Moh. Fakhrudin
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI MORAL DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS XI SMA Muh. Imaddudin Hidayatullah; Moh. Fakhrudin; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.949 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran Novel Amelia karya Tere Liye dan Rencana Pembelajarannya dengan Metode Group Investigation di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Amelia karya Tere Liye. Fokus penelitian ini adalah nilai moral novel Amelia karya Tere Liye. Pengumpulan data  dilakukan dengan teknik observasi, teknik simak, teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah penulis selaku peneliti sebagai instrumen utama dengan bantuan kartu pencatat data dan alat tulis. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Amelia Karya Tere Liye, meliputi: (a) tema: religius; (b) tokoh dan penokohan Amelia (Selalu ingin tahu, pekerja keras), Eliana (pemberani, tegas, penyayang); (c) alur campuran; (d) latar tempat: dapur rumah amelia, sekolah, teras rumah, hutan, dan pasar, latar waktu; pagi, siang, sore, dan malam, latar sosial; anak SD, seorang guru, seorang petani, latar suasana: sedih, bahagia, dan tegang; (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama; (f) amanat tidak boleh patah semangat, selalu tetap belajar dan berusaha, lakukan nasihat orang tua selagi itu baik; (2) nilai moral (a) hubungan manusia dengan diri sendiri: jujur, tidak putus asa, menghargai waktu, dan tanggung jawab, (b) hubungan manusia dengan manusia; tolong menolong, setia kawan, (c) hubungan manusia dengan Tuhan-Nya: taat, bersyukur, beribadah; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan metode Group Investigation dengan langkah-langkah guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, yang terdiri dari dua sampai enam orang dan menjelaskan materi pelajaran, siswa diberi kesempatan mencari materi sesuai dengan kompetensi dasar, kemudian siswa mendiskusikan hasil pencarian materinya.   Kata kunci : nilai moral, rencana pelaksanaan pembelajaran, group investigation
ANALISIS UNSUR INTRINSIK FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WICJK KARYA HAMKA DAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 PREMBUN TAHUN AJARAN 2015/2016 Susi Heryanti; Moh. Fakhrudin
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.573 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (a) unsur intrinsik pada film Tenggelemanya Kapal Van Der Wicjk karya Hamka, (b) rencana pelaksanaan pembelajaran menganalisis unsur intrinsik pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk karya Hamka di kelas XI SMA Negeri 1 Prembun, dan (c) pelaksanaan pembelajaran menganalisis unsur intrinsik pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk karya Hamka di kelas XI SMA Negeri 1 Prembun. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (a) unsur intrinsik film Tengggelamnya Kapal Van Der Wicjk terdiri dari tokoh dan penokohan, alur,  dialog, latar, tema, bahasa, amanat, dan petunjuk teknis. Tokoh film tersebut, yaitu Zainudin bersifat sabar, Muluk bersifat setia kawan, Aziz bersifat sombong, dan Hayati bersifat lembut dan sopan. Alur film ini adalah alur campuran. Dialognya berfungsi menampakkan karakter, menciptakan konflik, menghubung­kan fakta-fakta, menyamarkan kejadian-kejadian yang akan datang, dan menghubung­kan fakta-fakta. Latarnya dibagi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar budaya. Latar tempat: di rumah Zainudin, di rumah Datuk Labay, di kantor Zainudin, ditampilkan dengan segala perabotnya. Latar waktu terjadi pada pagi, siang, dan malam. Setelah itu, latar budaya masyarakat Minangkabau masih memegang teguh adat istiadat. Tema film ini, yaitu kisah cinta tidak sampai. Bahasanya berfungsi untuk mempengaruhi, membujuk, memuji, dan mengucapkan terima kasih. Amanat yang dapat diambil  adalah nasihat agar tidak menjadikan cinta sebagai pelemah hati serta menghormati perbedaan suku dan budaya. Petunjuk teknis dibuat dan diberikan untuk para aktor atau aktris memainkan aktingnya sehingga memberikan kedalaman watak yang diperankan. (b) Rencana pelaksanaan pembelajaran sastra di kelas XI SMA Negeri 1 Prembun terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dibuat berdasarkan KI dan KD 3.5 Mengevaluas­i teks film/drama berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melalui lisan maupun tulisan. (c) Pelaksanaan Pembela­jaran­nya disusun sebagai berikut: peserta didik mendengarkan penjelasan pendidik tentang unsur intrinsik film kemudian mereka mengamati film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk karya Hamka. Setelah itu, mereka bertanya jawab tentang materi unsur intrinsik film. Selanjutnya, mereka mengerjakan tugas, dan aktif berdiskusi. Kemudian me­ngomunikasi­kan hasil analisis. Mereka mengikuti pembelajaran dengan baik dan sopan. Hasil penilaiannya nilai tertinggi adalah 85 dan nilai terendah 45. Kata kunci: film, unsur intrinsik, pembelajaran sastra
SARANA KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA TAJUK RENCANA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI DESEMBER 2015 DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EDITORIAL DI KELAS XII SMA Puspa Mila Karima; Moh. Fakhrudin; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.054 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk kohesi gramatikal; (2) kohesi leksikal; dan (3) relevansi analisis kohesi gramatikal dan leksikal pada kolom tajuk rencana harian Suara Merdeka edisi Desember 2015 dengan pembelajaran menulis teks editorial di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode agih. Hasil analisis disajikan secara informal. Hasil penelitian disimpulkan (1) bentuk-bentuk kohesi leksikal, antara lain (a) repetisi yang berupa repetisi penuh, perubahan bentuk, dan parsial; (b) sinonimi berupa morfem (bebas) dengan morfem (terikat), kata dengan kata, kata dengan frasa, dan frasa dengan frasa;(c) antonimi berupa oposisi mutlak, kutub, relasional, dan hierarki; (d) hiponimi; (e) kolokasi; (f) ekuivalensi; (2) bentuk-bentuk kohesi gramatikal, antara lain (a) referensi; (b) substitusi berupa frasa, verba, dan nomina; (c) elipsis; (d) konjungtor berupa koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat; serta penggunaan konjungtor tidak tepat; dan (3) relevansi sarana kohesi leksikal dan gramatikal dengan pembelajaran menulis teks editorial kelas XII SMA meliputi (a) di dalam silabus terdapat kompetensi dasar tentang teks editorial yang menggunakan sarana kohesi, yaitu KD 4.2; (b) di dalam menulis teks editorial perlu di-gunakan sarana kohesi leksikal dan gramatikal agar terciptanya makna, isi, dan pesan yang terkandung dalam teks dan menjadi bagian di dalam struktur bahasa. Kata Kunci: kohesi leksikal, kohesi gramatikal, dan relevansi pembelajaran