Mohamad Siarudin
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSAMAAN ALLOMETRIK JABON (Neolamarckia cadamba Miq) UNTUK PENDUGAAN BIOMASSA DI ATAS TANAH PADA HUTAN RAKYAT KECAMATAN PAKENJENG KABUPATEN GARUT Mohamad Siarudin; Yonky Indrajaya
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 11, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.166 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2014.11.1.1-9

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membuat persamaan allometrik jenis jabon (Neolamarckia cadamba Miq) untuk mengestimasi biomassadi atas tanah pada tegakan jabon. Sampel 23 pohon jabon dengan kisaran diameter 10,5–30,2 cm diambil dari hutan rakyat. Masing-masing pohon sampel diukur guna menentukan biomassa di atas tanah berdasarkan fraksi pohon (batang, cabang, daun). Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan regresi linier yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma. Variabel bebas adalah dbh (diameter at breast height, cm) dan variable tidak bebas adalah biomassa pohon (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter setinggi dada dapat digunakan sebagai variabel tunggal dalam penyusunan model pendugaan biomassa jabon. Persamaan alometrik pendugaan biomassa di atas tanah untuk jenis jabon bagian batang, cabang, ranting, daun dan total adalah beruturut-turut Y = 0,010 (D)2,999 , Y = 0,001 (D) 3,082, Y = 0,011 (D) 2,135, dan Y = 0,014 (D) 2,958. 
DAUR FINANSIAL HUTAN RAKYAT JABON DI KECAMATAN PAKENJENG, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Yonky Indrajaya; Mohamad Siarudin
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.4.201-211

Abstract

Menentukan daur tebang merupakan langkah penting bagi pengelola hutan untuk mendapatkan keuntungan financial yang maksimal. Daur financial Faustman merupakan pendekatan yang telah banyak diterapkan khususnya untuk hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan daur Faustman pada tanaman jabon di hutan rakyat Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah memaksimalkan keuntungan yang dapat diperoleh pada tiap daur. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran pertumbuhan tegakan jabon meliputi tinggi dan diameter, serta wawancara dengan petani jabon untuk mendapatkan data mengenai biaya dan pendapatan dari tanaman jabon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daur financial Faustman pada tanaman jabon adalah 6 tahun. Daur ini lebih lama 1 tahun dibanding dengan daur biologisnya yaitu 5 tahun. Berdasarkan analisis sensitifitas diketahui bahwa daur Faustman akan lebih pendek jika terjadi peningkatan harga kayu, peningkatan suku bunga, dan penurunan produksi kayu. Sebaliknya, daur Faustman akan lebih panjang jika terjadi peningkatan biaya penanaman.
ANALISIS USAHA BUDIDAYA AGROFORESTRI AKOR DI KPHP BATULANTEH, SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT Yonky Indrajaya; Mohamad Siarudin
Jurnal Wasian Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Wasian
Publisher : Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK)Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jwas.v8i1.5573

Abstract

The utilization of land together between trees and crops is one of the strategies in land rehabilitation program in Indonesia. High pressure from people living surrounding the forest land required the forest managers to invite more participation from the people in managing the forest land. Agroforestry pattern with certain tree species chosen by forest managers together with certain crops preferred by the communities may become the solution for all stakeholders’ interests in a high-pressured forest area. One of the considerations in agroforestry development is economic aspect. This study aims to analyze the financial feasibility of agroforestry pattern auri (Acacia auriculiformis) and peanut, pigeon pea, and corn in Batulanteh forest management unit (FMU) in Sumbawa, West Nusa Tenggara. The feasibility assessment criteria used in this study were Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Benefit Cost Ratio (BCR). The result of this study showed that agroforestry pattern of auri with paddy, peanut, pigeon pea and corn is financially feasible with the NPV, IRR and BCR values are IDR14.607.837.-, 53 % and 1.51 respectively. Keywords: agroforestry, paddy, peanut, pigeon pea, corn, dry land
ANALISIS USAHA BUDIDAYA AGROFORESTRI AKOR DI KPHP BATULANTEH, SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT Yonky Indrajaya; Mohamad Siarudin
Jurnal Wasian Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Wasian
Publisher : Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK)Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.275 KB) | DOI: 10.20886/jwas.v8i1.5573

Abstract

The utilization of land together between trees and crops is one of the strategies in land rehabilitation program in Indonesia. High pressure from people living surrounding the forest land required the forest managers to invite more participation from the people in managing the forest land. Agroforestry pattern with certain tree species chosen by forest managers together with certain crops preferred by the communities may become the solution for all stakeholders’ interests in a high-pressured forest area. One of the considerations in agroforestry development is economic aspect. This study aims to analyze the financial feasibility of agroforestry pattern auri (Acacia auriculiformis) and peanut, pigeon pea, and corn in Batulanteh forest management unit (FMU) in Sumbawa, West Nusa Tenggara. The feasibility assessment criteria used in this study were Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Benefit Cost Ratio (BCR). The result of this study showed that agroforestry pattern of auri with paddy, peanut, pigeon pea and corn is financially feasible with the NPV, IRR and BCR values are IDR14.607.837.-, 53 % and 1.51 respectively. Keywords: agroforestry, paddy, peanut, pigeon pea, corn, dry land