Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENDIDIKAN ANAK BERBASIS QUANTUM LEARNING: KRISTALISASI PROFESIONALISME GURU DAN PERAN ORANG TUA DALAM PRESPEKTIF GLOBAL Fakhruddin, Asef Umar; Istikhlaili, Fifti
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN ANAK BERBASIS QUANTUM LEARNING:KRISTALISASI PROFESIONALISME GURU DAN PERAN ORANG TUA DALAM PRESPEKTIF GLOBAL Asef Umar Fakhruddin* dan Fifti Istikhlaili* *Dosen Jurusan PG-PAUD FIP IKIP Veteran Semarang
TEORI SOSIOKULTURAL VYGOTSKY Fakhruddin, Asef Umar
PAWIYATAN Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan anak usia prasekolah berbeda dari pendidikan anak usia sekolah dasar awal. Kalau pendidikan bagi anak usia prasekolah bertujuan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, maka konsep pendidikan di awal sekolah dasar bertujuan mengarahkan anak agar dapat mengikuti tahapan-tahapan pendidikan sesuai jenjangnya. Selain tentu saja untuk mengembangkan berbagai kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan guna mengoptimalkan kecerdasannya. Di sinilah perbedaan antara pendidikan usia dini dengan pendidikan di sekolah dasar. Hal ini pula yang ingin didedahkan oleh Vygotsky dalam teori sosiokulturalnya. Sebabnya tidak lain karena anak usia dini memiliki ranah dan pemahaman yang berbeda dalam mengapresiasi lingkungan sosialnya dan juga sosial masyarakat pada umumnya.  Kata kunci: Vygotsky, lingkungan, sosial, pendidikan.
TEORI SOSIOKULTURAL VYGOTSKY Fakhruddin, Asef Umar
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan anak usia prasekolah berbeda dari pendidikan anak usia sekolah dasar awal. Kalau pendidikan bagi anak usia prasekolah bertujuan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, maka konsep pendidikan di awal sekolah dasar bertujuan mengarahkan anak agar dapat mengikuti tahapan-tahapan pendidikan sesuai jenjangnya. Selain tentu saja untuk mengembangkan berbagai kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan guna mengoptimalkan kecerdasannya. Di sinilah perbedaan antara pendidikan usia dini dengan pendidikan di sekolah dasar. Hal ini pula yang ingin didedahkan oleh Vygotsky dalam teori sosiokulturalnya. Sebabnya tidak lain karena anak usia dini memiliki ranah dan pemahaman yang berbeda dalam mengapresiasi lingkungan sosialnya dan juga sosial masyarakat pada umumnya.  Kata kunci: Vygotsky, lingkungan, sosial, pendidikan.
Manamejen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di TK Negeri Cempaka Jaya Pekalongan Widiyastuti, Retno; Fakhruddin, Asef Umar
Journal of Studies in Early Childhood Education (J-SECE) Vol 1 No 1 (2018): Maret 2018, Number 1, Volume 1
Publisher : Prodi PG Pendidikan Anak Usia Dini, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sece.v1i1.599

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui mengetahui manajemen pendidik dan tenaga kependidikandi Tk Negeri Cempaka Jaya Pekalongan dalam melaksanakan standar Nasional Pendidikan dengan harapandapat memberikan kontribusi terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan. Metode penelitian yangdigunakan adalah jenis penelitian kualitatif, tempat penelitian di TK Negeri Cempaka Jaya Pekalonganselama 4 bulan yaitu bulan maret sampai dengan bulan Juni 2017. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif dengan memakai teknik triangulasi data. Alat pemgumpulan data yang digunakan adalah denganmetode dokumentasi, wawancara, observasi, dan metode analisis data. Hasil penelitian ini adalah : (1)manajemen pendidik dan tenaga kependidikan di TK Negeri Cempaka Jaya dalam maksanakan standarNasional Pendidikan, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan terhadap kualitaspendidikan secara keseluruhan, (2) berdasarkan hasil wawancara dan observasi manajemen pendidik dantenaga kependidikan dalam maksanakan standar Nasional Pendidikan di TK Negeri Cempaka JayaPekalongan sangatlah penting bagi kemajuan lembaga-lembaga PAUD.
The Impact of Structured Parenting on Strengthening Interpersonal Collaboration in Addressing Complex Social Phenomena Fakhruddin, Asef Umar; Ain M.Y, Siti Nurul
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 11, No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i1.15094

Abstract

Abstract: Structured parenting is no longer merely an option but an urgent necessity. Interpersonal collaboration facilitated by structured parenting enables individuals understand their identities, aspirations, and appropriate behaviors in an evolving environment, thus helping them navigate complex social dynamics. Employing a quantitative analysis approach as proposed by John Creswell and a qualitative analysis based on Pierre Bourdieu’s habitus theory, this study examines the influence of structured parenting on strengthening interpersonal collaboration in addressing the social complexities. Based on data from 500 respondents and a combination of quantitative and qualitative methodologies, this study finds that: (1) structured parenting significantly enhances social skills (p < 0.05); (2) it contributes to conflict resolution within communities (p < 0.05); (3) it strengthens social collaboration within society (p < 0.05); and (4) the regression model indicates that rule consistency has the most significant impact on reinforcing interpersonal collaboration in addressing complex social dynamics (β = 0.42). Furthermore, structured parenting improves educational quality, skill development, and readiness to face an increasingly competitive workforce. By instilling a visionary, creative, hardworking, innovative, and socially responsible mindset, future generations will be better equipped to address escalating social and economic inequalities. These findings serve as a basis for further recommendations.Key Words: Complex Social Phenomena, Interpersonal Collaboration, Structured Parenting 
Children's Interpersonal Intelligence in Broken Home Families: Trans-perspective Analysis and Multi-aspect Sublimation Fatmaningsih, Etika; Fakhruddin, Asef Umar
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1588

Abstract

Interpersonal intelligence is fundamental for children. However, in a broken home, children are very likely to be distorted from the potential to get direction and assistance so that the development of their interpersonal intelligence is optimal. As a result, children's interpersonal intelligence in broken home families can become an anomaly, because children have the potential to become victims. Elementally, this research method uses interviews and in-depth observations, so that every aspect can be read comprehensively. Furthermore, it is also supported by trans-perspective analysis in order to analyze how the sublimation of interpersonal intelligence in broken home families, which is also the purpose of the research. The projection of the findings of this study is that if you surrender to the situation and are passive to reality, a broken family can affect children's interpersonal intelligence. The implication is that children become asocial individuals, moody, not enthusiastic about learning and avoid social interaction.
The Impact of Structured Parenting on Strengthening Interpersonal Collaboration in Addressing Complex Social Phenomena Fakhruddin, Asef Umar; Ain M.Y, Siti Nurul
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i1.15094

Abstract

Abstract: Structured parenting is no longer merely an option but an urgent necessity. Interpersonal collaboration facilitated by structured parenting enables individuals understand their identities, aspirations, and appropriate behaviors in an evolving environment, thus helping them navigate complex social dynamics. Employing a quantitative analysis approach as proposed by John Creswell and a qualitative analysis based on Pierre Bourdieu’s habitus theory, this study examines the influence of structured parenting on strengthening interpersonal collaboration in addressing the social complexities. Based on data from 500 respondents and a combination of quantitative and qualitative methodologies, this study finds that: (1) structured parenting significantly enhances social skills (p < 0.05); (2) it contributes to conflict resolution within communities (p < 0.05); (3) it strengthens social collaboration within society (p < 0.05); and (4) the regression model indicates that rule consistency has the most significant impact on reinforcing interpersonal collaboration in addressing complex social dynamics (β = 0.42). Furthermore, structured parenting improves educational quality, skill development, and readiness to face an increasingly competitive workforce. By instilling a visionary, creative, hardworking, innovative, and socially responsible mindset, future generations will be better equipped to address escalating social and economic inequalities. These findings serve as a basis for further recommendations.Key Words: Complex Social Phenomena, Interpersonal Collaboration, Structured Parenting 
Re-envisioning Islamic Higher Learning Through the Jabalul Hikmah Curriculum: A Transdisciplinary Framework for Global Innovation Fauzi, Fauzi; Fakhruddin, Asef Umar; Suharsiwi, Suharsiwi; Syauqi, M. Labib
Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Progressive Islamic Education
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/kharisma.v4i2.120

Abstract

This study explores the transformative orientation of the Jabalul Hikmah Curriculum as an emerging model for re-envisioning Islamic higher learning in Indonesia. Amid global demands for integrative, future-oriented educational systems, Islamic universities face the challenge of reconstructing their curriculum to remain intellectually relevant and socially impactful. The purpose of this article is to analyse how the Jabalul Hikmah Curriculum offers a transdisciplinary framework for global innovation, positioning it as a significant contribution to contemporary Islamic higher education discourse. A qualitative–phenomenological approach was employed, combining content analysis with field-based inquiry. Data were collected from key stakeholders at UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto and triangulated with insights from UIN Maliki Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, and UIN Syarif Hidayatullah Jakarta as comparative benchmarks. The analytical procedures followed a systematic approach to data reduction, data display, and conclusion verification. The study adopts Evelina M. Vicencio’s curriculum development framework, which consists of designing, planning, implementing, and evaluating. The findings reveal that the Jabalul Hikmah Curriculum represents a substantive curricular innovation, integrating Islamic epistemology, human development, and contemporary scientific paradigms within a unified architecture. Its alignment with the national Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) policy demonstrates both relevance and adaptability. The study’s implications highlight the curriculum’s potential to serve as a global model for Islamic higher education reform, offering a replicable pathway toward holistic, future-ready intellectual formation.