Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Gentle Birth

TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI KLINIK SEHATI MEDAN PERIODE MEI–JUNI 2021 Meiyana Sinaga
Jurnal Gentle Birth Vol 4, No 2 (2021): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v4i2.107

Abstract

Kontrasepsi adalah cara untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur wanita (fertilisasi), atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang dalam rahim. Masalah kependudukan merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara termasuk Indonesia. Di Indonesia masalah yang terjadi di bidang kependudukan adalah pertumbuhan penduduk yang masih tinggi. Ancaman terjadinya ledakan penduduk di Indonesia semakin nyata. Indonesia merupakan negara ke 5 di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terbanyak yaitu 249 juta. Di antara negara ASEAN, Indonesia dengan luas wilayah terbesar tetap menjadi negara dengan penduduk terbanyak, jauh di atas 9 negara lainnya.Penelitian Ini Bersifat Deskriktif  Yaitu Untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di klinik sehati medan periode mei-juni 2021, berdasakan umur, pendidikan, pekerjaan, Sumber Informasi. Dimana semua populasi pasangan usia subur di klinik sehati yang kebetulan melakukan kunjungan pemeriksaan KB ke Klinik Sehati Periode Mei-Juni 2021 dijadikan Sampel  sebanyak 30 PUS.Hasil penelitian tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi  berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan cukup pada umur 20-35 tahun sebanyak 8 orang (26,6%) dan minoritas berpengetahuan baik pada umur <20 tahun sebanyak 1 orang (3,3%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan cukup dan kurang pada pendidikan SD dan SMP sebanyak 7 orang (23,3%) dan minoritas berpengetahuan cukup  pada pendidikan SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pekerjaan mayoritas berpengetahuan kurang pada tidak bekerja sebanyak 9 orang (30%) dan minoritas berpengetahuan baik pada bekerja sebanyak 2 orang (6,7%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan cukup pada media elektronik sebanyak 5 orang (16,7%) dan minoritas berpengetahuan cukup pada petugas kesehatan sebanyak 1 orang (3,3%).Dari penelitian ini disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang kontrasepsi sehingga pengetahuan ibu menjadi bertambah dan dapat mengenali mengurangi angka kesakitan pada ibu.