Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sikap Over Protective Orangtua Terhadap Perkembangan Anak Desi Harlina; Vera Novitasari; Mayang Nila Sari; Rize Azizi A.M; Ervina Rianti
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02218jpgi0005

Abstract

Anak adalah titipan dari Tuhan yang diberikan kepada suatu keluarga. Keluarga harus memberikan kasih sayang dan pendidikan yang baik untuk anak. Orangtua mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian maupun perkembangan anak. Tindakan orangtua dalam memberikan kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan  agama maupun sosial budaya yang diberikan, merupakan perlakuan yang tepat untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi yang baik. Orangtua berperan sebagai guru pertama bagi anak. Cara berpikir dan tingkah laku anak dipengaruhi oleh didikan orangtua yang akan membentuk kepribadian anak. Kenyataannya ditemukan persoalan keluarga antara anak dan orangtua. Salah satunya sikap over protective orangtua terhadap anak. Over protective merupakan bentuk perlindungan yang berlebihan yang diberikan kepada anak. Sebenarnya orangtua bersikap seperti itu karena sangat menyayangi dan takut jika anaknya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi sikap orangtua tersebut terkadang salah diartikan oleh anak sehingga anak merasa terbebani dan dapat memperngaruhi perkembangan.
Konsep Diri Remaja dan Peranan Konseling Ranny Ranny; Rize Azizi A.M; Ervina Rianti; Sinta Huri Amelia; Maya Nova Nurva Novita; Eni Lestarina
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02233jpgi0005

Abstract

Konsep diri adalah pandangan atau pemahaman seseorang tentang dirinya sendiri, baik tentang kemampuan atau prestasi fisik. Pada zaman sekarang banyak remaja yang belum memahami konsep diri. Pada kenyataannya konsep diri sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari para remaja. Untuk mengembangkan konsep diri tersebut, tentunya banyak pihak yang berperan penting dan salah satunya adalah guru BK. Guru BK dapat membantu remaja dalam mengembangkan konsep diri yang dimiliki remaja. Remaja yang memiliki konsep diri rendah perlu mendapat perhatian khusus dan pelayanan dari guru BK dengan cara mengembangkan konsep diri ke arah yang lebih positif agar dapat berprestasi di sekolah, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang keterampilan.
Perilaku menyontek dan upaya penanggulangannya Sinta Huri Amelia; Zulfriadi Tanjung; Ervina Riyant; Rize Azizi A.M; Maya Nova; Nurva Novita; Ranny Ranny
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2017): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003226000

Abstract

Menyontek adalah “melakukan ketidakjujuran atau tidak fair dalam rangka memenangkan atau meraih keuntungan”.Salah satu faktor yang menyebabkan siswa menyontek adalah ketidakpercayaan diri. Dan dampak dari perilaku menyontek dapat merusak kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan yang ia miliki. Upaya yang dapat dilakukan konselor yaitu melakukan bimbingan kelompok dan membahas tentang perilaku menyontek tersebut.Menyontek merupakan sebuah kecurangan yang dilakukan oleh seseorang dalam mengerjakan tugas dan ujian, baik itu di sekolah, di perguruan tinggi, maupun ditempat yang lainnya dan juga merupakan suatu penipuan atau melakukan perbuatan tidak jujur.