Syamsudin Syamsudin
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Mata Kuliah IAD, IBD, ISD Bagi Mahasiswa STAI NU Pacitan Syamsudin Syamsudin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2019): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.68 KB)

Abstract

Pembelajaran merupakan bagian atau elemen yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas baik proses maupun lulusan (output) pendidikan. Pembelajaran yang dilaksanakan secara baik dan tepat akan memberikan kontribusi sangat dominan bagi siswa, sebaliknya pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara yang tidak baik akan menyebabkan potensi siswa sulit dikembangkan atau diberdayakan. Proses pembelajaran yang ideal atau proporsional mutlak dilakukan. Maka perlu dilaksanakan pembelajaran yang lebih memperhatikan potensi siswa, memperhatikan situasi dan kondisi, memperhatikan sarana pembelajaran dan memperhatikan tujuan yang ingin dicapai.Mata Kuliah IAD, IBD, dan ISD merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), yang harus diikuti semua mahasiswa semester pertama pada semua program studi. Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Budaya Dasar (IBD), dan Ilmu Sosial Dasar (ISD). Setelah mempelajari mata kuliah ini, diharapkan terwujud Mahasiswa yang berkepribadian Indonesia, yang mampu memberikan solusi terhadap problem kemanusiaan, problem budaya, serta problem sosial dan lingkungan.Sesuai dengan jenis data yang diperlukan dari penelitian ini maka tehnik analisa datanya menggunakan content analysis yaitu suatu metode analisa data yang memfokuskan pada isi obyek penelitian. Dengan tehnik ini data yang diperoleh akan dipilah-pilah dan dikelompokkan, untuk kemudian dianalis isinya sesuai dengan objek yang dibutuhkan secara konkrit. Hasil dari penelitian tersebut adalah 1) Mata kuliah IAD, IBD, dan ISD telah diberikan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan, dalam semester pertama untuk semua program studi. 2) Implementasi mahasiswa terhadap materi IAD, IBD, dan ISD di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan cukup baik.
Pentingnya Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Syamsudin Syamsudin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 12 No. 2 (2019): JULI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.312 KB)

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara,dan sebagai ideologi mempunyai nilai nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara.mempelajari isi dari sila-sila pancasila menunjukkan bahwa pancasila mengandung nilai nilai kehidupan bermasyarakat. Nilai nilai yang terkandung dalam pancasila secara garis besar terbagi atas beberapa tingkatan.yang pertama adalah nilai dasar,nilai instrumental,dan nilai praktis.selain nilai yang terkandung di dalam pancasila terdapat juga moral,dan norma.diterimanya pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara membawa konsekuensi logis bahwa nilai nilai pancasila harus selalu dijadikan landasan pokok,landasan fundamental bagi pengaturan serta penyelenggaraan negara.Meskipun pancasila terdiri atas lima sila berbeda,tetapi kelimanya merupakan satu kesatuan yang utuh.setiap sila dari pancasila itu tidak dapat berdiri sendiri.kelima sila itu bersama sama menyusun satu pengertian yang utuh yaitu pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Selain itu pancasila juga mempunyai fungsi untuk mempersatukan bangsa Indonesia dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.bangsa Indonesia yang memiliki berbagai macam suku bangsa,ras,agama,dan berbagai macam kebudayaan sangat membutuhkan sekali alat atau sarana untuk mengikat keberagaman tersebut.
Kerukunan Masyarakat Multikultural Menurut Potret Pendidikan Agama Islam Syamsudin Syamsudin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.245 KB)

Abstract

Islam telah menganjurkan dan mengajarkan manusia untuk bekerja sama dan tolong- menolong dengan sesama manusia dalam hal kebaikan. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan umat islam dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa adanya satir atau batasan ras, bangsa, dan agama. Namun proses tersebut dalam realitanya mengalami banyak kendala, seperti fundalisme, radikalisme dan terorisme. Sikap islam yang menjadi semboyan sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin sangatlah humanis dan relevan, tidak menjadikan jaminan hal yang profan sebagai keyakinan yang dimiliki penganutnya, akan tetapi juga tidak meninggalkan nilai-nilai universal sebagai pesan agama untuk menjaga kedamaian antar umat sesama manusia, dengan menumbuhkan toleransi, membangun solidaritas, menegakkan demokrasi dan menghindari fanatisme dalam beragama. Maka pendidikan islam yang memiliki yang berwawasan kerukunan adalah pendidikan yang mampu menjadikan perbedaannya sebagai alat untuk semakin menjadi pribadi yang taat dan tidak keluar dari fitrahnya, yaitu dengan mengajarkan bagaimana caranya hidup ditengah hiruk pikuk pluralisme bangsanya, agar mereka mampu hidup baik dalam internal kelompoknya maupun eksternal kelompok lain, dapat hidup damai dengan lingkungannya, memaknai perbedaan yang secara bijaksana dan  tepat.  Hal ini terlihat dalap konsep  yaitu;1) berpijak pada konsep fitrah, 2) bersifat moderat, 3) humanis, 4) insklusif dalam beragama, 5) meyakini kemajmukan adalah sunnatullah dan kebenaran bersifat prifat dan universal, 6) mampu hidup berdampingan secara damai dan bekerjasama dengan pemeluk agama lain 7) tumbuh sikap sportif dalam bersosialisasi dan hidup bersama kelompok  lain,8) mengelola perbedaan secara etis dan berkompetisi secara sehat 9) jauh dari presepsi yang sempit yang diwujudkan dengan komunikasi yang sehat berdasarkan pengamatan dan pengertian terhadap perbedaan yang ada.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kegiatan PKK di Desa Baleharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Syamsudin Syamsudin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 15 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai way of life menuntut Indonesia untuk mentransformasikan nilai-nilai Pancasila dalam penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang nyata dan berkesinambungan yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga negara dan masyarakat sipil, baik dalam pusat atau di daerah. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat salah satu kegiatan yang mewujudkan implementasi nilai-nilai pancasila melalui kegiatan PKK (Pemberdayaan Keluarga Sejahtera) yaitu kegiatan yang digagas oleh para ibu-ibu di dalamnya memiliki beberapa program untuk menjalankan 10 (sepuluh) program PKK dengan satu tujuan kesejahteraan. Dari keluarga itu. Lahan tersebut merupakan salah satu program utama dalam PKK yaitu Pancasila, perempuan sebagai objek penelitian karena sebagai pencipta generasi penerus perjuangan bangsa, dan pada tahun 2015 desa Baleharjo ini dijadikan desa binaan PKK sebagai desa aktif dan paling rajin melaksanakan program PKK.Faktor pendukung hidup rukun antar warga, tidak ada ketentuan khusus untuk mengikuti kegiatan PKK, evaluasi kinerja manajemen untuk menghasilkan yang baik, dukungan keluarga dan masyarakat. Faktor penghambat: ketua PKK dalam praktek nyata tidak menjalankan tugas sebagai ketua tugas, belum menyadari hak dan kewajibannya.