powder product.  There is Li3PO4 – Li3Fe2(PO4)3 – LiFePO4 phase transformation during three-step heat treatment. The final product i.e. LiFePO4 has a Pnma space group. It is indicated that LiFePO4 has an olivine structure. The olivine structure is a structure that uses for lithium-ion cathode material. Activated carbon pellets did not react during final sintering process, so that it did not make a carbon coating on LiFePO4 morphology. According to the results, we can conclude that this method can be used for synthesizing lab-scale LiFePO4without carbon coating.. AbstrakLiFePO4 merupakan material yang digunakan sebagai bahan aktif katoda pada aplikasi baterai lithium-ion. Studi awal ini dilakukan untuk mensintesis serbuk bahan aktif LiFePO4 tanpa pelapisan karbon dengan metode tiga tahap perlakuan panas yaitu kalsinasi pertama dengan temperatur 700 oC selama 2 jam, kalsinasi kedua dengan temperatur 800 oC selama 8 jam, dan sinter menggunakan penstabil fasa tablet karbon aktif dengan temperatur 800 oC selama 4 jam. Bahan-bahan baku yang digunakan dalam sintesis ini adalah LiOH.H2O, Fe2O3, dan H3PO4. Kalsinasi pertama menghasilkan prekursor yang memiliki komposisi Fe2O3 dan Li3PO4 dengan fasa Fe2O3 yang lebih dominan. Kalsinasi kedua menghasilkan prekursor yang memiliki komposisi Li3Fe2(PO4)3 dan Fe2O3 dengan fasa Li3Fe2(PO4)3 yang lebih dominan. Sementara proses sinter menghasilkan serbuk material aktif LiFePO4. Dengan demikian terjadi transformasi fasa dalam tiga tahap perlakuan panas yaitu dari Li3PO4 menjadi Li3Fe2(PO4)3 kemudian menjadi LiFePO4. Fasa akhir LiFePO4 memiliki grup ruang Pnma yang berarti berstruktur olivine. Struktur olivine ini yang digunakan sebagai bahan aktif katoda baterai lithium-ion. Tablet karbon aktif tetap utuh setelah sintesis, sehingga tidak bereaksi dan membentuk pelapisan karbon pada serbuk LiFePO4. Dengan demikian, metode ini dapat digunakan untuk mensintesis LiFePO4 tanpa pelapisan karbon dalam lingkup skala laboratorium.