Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Rendemen Kristal Kafein pada Biji Kopi (Coffea arabica l.) dan Coklat (Theobroma cacao l.) dengan Menggunakan Metode Refluks Fatma Tsalis Nugraheni; Melani Dewi; Ria Septiyana
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 1, No 1 (2017): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v1i1.6

Abstract

Tingkat konsumsi masyarakat akan minuman yang mengandung kafein seperti kopi (Coffea arabica L.) dan coklat (Theobroma cacao L.) semakin meningkat. Kafein yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan rendemen kristal kafein biji kopi dan coklat. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode refluks menggunakan pelarut diklorometana yang ditunjang dengan analisa KLT menggunakan fase diam plat silica gel GF 254 dan fase gerak etil asetat : metanol : NH4OH pekat (85:10:5). Pelarut diklorometana dipilih karena memiliki sifat lebih polar dibandingkan pelarut lain dan dapat melarutkan kafein lebih banyak. Hasil nilai Rf pada baku kafein adalah 0,5, kopi 0,55 dan coklat 0,52. Hasil analisa statistik menggunakan uji independent samples t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata rendemen kristal kafein biji kopi dan coklat yaitu 0,36033% dan 0,12933%. Hasil analisa bivariate didapatkan nilai p-value 0,001 α yaitu 0,001 0,05 hal ini diartikan bahwa ada perbedaan nilai rendemen kristal kafein pada biji kopi dan coklat.
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR KLORIN (CI2) DALAM BERAS PUTIH (Oryza Sativa L.) YANG DIJUAL DI PASAR KENDAL DENGAN METODE ARGENTOMETRI: Identifikasi Dan Penetapan Kadar Klorin (Ci2) Dalam Beras Putih (Oryza Sativa L.) Yang Dijual Di Pasar Kendal Dengan Metode Argentometri UTAMI, Rose Malinda Andamari Wahyu Utami; Melani Dewi; Nita Fajaryanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1423

Abstract

ABSTRAK Permasalahan manipulasi mutu beras sering dilakukan oleh pedagang curang seperti penyemprotan zat aromatik dan pemakaian bahan pemutih seperti klorin (Cl2). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 033/Menkes/Per/IX/2012, bahwa klorin tidak tercatat sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam kelompok pemutih yang diperbolehkan. Dipilihnya beras putih (Oryza Sativa L.) sebagai sampel penelitian karena beras putih (Oryza Sativa L.) merupakan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal mengandung klorin (Cl2) dengan metode argentometri dan berapakah kadar klorin pada beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal dengan metode argentometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode titrasi argentometri dengan teknik Simpel Random Sampling. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pendekatan kualitatatif dan kuantitatif. Data kadar klorin dianalisa melalui prosedur uji univariat (analisa deskriptif). Hasil penelitian yang diperoleh dari enam sampel beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal menunjukkan bahwa 3 sampel beras curah yang diteliti terdapat 2 sampel beras yang positif mengandung klorin dengan 66,6932 mg/L dan 71,0087 mg/L. Serta pada 3 sampel beras kemasan terdapat 1 sampel beras yang mengandung klorin dengan kadar 55,7085 mg/L, sedangkan pada 3 sampel lainnya tidak mengandung klorin.