Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERTUMBUHAN STEK JABON MERAH ([Roxb.] Havil) Anthocephalus macrophyllus PADA BERBAGAI MEDIA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH Danu Danu; Kurniawati Purwaka Putri; Atok Subiakto
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 12, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.086 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2015.12.2.123-130

Abstract

Tanaman jabon merah ( (Roxb.) Havil) merupakan jenis alternatif yang diprioritaskan Anthocephalus macrophyllus dalam pembangunan hutan tanaman penghasil kayu. Teknik perbanyakan vegetatif merupakan salah satu alternatif untuk memperbanyak jenis tanaman ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa media dan pemberian zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan stek jabon merah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama media stek terdiriĀ atas 4 taraf yaitu media pasir, zeolit, campuran serbuk sabut kelapa + arang sekam padi (2:1,v/v), serbuk sabut kelapa + sekam padi (2:1;v/v); dan faktor kedua zat pengatur tumbuh terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, 0 ppm,500 ppm, 750 ppm, dan 1.500 ppm. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 20 stek. Bahan stek yang digunakan adalah bagian pucuk asal anakan umur enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk perbanyakan tanaman jabon merah dengan bahan stek dari induk tanaman berumur muda dapat dilakukan menggunakan media pasir tanpa diberi zat pengatur tumbuh, pada media dengan diberi zat pengatur tumbuh ziolit 500 ppm, pada media serbuk sabut kelapa + arang sekam padi bisa diberi zat pengatur tumbuh 750 ppm, sedangkan pada media serbuk sabut kelapa + sekam padi diberi zat pengatur tumbuh 1.500 ppm.
PENGARUH UMUR POHON INDUK TERHADAP PERAKARAN STEK NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) Danu Danu; Atok Subiakto; A. Z. Abidin
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2011.8.1.41-49

Abstract

Tanaman nyamplung ( L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan buah sebagai bahan minyak nabati kualitas tinggi. Selain itu, kayunya dapat digunakan sebagai bahan pembuatan perahu dan keperluan lainnya. Pohon ini tumbuh alami di pesisir pantai dan tidak menggugurkan daun. Benihnya tergolong rekalsitran sehingga benihnya tidak dapat disimpan lama. Perbanyakan vegetatif merupakan salah satu teknik untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perakaran dari tiga kelompok umur bahan stek yaitu: (a) anakan, (b) pancang (belum berbuah), (c) pohon dewasa. Bahan stek nyamplung asal anakan dapat menghasilkan stek berakar sebanyak 75% dengan panjang akar 14,54 cm, jumlah akar 15 buah per stek dan biomassa akar 0,132 gram per stek. Bahan stek nyamplung asal pancang dapat menghasilkan stek berakar sebanyak 25% dengan panjang akar 9,67 cm, jumlah akar 10 buah per stek, dan biomasa akar 0,094 gram per stek. Bahan stek nyamplung asal pohon dewasa dapat menghasilkan stek berakar 16,11% dengan panjang akar 8,54 cm, jumlah akar 9 buah per stek, biomasa akar 0,10 gram per stek. Perbedaan persentase perakaran antara bahan stek disebabkan kandungan auksin dan nisbah C/N. Bahan stek yang lebih muda cenderung mengandung auksin yang tinggi (96,86 ppm) dengan nisbah C/Nse besar 63,73.