I. Nyoman Gede Putrayasa Astawa
Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI PERUBAHAN STRUKTUR KRISTAL MATERIAL HASIL PERLAKUAN EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING RUTE Bc DENGAN VARIASI JUMLAH PASS: STUDI KASUS SAMPEL ALUMINIUM PADUAN 5052 R. Ibrahim Purawiardi; I. Nyoman Gede Putrayasa Astawa; Effendi Mabruri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 1: OKTOBER 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.748 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.18.1.4182

Abstract

STUDI PERUBAHAN STRUKTUR KRISTAL MATERIAL HASIL PERLAKUAN EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING RUTE Bc DENGAN VARIASI JUMLAH PASS: STUDI KASUS SAMPEL ALUMINIUM PADUAN 5052. Proses Equal-Channel Angular Pressing (ECAP) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memodifikasi ukuran butir pada logam pejal. Studi ini menganalisis pengaruh jumlah pass pada logam hasil perlakuan ECAP rute Bc, yang dititikberatkan pada perubahan struktur kristal yang terjadi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui struktur kristal yang diinginkan, dengan diprediksi berdasarkan jumlah pass yang ditentukan. Untuk memudahkan studi ini, digunakan data sekunder hasil uji X-Ray Diffractometer (XRD) pada sampel aluminium yang diberi perlakuan ECAP rute Bc dengan variasi jumlah pass yang berbeda. Ada empat sampel yang digunakan. Satu sampel tidak diberikan perlakuan ECAP sebagai sampel pembanding, tiga sampel lainnya diberikan perlakuan ECAP rute Bc dengan variasi jumlah pass 2, 4, dan 8. Analisis kualitatif dan kuantitatif hasil uji XRD dilakukan menggunakan perangkat lunak Rigaku PDXL. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan ECAP rute Bc pada sampel uji menyebabkan perubahan struktur kristal, regangan kisi, dan ukuran kristalit pada sampel uji. Perlakuan ECAP rute Bc dengan jumlah pass yang tepat dapat menyeragamkan struktur kristal menjadi lebih homogen dan rapi. Struktur kristal yang diinginkan dapat diprediksi berdasarkan jumlah pass yang ditentukan. Namun, regangan kisi dan ukuran kristalit tidak dapat diprediksi berdasarkan jumlah pass yang ditentukan.