Sri Wahyuningsih
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN INTERTEKSTUALITAS FILM ASSALAMUALAIKUM BEIJING KARYA GUNTUR SORHARJANTO DAN FILM WAALAIKUMSALAM PARIS KARYA BENNI SETIAWAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Sri Wahyuningsih; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.327 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) intertekstualitas sastra meliputi persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi, (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran film Assalamualaikum Beijing (AB) karya Guntur Sorharjanto dan Film Waalaikumsalam Paris (WP) karya Benni Setiawan di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film ABdan film WP. Dalam pengumpulan data digunakanteknikstudipustaka. Teknikanalisis data dengan teknik analisis isi dan dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik film AB terdiridari: a) alur: lurus;b) tokoh: tokohutama: Asmara Nadia, Zhongwen, tokoh tambahan: Dewa dan Sekar; c) latar tempat: apartemen Asma, rumah, latar waktu: siang dan sore, latar suasana: menyenangkan, menyedihakan; d) dialog menggambarkan perasaan; e) tema: perjuangan cinta laki-laki demi wanita yang dicintainya; unsur intrinsik film WP terdiri dari; a) alur: lurus; b) tookh utama: Itje, Clement, tokoh tambahan: Dadang, Camille, Ine, Yayat; c) latar tempat: rumah Itje, rumah Clement, latar waktu: pagi dan siang, latar suasana: menyenangkan dan mengharukan; d) dialog menggambarkan perasaan dan dialog menggambarkan watak; e) tema: perjuangan cinta seorang laki-laki demi seseorang yang dicintai; (2) persamaan film AB dan film WP terdiri dari: a) alur: lurus mengalami modifikasi; b) tokoh utama: tokoh laki-laki mengalami modifikasi; c) latar tempat: rumah dan restoran, latar waktu: siang dan malam, latar suasana: menyenagkan dan menyedihkan, mengalami modifikasi; d) dialog: menggambarkan perasaan tokoh dan terjadi konversi; e) tema: perjuangan cinta seorang laki-laki demi seseorang yang dicintai dan terjadi ekspansi. Perbedaan kedua film terletak pada aspek: a) tokoh: film AB tokoh perempuan baik dan penyabar, sedangkan film WP tokoh utama perempuan kasar dan tidak sabaran, sehingga terjadi konversi; b) latar tempat: AB di Beijing, sedangkan WP di Paris sehingga terjadi ekspansi; c) tema: perjuangan cinta sehingga menimbulkan ekspansi; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran film AB dan film WP di kelas XI SMA terdiri dari: a) guru menyampaikan materi pembelajaran, b) guru menyuruh siswa menganalisis unsur intrinsik film, c) siswa mempresentasikan hasil belajarnya, d) guru memberi tugas untuk membandingkan intertekstualitas pada persamaan dan perbedaan unsur intrinsik, e) guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, f) guru merefleksi hasil belajar siswa.   Kata kunci: intertekstualitas, film, rencana pelaksanaan pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Tandur Guna Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Sri Wahyuningsih; Eko Setyadi Kurniawan; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam rangka meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar siswa, melalui pembelajaran Fisika pada pokok bahasan Suhu dan Kalor dengan model pembelajaran TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari hasil observasi pra siklus 54,3%, siklus I sebesar 75,2% dan silklus II sebesar 84,8. Rerata peningkatan keterampilan proses sains siswa dari pra siklus sebesar 71,6% menjadi 77,7% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,5% pada siklus II. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata 83,8% untuk post test sehingga telahmencapai indikator keberhasilan 80% dan KKM 75. Respon siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan mendapatkan skor rerata 90,4% dengan interpretasi baik. Dengan demikian pembelajaran Fisika SMA kelas X semester II dengan model pembelajaran TANDUR dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran di tingkat SMA/ MA.