Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis F.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) Erfan Tri Prasongko; Munifatul Lailiyah; Wimma Muzayyidin
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.974 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kedondong memiliki banyak manfaat pada pengobatan borok, kulit perih, dan luka bakar. Tujuan: Menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis F.) terhadap pengobatan luka bakar. Metode: Uji kualitas sediaan gel yang di lakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji efektivitas gel dilakukan pada 5 kelompok perlakuan. Data dianalisa secara statistik menggunakan metode one way Anova dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil: Hasil analisa menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi gel ekstrak daun kedondong memberikan perbedaan yang bermakna terhadap pH dengan nilai sig 0,000 (< 0,05), daya sebar 0,007 (< 0,05), daya lekat 0,000 (< 0,05), dan uji efektivitas terhadap tikus putih didapatkan nilai sig 0,02 (< 0,05). Simpulan dan saran: Perbedaan konsentrasi ekstrak dalam gel tidak mempengaruhi uji organoleptis dan uji homogenitas sediaan. Gel ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis F.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar. Diperlukan pengujian stabilitas gel ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis F.).
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis) DENGAN BASIS VANISHING CREAM Erfan Tri Prasongko
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3333

Abstract

Latar Belakang: Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, hormonal, pola makan, dan infeksi bakteri. Daun kedondong diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain saponin, flavonoid, glikosida, alkaloid, karbohidrat, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Bentuk sediaan krim dipilih karena termasuk sediaan topikal setengah padat yang sesuai untuk terapi jerawat. Basis krim tipe minyak dalam air (M/A) dengan vanishing cream lebih disukai karena memberikan sensasi sejuk di kulit, tidak meninggalkan kesan berminyak, serta memiliki daya sebar yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kedondong dalam sediaan krim terhadap mutu fisik serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode: Daun kedondong diekstraksi melalui proses maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan krim berbasis vanishing cream dengan variasi konsentrasi ekstrak 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Sediaan krim tersebut selanjutnya diuji meliputi mutu fisik serta aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran, sedangkan data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 1,5%, 2,5% dan 3,5% pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada uji homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat (p>0,05). Hasil uji organoleptis menunjukkan variasi konsentrasi berpengaruh terhadap warna sediaan. Hasil pengujian iritasi, menunjukkan tidak terdapat pengaruh variasi konsentrasi terhadap pengujian ini. Pada pengujian aktivitas antibakteri, menunjukkan variasi konsentrasi tidak berbeda signifikan terhadap aktivitas antibakteri Propionibacterium acne (p>0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 1,5%, 2,5% dan 3,5% tidak berpengaruh terhadap uji mutu fisik, uji iritasi, serta uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acne.