Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ISOLASI DAN SIFAT LIGNIN DARI LARUTAN SISA PEMASAK PABRIK PULP (Isolation and properties of lignin from black liquor of pulp industry) Tjutju Nurhayati; Ridwan Ahmad Pasaribu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3547.205 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.3.110-116

Abstract

the study is aimed to find the isolation techniques and properties al lignin component of black Liquors from pulp industry.The samples were taken from Basuki Rahmat pulp industry, namely black liquor of sulfate pulping from evaporator (with pH 13. 52) and from digester (pH 10.58), and from Basuki Teguh, namely neutral sulfite semi chemical pulping (pH 6.85). The isolation was conducted by using two kinds of acid i.e. sulphuric acid 2 N and chloric 2 N each at pH 3. and pH 5.The result revealed that the yield and quality of lignin isolated at pH 2 was higher than other pH levels. At this pH level, the lignin produced from sulfate pulping black liquor of exporator was 21.04%, and from digester was 7.47 %, and of neutral sulfide semi chemical pulping was 0.57%. the lignin properties of each black liquor were as the following : pure lignin content was 70.41 %, 72. 55 % and 68. 29 % , respectively ; methoxyl content was 5. 62 %, 11.17 % and 8. 95 % respectively, and particle surface area was 33.87 m3/g, 29.81 m2/g and 28.03 m2/g, respectively,Different from other lignin properties, highest acidity and water absorption capacity of lignin was produced by one which was isolated by chloric acid at pH level 5. the water absorption capacity and lignin acidity of sulfate pulping black liquor of evaporator was 122.45% and pH 6; and of digester was 119. 17 % and pH 6.03; and of neutral sulfide semi chemical pulping was 116.60 % and pH 5.53.
PRODUKSI DAN PEMANFAATAN ARANG DAN CUKA KAYU DARI SERBUK GERGAJI KAYU CAMPURAN Tjutju Nurhayati; Ridwan Ahmad Pasaribu; Dida Mulyadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.5.395-411

Abstract

Penelitian produksi terpadu arang dan cuka kayu menggunakan serbuk  gergaji kayu campuran asal  hutan alam  dan hutan tanaman  dilakukan pada tungku sakuraba dan tungku  blower. Arang serbuk dimanfaatkan untuk bahan baku produksi arang aktif  dan cuka kayunya untuk budidaya tanaman padi. Hasilnya sebagai berikut ;Produksi terpadu arang dan cuka kayu 'crude'dari serbuk gergaji kayu campuran hutan alam dan hutan tanaman pada tungku sakuraba masing-masing   292,68 kg/ton dan 232,24 kg/ton dan pada tungku blower 344,76 kg/ton dan 323,07 kg/ton. Rendemen arang dan cuka kayu  ke dua jenis serbuk gergaji relatif sama pada masing-masing tungku yaitu 20,6 dan 14,6% (sakuraba), 19,3% dan 22% (blower). Rendemen terpadunya pada tungku sakuraba 35,2% menunjukkan angka lebih rendah dari blower 41,3%. Oleh karena itu produksi terpadu pada tungku blower lebih baik dari sakuraba.Sifat arang dari tungku blower lebih baik dari sakuraba ditunjukan oleh kadar abu (2,2%) dan kadar zar mudah terbang (11,9%) yang lebih rendah, dan kadar karbon tertambat (86,7%) yang  lebih tinggi. Cuka kayu 'crude' dari ke dua serbuk gergaji mengandung jenis komponen kimia yang sama pada kadar yang bervariasi,   terdiri dari asam asetat, metanol, fenol, asetol, orto kreosol, para kreosol, furfural, alfa metil guaiakol, sikloheksana.Produksi arang aktif memenuhi SNI pada parameter daya serap iod (857,7 mg/g) diperoleh dari perlakuan aktifasi perendaman asam fosfat 20% dan uap air pada suhu 695OC dan  aktifasi dengan uap panas tanpa asam fosfat pada suhu 605OC (789,7 mg/). Produksi arang aktif dengan mutu baik ini diperoleh setelah tungku aktifasi diredam emisi panasnya dengan gelas wol. Pemanfaatan cuka kayu distilasi 2,5% pada tanaman padi jenis ciherang dengan perlakuan penambahan pupuk NPK dapat menggantikan penggunaan bahan organik 2,5% dengan hasil gabah kering giling yang sama yaitu 5,75 ton/ha. Perlakuan tanpa  pupuk NPK menghasilkan gabah kering giling paling tinggi pada cuka kayu yaitu 4,41 ton/ha, bahan organik 4,10 ton /ha dan kontrol 3,21 ton/ha. Penggunaan cuka kayu distilat 2,5% ini memberi petunjuk terhadap fungsinya sebagai pupuk dan merespon pertumbahan padi yang lebih baik.
ISOLASI DAN SIFAT LIGNIN DARI LARUTAN SISA PEMASAK PABRIK PULP (Isolation and properties of lignin from black liquor of pulp industry) Tjutju Nurhayati; Ridwan Ahmad Pasaribu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.3.110-116

Abstract

the study is aimed to find the isolation techniques and properties al lignin component of black Liquors from pulp industry.The samples were taken from Basuki Rahmat pulp industry, namely black liquor of sulfate pulping from evaporator (with pH 13. 52) and from digester (pH 10.58), and from Basuki Teguh, namely neutral sulfite semi chemical pulping (pH 6.85). The isolation was conducted by using two kinds of acid i.e. sulphuric acid 2 N and chloric 2 N each at pH 3. and pH 5.The result revealed that the yield and quality of lignin isolated at pH 2 was higher than other pH levels. At this pH level, the lignin produced from sulfate pulping black liquor of exporator was 21.04%, and from digester was 7.47 %, and of neutral sulfide semi chemical pulping was 0.57%. the lignin properties of each black liquor were as the following : pure lignin content was 70.41 %, 72. 55 % and 68. 29 % , respectively ; methoxyl content was 5. 62 %, 11.17 % and 8. 95 % respectively, and particle surface area was 33.87 m3/g, 29.81 m2/g and 28.03 m2/g, respectively,Different from other lignin properties, highest acidity and water absorption capacity of lignin was produced by one which was isolated by chloric acid at pH level 5. the water absorption capacity and lignin acidity of sulfate pulping black liquor of evaporator was 122.45% and pH 6; and of digester was 119. 17 % and pH 6.03; and of neutral sulfide semi chemical pulping was 116.60 % and pH 5.53.
PRODUKSI DAN PEMANFAATAN ARANG DAN CUKA KAYU DARI SERBUK GERGAJI KAYU CAMPURAN Tjutju Nurhayati; Ridwan Ahmad Pasaribu; Dida Mulyadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.5.395-411

Abstract

Penelitian produksi terpadu arang dan cuka kayu menggunakan serbuk  gergaji kayu campuran asal  hutan alam  dan hutan tanaman  dilakukan pada tungku sakuraba dan tungku  blower. Arang serbuk dimanfaatkan untuk bahan baku produksi arang aktif  dan cuka kayunya untuk budidaya tanaman padi. Hasilnya sebagai berikut ;Produksi terpadu arang dan cuka kayu 'crude'dari serbuk gergaji kayu campuran hutan alam dan hutan tanaman pada tungku sakuraba masing-masing   292,68 kg/ton dan 232,24 kg/ton dan pada tungku blower 344,76 kg/ton dan 323,07 kg/ton. Rendemen arang dan cuka kayu  ke dua jenis serbuk gergaji relatif sama pada masing-masing tungku yaitu 20,6 dan 14,6% (sakuraba), 19,3% dan 22% (blower). Rendemen terpadunya pada tungku sakuraba 35,2% menunjukkan angka lebih rendah dari blower 41,3%. Oleh karena itu produksi terpadu pada tungku blower lebih baik dari sakuraba.Sifat arang dari tungku blower lebih baik dari sakuraba ditunjukan oleh kadar abu (2,2%) dan kadar zar mudah terbang (11,9%) yang lebih rendah, dan kadar karbon tertambat (86,7%) yang  lebih tinggi. Cuka kayu 'crude' dari ke dua serbuk gergaji mengandung jenis komponen kimia yang sama pada kadar yang bervariasi,   terdiri dari asam asetat, metanol, fenol, asetol, orto kreosol, para kreosol, furfural, alfa metil guaiakol, sikloheksana.Produksi arang aktif memenuhi SNI pada parameter daya serap iod (857,7 mg/g) diperoleh dari perlakuan aktifasi perendaman asam fosfat 20% dan uap air pada suhu 695OC dan  aktifasi dengan uap panas tanpa asam fosfat pada suhu 605OC (789,7 mg/). Produksi arang aktif dengan mutu baik ini diperoleh setelah tungku aktifasi diredam emisi panasnya dengan gelas wol. Pemanfaatan cuka kayu distilasi 2,5% pada tanaman padi jenis ciherang dengan perlakuan penambahan pupuk NPK dapat menggantikan penggunaan bahan organik 2,5% dengan hasil gabah kering giling yang sama yaitu 5,75 ton/ha. Perlakuan tanpa  pupuk NPK menghasilkan gabah kering giling paling tinggi pada cuka kayu yaitu 4,41 ton/ha, bahan organik 4,10 ton /ha dan kontrol 3,21 ton/ha. Penggunaan cuka kayu distilat 2,5% ini memberi petunjuk terhadap fungsinya sebagai pupuk dan merespon pertumbahan padi yang lebih baik.