Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSTRAKSI RESIN DARI BUAH JERNANG (DRAGON BLOOD) METODE UNDER KRITIS PELARUT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MUTU RESIN JERNANG SESUAI SNI 1671:2010 Saifuddin Saifuddin; Nahar Nahar; Indra Mawardi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i1.464

Abstract

Resin jernang (dragon blood) merupakan getah termahal di dunia. Resin tersebut diperoleh dari  buah jernang yang tumbuh hanya di pulau Sumatra dan kalimatan. Resin jernang sangat diminati oleh Negara Cina, Hongkong, dan Singapura, karena mengandung senyawa dracohordin yang berpotensi sebagai bahan obat secara biologis dan aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antivirus, antitumor, dan aktivitas sitotoksik. Proses ekstraksi resin jernang dari buah jernang secara konvensional secara basah dengan metode maserasi merupakan salah satu cara pengolahan buah jernang yang dilakukan oleh masyarakat pengolah jernang di Kabupaten Bireuen Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Namun masih ada kendala yang cukup signifikan yaitu.mutu rendemen yang diperoleh lebih rendah dibandingkan dengan rendemen resin jernang .dari.teknologi Inovasi yang dilakukan oleh Bambang, dengan proses ekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dari pada proses ekstraksi metode maserasi yang dilakukan oleh kelompok pengolah jernang di Kabupaten Bireuen, akan tetapi penggunaan metanol sebagai pelarut akan menaikkan biaya produksi karena harganya relatif lebih mahal dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini melakukan proses ekstraksi dua tahap yaitu metode  maserasi .dan metode under kritis pelarut dengan  menggunakan pelarut air, karena harganya murah, jumlah melimpah dan ramah lingkungan. Hasil  penelitian diperoleh mutu resin jernang yang lebih baik dari resin jernang yang diperoleh kelompok pengolah jernang di kabupaten Bireuen. Dengan metode  maserasi didapatkan kelas mutu resin jernang kelas A berdasarkan  spesifikasi persyaratan mutu jernang (SNI 1671:2010)  dengan kadar.resin(b/b) 73%,  Kadar air(b/b) 6,8%,  Kadar abu(b/b) 7%,   kadar pengotor(b/b) 32%, titik leleh 88oC dan bewarna merah. Sedangkan  perlakuan dua tahap diperoleh kelas mutu antara kelas A dan Mutu super dengan.kadar.resin(b/b).86%, Kadar air(b/b) 6,5%, Kadar abu(b/b) 2,8%, kadar pengotor(b/b) 9%, titik leleh 88oC dan bewarna merah tua.
Aplikasi Adsorben Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) untuk Penyisihan Metilen Biru dari Ferric Nitrate Nonahydrate dengan Metode Sol-Gel Mauli Faulina; Ratna Sari; Nahar Nahar
Jurnal Teknologi Vol 23, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v23i2.4473

Abstract

The application of magnetite (Fe3O4) nanoparticle adsorbent for the removal of methylene blue from ferric nitrate nonahydrate by sol-gel method. This study was conducted to determine the effect of variations in calcination temperature and stirring time on density, and adsorption power of magnetite (Fe3O4) nanoparticles on methylene blue with variations in stirring time of 2 hours; 3 hours; 4 hours; 5 hours, and 6 hours, as well as variations in calcination temperature of 200°C; 250°C; 300°C; 350°C and 400°C. Characterization of magnetite (Fe3O4) nanoparticles was carried out using XRD, and SEM instruments. Methylene blue concentration after adsorption was measured using Uv-Vis Spectrophotometer. Determination of adsorbent surface area was done by iodine absorption test. The results showed a decrease in density along with the increase in calcination temperature and the longer the stirring, the density value will increase. Magnetite (Fe3O4) nanoparticles effectively increase the adsorption capacity of methylene blue, with the best results at a stirring time of 6 hours and a calcination temperature of 400°C the concentration after adsorption drops to 1.7316 ppm. The best iodine adsorption capacity is found in the sample of 6 hours stirring time and 200°C calcination temperature, which is 1027.89 mg/gr. The crystal size obtained based on calculations from the Scherrer equation at a variation of 3 hours stirring time and 200°C calcination temperature is 0.2 nm and the surface morphological structure of magnetite (Fe3O4) nanoparticles at the same stirring time and calcination temperature looks clustered with sizes ranging from 0.4 nm to 0.9 nm.